6 Cara Mengajari Anak Mengelola Kemarahan

    Anda Nurlaila - 11 Januari 2020 06:01 WIB
    6 Cara Mengajari Anak Mengelola Kemarahan
    Sama seperti orang dewasa, anak mengalami kemarahan dalam kehidupan mereka. (ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Sama seperti orang dewasa, anak mengalami kemarahan dalam kehidupan mereka. Cara terbaik mencegah perkembangan perilaku agresif ini adalah mengajari mereka bagaimana mengelola kemarahan. 

    Seperti dimuat dalam Psychology Today, ada 6 ide untuk membantu mereka menangani saat merasa marah: 

    1. Jadi model ketenangan

    Cara terbaik adalah memberi teladan. Anak akan meniru orang yang melakukannya. Jadikan pengalaman yang membuat frustasi sebagai pelajaran bagi anak bagaimana bersikap tenang. 

    Sebagai contoh, saat menerima telepon yang mengatakan biaya perbaikan mobil dua kali lipat.  Anda merasa sangat marah dan anak berada di dekat Anda. Kerahkan setiap ketenangan dan gunakan untuk mengendalikan kemarahan dan katakan pada anak, " Saya sangat marah sekarang. Bengkel mobil baru saja menggandakan biaya perbaikan mobil." Selanjutnya tawarkan solusi dengan tenang. "Saya akan berjalan-jalan sebentar agar bisa tenang kembali." Contoh yang Anda perlihatkan akan diikuti anak. 

    2. Keluar dan tenangkan diri. 

    Salah satu bagian paling sulit dalam mengasuh anak adalah ketika anak-anak mengarahkan kemarahan mereka kepada kita. Jika tidak hati-hati, Anda menemukan kemarahan mereka memicu emosi dalam diri Anda yang tidak pernah Anda sadari ada di dalam diri Anda. 

    Waspadalah: kemarahan itu menular. Yang terbaik adalah membuat peraturan di rumah Anda sejak awal: "Di rumah ini kita memecahkan masalah saat telah tenang dan terkendali." Lakukan secara konsisten untuk memperkuat aturan.

    Jika anak marah dan ingin keinginannya segera terlaksana, Anda bisa menjawab,"Saya perlu waktu istirahat. Kita bicarakan ini nanti,".

    Anda dapat keluar dengan tenang tanpa berkata apa-apa lagi. Seorang ibu mengatakan perlu mengunci dirinya dalam kamar hingga anak-anak benar-benar tenang. Butuh beberapa lama "waktu terkunci" bagi anak itu untuk menyadari bahwa ibunya serius. Sejak itu, anaknya mengerti ibunya hanya membicarakan masalah jika dia dalam keadaan terkendali. 

    3. Kembangkan kosakata menyangkut perasaan. 

    Banyak anak yang menunjukkan kemarahan karena mereka tidak tahu cara mengekspresikan frustrasi mereka dengan cara lain. Menendang, berteriak, bersumpah, memukul, atau melempar barang mungkin satu-satunya cara mereka menunjukkan perasaan. Meminta anak seperti ini untuk "menceritakan perasaanmu" tidak realistis. Karena anak tidak belajar kata-kata untuk memberi tahu Anda bagaimana perasaannya! 

    Untuk membantunya mengungkapkan amarahnya, buat poster berisi kata-kata perasaan. Ajak anak dengan mengatakan, "Mari kita pikirkan semua kata yang bisa kita gunakan yang memberi tahu orang lain bahwa kita benar-benar marah," kemudian daftarkan ide-idenya.

    Beberapa di antaranya adalah Berikut ini beberapa di antaranya: marah, kesal, frustrasi, geram, jengkel, teringat, terganggu. Tuliskan pada bagan, gantung dan sering-seringlah menggunakannya. 

    Ketika anak Anda marah, gunakan kata-kata itu sehingga ia dapat menerapkannya dalam kehidupan nyata: "Sepertinya Anda benar-benar marah. Ingin membicarakannya?" atau "Kamu kelihatan sangat kesal. Apakah kamu harus mengeluarkannya?" Terus tambah kata-kata emosi baru dalam daftar untuk menambah momen belajar sepanjang hari. 
    6 Cara Mengajari Anak Mengelola Kemarahan
    Sama seperti orang dewasa, anak mengalami kemarahan dalam kehidupan mereka. (Ilustrasi/pexels)

    4. Buat poster menenangkan. 

    Banyak cara membantu anak untuk menenangkan diri saat marah tapi mereka sering tidak diberi kesempatan tersebut. Jadi mereka terus mendapat masalah karena satu-satunya perilaku yang mereka tahu adalah cara tidak pantas mengekspresikan kemarahan mereka. 

    Bicarakan dengan anak Anda tentang perilaku "pengganti" marah yang lebih bisa diterima. Beberapa di antaranya: berjalan pergi, membayangkan tempat damai, berlari, memukul bantal, menembak keranjang, menggambar, berbicara dengan seseorang, atau menyanyikan lagu. Setelah anak memilih teknik "tenang", dorong dia untuk menggunakan strategi yang sama setiap kali dia mulai marah.
    6 Cara Mengajari Anak Mengelola Kemarahan
    (Ilustrasi/Pexels)

    5. Kembangkan kesadaran peringatan diri.

    Jelaskan kepada anak bahwa semua orang memiliki tanda-tanda kecil yang memperingatkan kita ketika kita marah. 

    Kita harus mendengarkan mereka karena mereka dapat membantu kita menghindari masalah. Selanjutnya, bantu anak Anda mengenali tanda-tanda peringatan spesifik apa yang mungkin ia miliki yang mengatakan bahwa ia mulai kesal seperti, "Aku berbicara lebih keras, pipiku memerah, aku mengepalkan tinjuku, jantungku berdebar, jantungku berdebar, mulutku mengering, dan aku bernafas lebih cepat. " 

    Begitu anak menyadarinya, mulai tunjukkan padanya kapan pun dia mulai merasa frustrasi. "Sepertinya kamu mulai lepas kendali." atau "Tanganmu mengepal sekarang. Apakah kamu merasa mulai marah?" Semakin kita membantu anak-anak mengenali tanda-tanda peringatan kemarahan awal ketika kemarahan mereka pertama kali dipicu, semakin baik mereka mampu menenangkan diri.

    Ini strategi manajemen kemarahan paling efektif. Kemarahan meningkat dengan sangat cepat, dan menunggu anak sampai meleleh untuk dapat mengendalikan diri biasanya sudah terlambat.

    6. Ajarkan strategi pengendalian amarah. 

    Strategi yang sangat efektif untuk membantu anak-anak menjadi tenang disebut "3 + 10." 

    Tuliskan formula anti-marah di beberapa tempat yang mudah dibaca di rumah. Beritahu anak bagaimana menggunakan formula tersebut. "Jika merasa tubuh mengirim tanda peringatan akan marah, lakukan dua hal. Pertama, ambil tiga kali napas dalam-dalam dari perut."  

    Tunjukkan padanya cara menarik napas dalam-dalam lalu katakan padanya untuk berpura-pura naik eskalator. Mulailah dari anak tangga paling bawah. Saat Anda menarik napas, naiklah eskalator perlahan. Tahan, sekarang! Naik eskalator perlahan dan lepaskan napas pada saat bersamaan."Itulah formula 3. Sekarang hitung perlahan sampai 10 dalam kepala. Semuanya disebut 3+10 yang membantu membuat tenang."





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id