Peran Akupunktur dalam Penanganan Infertilitas

    Raka Lestari - 13 Januari 2020 15:38 WIB
    Peran Akupunktur dalam Penanganan Infertilitas
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Secara definisi, yang dimaksud dengan infertilitas adalah ketidaksuburan yang dialami oleh pasangan suami-istri. Seperti pasutri yang telah menjalani pernikahan dalam kurun waktu satu tahun dan rutin melakukan hubungan intim tanpa menggunakan alat kontrasepsi, namun sang istri belum juga hamil.

    Saat ini kasus infertilitas menjadi masalah kompleks pada bidang kesehatan reproduksi. Dokter Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp.Ak, Dokter Spesialis Akupunktur Klinik dari RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, mencoba memberikan sejumlah studi terkait kasus ini.

    “Satu dari tujuh pasangan suami istri di dunia mengalami infertilitas, baik infertilitas primer maupun infertilitas sekunder," ujar dr. Handaya kepada Medcom.id.

    “Hal ini tidak hanya terjadi pada wanita, tetapi juga pria. Menurut penelitian, sekitar 40 – 50 persen infertilitas disebabkan oleh faktor yang berasal dari istri, 25 – 40 persen dari suami, 10 persen karena faktor keduanya, dan 10 persennya lagi tidak diketahui penyebabnya (idiopatik),” jelas dr. Handaya.

    Sementara terkait penanganan infertilitas yang tepat harus selalu dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Dengan berkembangnya teknologi kedokteran saat ini diharapkan dapat memberikan hasil dengan angka keberhasilan tinggi dengan risiko minimal.

    "Mulai dari induksi ovulasi, inseminasi intra-uterin (IIU), dan program bayi tabung (IVF), tergantung indikasi dari masalah infertilitas yang dialami,” lanjut dr. Handaya.

    Pasangan yang merasa memiliki gangguan infertilitas sebaiknya berdiskusi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Pastikan melakukan itu sebelum menentukan terapi penanganan gangguan kesuburan yang tepat.

    Peran Akupunktur dalam Penanganan Infertilitas

    Akupunktur medik yang dikombinasikan dengan pengobatan kedokteran modern dapat memberikan hasil yang lebih optimal. Hal itu berguna untuk menunjang penanganan gangguan kesuburan.

    “Menurut penelitian, teknik akupunktur dapat meningkatkan keberhasilan program bayi tabung 60 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menjalani terapi akupunktur. Teknik ini dilakukan dengan cara merangsang titik tertentu di permukaan tubuh, baik menggunakan jarum saja, elektroakupunktur (dengan bantuan listrik), laserpunktur (dengan sinar laser), maupun penyuntikan dengan cairan yang dikenal dengan akuapunktur,” jelas dr. Handaya.

    Lebih lanjut, dr. Handaya menjelaskan bahwa terapi akupunktur dilakukan untuk menunjang penanganan gangguan kesuburan. Biasanya dilakukan dua kali dalam seminggu, setiap sesi membutuhkan waktu rata-rata 30 menit.

    Satu seri terapi terdiri dari 12 kali terapi. Untuk mendapatkan hasil yang optimal pada program bayi tabung, akupunktur medik dapat dilakukan sehari sebelum dan setelah transfer embrio dilakukan.

    Selama menjalani terapi atau program penanganan infertilitas, pasien disarankan memperbaiki pola hidup dengan tidak merokok. Tak cuma itu, pasien juga harus hindari makan makanan yang bergizi dan menghindari makanan yang mengandung pengawet, menurunkan berat badan, mencegah stres, istirahat dan tidur cukup, serta berolahraga teratur seperti bersepeda dan lari ringan sekitar 30 menit sehari.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id