Menangani Perilaku Agresif pada Balita

    Medcom - 22 Oktober 2019 09:26 WIB
    Menangani Perilaku Agresif pada Balita
    Bagaimana menangani perilaku si kecil yang agresif? Berikut informasinya. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Sering kali perilaku anak menyenangkan hati Anda. Tapi, ada saat-saat lain yang mungkin membuat Anda sedikit kewalahan.

    Anak balita atau prasekolah cenderung mengekspresikan keinginannya melalui kontak fisik karena mereka belum mampu mengekspresikannya dengan bahasa pada umumnya.

    Sama halnya menurut Dr Eileen Kennedy-Moore, balita mungkin tidak memiliki kontrol diri untuk mengekspresikan frustasi atau kemarahannya secara damai. Balita cenderung menyerang secara alami, seperti memukul atau menggigit.

    Sikap orang tua mengamankan anak-anak

    Ketika melihat anak Anda menyakiti anak lain, apa yang akan Anda lakukan? Membiarkan sang buah hati beradaptasi sendiri atau menghampiri dan meleraikannya?

    Sebaiknya, Anda harus segera mengatasinya. Karena keselamatan anak-anak adalah yang utama. Hampirilah si kecil dan meleraikannya dengan kontak fisik dan kata-kata yang mudah dipahami.

    Menghibur anak yang terluka

    Dr Eileen mengatakan, setelah terjadi penyerangan atau pertikaian dua anak prasekolah, sebaiknya orang tua menghibur balita yang terluka lebih dulu kemudian menemui balita yang agresif.

    Hal ini juga dilakukan untuk memberikan pemahaman pada si kecil bahwa melukai temannya, tidak membuatnya menjadi pemenang atau langsung diperhatikan oleh orang tua.

    Anda mungkin tidak menginginkan yang agresif mendapat perhatian lebih dari yang terluka meskipun keduanya sama-sama balita atau anak prasekolah.

    Menangani Perilaku Agresif pada Balita
    (Ketika melihat si kecil agresif, sebaiknya, Anda harus segera mengatasinya. Karena keselamatan anak-anak adalah yang utama. Hampirilah si kecil dan meleraikannya dengan kontak fisik dan kata-kata yang mudah dipahami. Foto: Pexels.com)

    Memberi pemahaman pada balita yang agresif

    Kemudian setelah menghibur balita yang terluka, Anda masih memiliki kewajiban untuk memberikan pemahaman kepada balita yang menyerang, bantu si kecil memahami apa yang telah ia lakukan.

    Berikan pengetahuan tentang keselamatan, kebaikan hati (empati), dan bagaimana perasaan anak lain jika terluka, tentunya dengan kata yang mudah dipahami oleh si kecil seperti "tidak boleh memukul, memukul itu sakit," ujar Dr Eileen.

    Usia agresif

    Jika anak berusia di atas tiga tahun, ini akan menjadi pembelajaran yang baik dalam waktu singkat, dalam arti untuk menenangkan diri si kecil.

    Tetapi semakin muda usia anak, semakin Anda memiliki kewajiban untuk turun tangan secara fisik yaitu menghentikan atau mencegah agar sang buah hati tidak melukai teman-temannya.

    Bagi anak yang lebih besar, Anda dapat membantu mereka berpikir tentang menghindari situasi di mana mereka mungkin pernah melakukan penyerangan atau memukul seseorang di masa lalu.

    Anda dapat membantu mereka mengenali situasi yang cenderung memicu agresi. Salah satu caranya mungkin dengan membuat si kecil sadar dengan perasaannya sendiri.

    Ketika Anda mengakui perasaan si kecil saat mereka mulai merasa marah atau frustasi, biasanya itu akan membantu mereka untuk lebih tenang, sehingga mereka tidak melakukan agresi.

    Mengajari pengungkapan kata yang mudah dipahami
    Anda juga dapat membantu si kecil memelajari bahasa yang dipakai untuk menghadapi situasi yang membuat frustasi. Misalnya beberapa frasa seperti 'saya mau menggunakan itu lebih dulu' atau 'saya ingin mainan mobil juga'.

    Dengan memberikan contoh-contoh bahasa seperti ini, anak mungkin akan belajar untuk berbicara dulu sebelum melakukan agresi.

    Jika perilaku agresif anak Anda terus menjadi masalah dan berlanjut selama prasekolah, mungkin Anda bisa berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

    Sandra Odilifia





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id