Mengapa Korban Kekerasan Bertahan?

    Kumara Anggita - 30 Oktober 2019 15:04 WIB
    Mengapa Korban Kekerasan Bertahan?
    Kekerasan sering dilakukan oleh orang terdekat--(ilustrasi--Pexels)
    Jakarta: Kekerasan sering dilakukan oleh orang terdekat. Karena itu, sulit untuk mendeteksi dan menyelamatkan diri.

    Banyak faktor yang membuat seseorang tetap bertahan dalam hubungan tersebut. Melansir dari Psychology Today, alasan yang paling dominan adalah ketergantungan.

    Ketergantungan terjadi karena adanya kontrol dari pelaku, rasa malu tentang kekerasan, dan sifat disfungsional dari hubungan yang menurunkan harga diri dan kepercayaan diri korban. Hal ini menyebabkan korban menarik diri dari teman dan keluarga dan menciptakan lebih banyak rasa takut dan ketergantungan pada pelaku kekerasan itu sendiri. Korban semakin takut ditinggalkan.

    Sang korban berharap pelaku akan berubah. Karena dalam hubungan tersebut akan tetap ada masa-masa baik di antara mereka.

    Misalnya, pelaku memiliki kepribadian yang membuat sang korban jatuh hati. Pelaku menawan dan romantis, dia juga mungkin sukses, dan selalu mengatakan cinta pada korban.

    Jika korban memiliki hubungan yang menyakitkan dengan orang tua saat bertumbuh, ini akan membuat dia bingung membedakan rasa cinta dan rasa sakit.

    Selain itu, korban juga tetap bertahan karena beberapa alasan lain yaitu:

    1. Keuangan.

    2. Tidak ada tempat lain untuk tinggal.

    3. Tidak ada dukungan emosional dari luar.

    4. Kekhawatiran akan pengasuhan anak.

    5. Menyalahkan diri sendiri atas pelecehan yang terjadi.

    6. Menyangkal, meminimalkan, dan merasionalisasi kekerasan.

    7. Harga diri dan kepercayaan diri rendah.

    8. Mereka mencintai pelaku.

    Jika Anda adalah korban pelecehan, Anda merasa malu. Anda telah dipermalukan dan harga diri dan kepercayaan diri Anda telah dirusak. Anda menyembunyikan pelecehan dari orang-orang yang dekat, sering kali untuk melindungi reputasi pelaku dan karena rasa malu Anda sendiri.

    Pelaku menggunakan taktik untuk mengisolasi Anda dari teman dan orang yang dicintai dengan mengkritik mereka dan membuat pernyataan yang dirancang untuk memaksa Anda memihak padanya.

    Jika pelaku merasa diremehkan, maka Anda harus memihaknya, atau ini artinya Anda berteman dengan musuh. Ini dirancang untuk meningkatkan kontrol atas Anda dan ketergantungan Anda padanya.

    Segeralah melakukan tindakan untuk melindungi diri Anda walaupun Anda tergantung padanya dalam segi apapun. Mintalah perlindungan pada orang yang tepat.
       




    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id