kisah

    Sabrina dan Elena Bensawan, Sedari Muda Berbuat Banyak bagi Bangsa

    Raka Lestari - 25 Maret 2020 06:00 WIB
    Sabrina dan Elena Bensawan, Sedari Muda Berbuat Banyak bagi Bangsa
    Sabrina dan Elena Bensawan, berbagi kisah menarik untuk berbagi tak harus menunggu sampai tua. (Foto: Dok. Saab Shares)
    Jakarta: Tidak harus menunggu tua untuk bisa memberikan kontribusi bagi negara. Sabrina Bensawan dan Elena Bensawan yang merupakan founder dari Saab Shares menunjukkan bahwa kebaikan sekecil apapun bisa memberikan dampak bagi banyak orang.

    Saab Shares sendiri merupakan organisasi sosial yang berfokus ke bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan wanita. Organisasi ini didirikan pada tanggal 5 Maret 2014 oleh Sabrina Bensawan, yang pada saat itu berulang tahun ke-16 dan adiknya, Elena Bensawan yang juga turut berkontribusi. Nama “Saab” sendiri diangkat dari nama “Sabrina” dan Shares berarti berbagi.

    Tertarik membuat Saab Shares

    Dua perempuan cantik ini berbagi cerita inspiratif tentang peran orang tua yang menyemangatinya untuk berbagi.

    "Kita beruntung punya orang tua yang mengajarkan values untuk berbagi. Dari kecil kita melihat dari orang tua sebagai salah satu orang yang paling generous yang kita kenal dan kita grow up with the values,” ujar Sabrina dalam acara Srikandi Metro TV.

    Elena juga menambahkan, “Dari kecil kita bisa sekolah, apapun yang kita butuhkan dicukupkan dan di sana masih banyak orang-orang yang membutuhkan,” tutur wanita berambut panjang ini. 

    Sabrina dan Elena Bensawan, Sedari Muda Berbuat Banyak bagi Bangsa
    (Sabrina dan Elena Bensawan berbagi cerita inspiratif tentang peran orang tua yang menyemangatinya untuk berbagi. Foto: Dok. Saab Shares)

    Elena juga menambahkan bahwa ia melakukan kegiatan sosial di Saab Shares ini tanpa ada keraguan. “With courage, kita berani yang penting take action, bertindak dulu.”

    Sabrina bercerita bahwa pada awal mendirikan Saab Shares, ia dan Elena sempat juga mengalami kesulitan dalam hal dana. 

    “Contohnya waktu itu mau membuat rumah belajar kami yang pertama. Waktu itu Saab Shares baru berjalan satu tahun dan aku masih 17 tahun, Elena masih 15 tahun. Kita cuma punya Rp5 juta dan kita harus kontrak rumah untuk buat rumah belajar.”

    Dengan keterbatasan tersebut, Sabrina dan Elena mencari jalan keluar dengan menjual berbagai macam merchandise seperti tumblr dan t-shirt yang mereka buat sendiri. 

    “Itu semua saya design pakai handphone doang karena semua serba terbatas. Kita tidak punya pegawai ataupun hire designer. The power of kepepet,” ujar Sabrina sambil tertawa.

    Pertama kali membuat Saab Shares

    “Waktu itu trigger-nya pas ulang tahun ke-16 aja sebenarnya. Akan tetapi aku dan Elena dari dulu selalu bersama, saling sumbang ide. Dan balik lagi, soal dana kita merasa kalau kita berusaha dan konsisten pasti selalu tercukupi. Jadi thank God kita belum pernah menyusahkan orang tua,” tutur Sabrina.

    Dengan usaha dan kerja keras di bidang sosial, kakak beradik ini berhasil mendapatkan penghargaan Forbes 30 Under 30 Asia 2019 namun bagi keduanya penghargaan bukanlah tujuan utama dari organisasi soaial yang mereka dirikan tersebut.

    “Kami bersyukur atas penghargaan yang kami raih, tetapi yang paling penting adalah kami selalu berharap bahwa apa yang kami lakukan dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama,” ujar Elena. 

    “Terutama remaja-remaja lain untuk melakukan apa yang kita lakukan atau yang lebih besar lagi di lingkungan mereka masing-masing agar perubahan yang baik dapat terjadi.”

    Sabrina juga bercerita bahwa ia tidak pernah terbayang bisa mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. “Jadi kita bersyukur banget dan kita benar-benar berharap bahwa ini bisa menginspirasi orang. Bahwa kita anak remaja yang biasa saja, penuh dengan keterbatasan, tetap bisa maka semua orang pun pasti bisa,” ujar wanita yang murah senyum ini.

    Sabrina dan Elena Bensawan, Sedari Muda Berbuat Banyak bagi Bangsa
    (Sabrina dan Elena Bensawan mengatakan melakukan kegiatan sosial di Saab Shares ini tanpa ada keraguan. Foto: Dok. Instagram Saab Shares/@saabshares)

    Ide membuat rumah belajar

    Dua wanita cantik ini menyambung perbuatan baiknya dengan membuat rumah belajar. Mereka percaya bahwa pendidikan itu bisa memutus rantai kemiskinan. Dan pendidikan itu bisa merubah hidup sebuah keluarga dan generasi-generasi berikutnya. 

    "Maka dari itu kita membuat rumah belajar di mana kita kasih pendidikan gratis,” jelas Sabrina.

    Ia juga menceritakan bahwa selain memberikan pengajaran, Saab Shares berfokus juga kepada character building, pendidikan karakter, pengembangan karakter, dan juga pengembangan skill. 

    “Karena kita percaya bahwa anak-anak yang memiliki karakter baik dan akademis yang bagus itu bisa membawa mereka ke kehidupan yang lebih baik lagi. Itu yang akan membuat mereka to achieve better things in life.”

    Namun, ibarat pepatah lama 'Tak ada Gading yang Tak Retak', dua wanita cantik ini juga pernah kesulitan membujuk anak/orang tua dari anak-anak tersebut untuk belajar di Saab Shares. Katanya, dulu awal tahun 2014 orang yang dibantu itu tidak tahu bahwa mereka dalam sebuah masalah, yaitu dalam lingkar kemiskinan. 

    "Dan mereka merasa bahwa itu bukan masalah, sehingga tidak perlu berubah,” tutur Sabrina yang menekankan bahwa memang untuk melakukan perubahan sangatlah sulit karena itu bukanlah hal yang menyenangkan.

    Selain itu, Sabrina juga mengatakan bahwa karena dirinya dan Elena memulai pada saat keduanya masih cukup kecil sehingga banyak orang yang masih belum percaya kepada mereka. Sehingga itu merupakan salah satu masalah yang mereka hadapi saat itu. Namun mereka tak pernah menyerah.


    (Rumah Belajar Saab Shares cabang Jogjakarta, di Dusun Tubin. Foto: Dok. Instagram Saab Shares/@saabshares)

    Challange mengajar anak-anak

    Tak mudah memang dalam berjuang, apalagi untuk mengajar anak-anak, perlu melakukan berbagai hal kreatif. “Kita selalu berusaha untuk membuat itu lucu buat anak-anak, seperti menggunakan stiker, kita tempel frame yang lucu-lucu agar anak-anak merasa nyaman, sehingga mereka merasa look forward untuk hadir,” ujar Elena.

    Selain itu, Elena juga menambahkan bahwa dirinya dan Sabrina mencoba untuk selalu mengikuti perkembangan terkini, memberikan anak-anak akses terhadap buku-buku yang berkualitas dan buku-buku tersebut selalu bertambah. 

    “Kemudian kita juga punya program-program yang baru, punya kelas baru, misalnya di Jakarta kita punya kelas komputer, kita punya kelas painting, kita punya kelas bahasa Italia bahkan,” tutur Elena.

    Sabrina dan Elena Bensawan, Sedari Muda Berbuat Banyak bagi Bangsa
    (Saat ini Saab Shares sendiri fokus terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan wanita. Tiga program inilah yang menjadi fokus bagi Saab Shares. Foto: Dok. Saab Shares)

    Apakah pernah merasa lelah dan ingin berhenti? 

    Dua wanita ramah ini menjawab, “Namanya juga anak muda, biasa. Kita sempat merasa lelah, sedih, waktu itu pernah diusir dan kita nangis. Tapi itu dulu karena masih kecil, masih bocah, tetapi kita terus berjalan maju," katanya.

    Sabrina sahuti, "Kenapa kita enggak pernah menyerah? Karena visi kita jauh lebih besar dari challenge itu sih,” ujar perempuan yang kini berusia 22 tahun ini. 

    Bagi mereka melihat pencapaian adalah tujuannya. Elena menceritakan bahwa setiap perubahan dari anak-anak yang dibantu melalui Saab Shares merupakan reward terbesar bagi dirinya. 

    Sabrina juga menambahkan melihat ibu yang dulunya harus meminjam uang hanya untuk makan sekarang bisa untuk menabung untuk kuliah anaknya. Atau melihat anak-anak yang tadinya karakternya kurang baik, walaupun dalam kondisi finansial terbatas tapi bisa memikirkan orang lain. Itu yang membuat mereka sangat bangga. "Itu priceless...” sahut Elena.

    “Award itu hanya bonus, tetapi saat kita melihat orang yang kita bantu berubah. Itu yang terus membuat kita semangat,” ujarnya.

    Saat ini Saab Shares sendiri fokus terhadap pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan wanita. Tiga program inilah yang menjadi fokus bagi Saab Shares karena menurut Sabrina, pendidikan tanpa kesehatan yang baik maka tidak efektif.

    “Pada awalnya kita memulai hanya dengan pendidikan dan kesehatan, tetapi kita lihat kalau pendidikan kurang efektif tanpa dukungan orang tua terutama ibu karena ibu selalu mendampingi anak-anaknya,” ujar Sabrina.

    Pesan untuk perempuan atau anak muda yang memiliki panggilan sosial dari dua perempuan ini adalah, “Kalau aku dari anak remaja yang penuh keterbatasan, dengan passion, kegigihan, ketekunan, dan konsistensi, semua pasti bisa dilakukan. Start from heart,” ujar Sabrina.

    Elena juga menambahkan, “Just do it. Aku percaya semua orang bisa berkontribusi dengan cara dan bidangnya masing-masing. Saat kita mendidik seorang anak, kita bukan saja sedang menentukan masa depan anak tersebut tetapi kita sedang menentukan masa depan bangsa," pungkasnya.



    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id