Arti dari Warna ASI yang Berbeda-beda

    Raka Lestari - 18 Agustus 2020 16:35 WIB
    Arti dari Warna ASI yang Berbeda-beda
    Ilustrasi-Freepik



    Jakarta: Pada umumnya, warna Air Susu Ibu (ASI) yang paling sering ditemui adalah putih atau kekuningan. Namun, ternyata ASI bisa memiliki warna-warna yang berbeda.

    Terkadang hal itu tergantung pada makanan yang dikonsumsi oleh wanita menyusui. Dikutip dari Romper, berikut ini adalah beberapa makna dari warna-warna ASI:

    Bening atau kebiruan

    “Susu pertama yang diperah memiliki kandungan lemak yang sedikit lebih rendah dan kandungan air yang lebih tinggi, sehingga seringkali tampak lebih biru atau putih pucat,” ujar konsultan laktasi, Rebecca Costello dari In the Flow Lactation.

     



    “Ketika ASI terus diperah, ASI akan menjadi putih atau kuning yang lebih pekat karena kandungan lemaknya meningkat," sambungnya.

    Meskipun begitu, bukan berarti ASI yang dihasilkan menjadi tidak bermanfaat untuk bayi. Menurut Costello, ASI tersebut tetap bermanfaat untuk bayi. Tetapi komposisinya hanya sedikit berubah dan akan bertambah baik dengan semakin sering Anda menyusui bayi.

    Kehijauan

    “Pasien terkadang mengatakan bahwa ada warna atau rasa yang berbeda pada ASI mereka ketika mengonsumsi makanan tertentu,” ujar Costello.

    “Makanan apapun dengan warna atau rasa yang kuat berpotensi memengaruhi warna atau rasa ASI. Dan sekali lagi, ini tidak menandakan sesuatu yang buruk atau berbahaya dari ASI Anda," terangnya.

    Sementara itu, konsultan laktasi, Leigh Anne O’Connor, menyebut ASI yang menjadi kehijauan bisa terjadi, karena Anda mungkin mengonsumsi makanan atau sayuran berdaun hijau. Beberapa jenis vitamin berbasis tanaman dapat mengubah warna ASI. Sayuran berdaun hijau juga bisa membuat ASI menjadi kehijauan.

    Oranye atau kekuningan

    “Jika ASI berwarna oranye atau kekuningan, penyebab paling umum adalah makanan tinggi beta karoten. Seperti wortel, labu, dan ubi, yang akan memberikan warna kekuningan,” kata konsultan laktasi Deborah Dominici dari Babies Breast Friend di Honolulu.

    Warna kuning pada susu juga dapat menunjukkan adanya konsentrasi kolostrum yang lebih tinggi yang dihasilkan pada minggu-minggu pertama menyusui, atau dipompa saat ibu atau bayi sakit. Tubuh kita merespons penyakit dengan mengubah komposisi ASI.

    Terdapat bercak darah atau kecokelatan

    “Tepat setelah bayi Anda lahir, beberapa orang melihat sejumlah kecil darah coklat tua di kolostrum atau susu mereka. Ini disebut ‘rusty pipe syndrome,’” jelas Costello.

    Saat saluran ASI tumbuh dan berkembang selama kehamilan, terkadang ada sedikit perdarahan di dalam payudara. Itu kemudian 'dicuci' saat kolostrum atau ASI dikeluarkan.

    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id