Avitex 2016

    Menentukan Jurusan Kuliah Sesuai Kepribadian

    Anindya Legia Putri - 02 Desember 2016 10:43 WIB
    Menentukan Jurusan Kuliah Sesuai Kepribadian
    (Foto:Shutterstock)
    medcom.id, Jakarta: Setiap individu unik, dengan kepribadian yang beragam. Tanpa disadari, kepribadian tersebut yang akhirnya menggiring seseorang dalam memutuskan berbagai hal. Dari sekadar menentukan tempat nongkrong, menentukan pakaian apa yang akan dipakai, hingga hal-hal yang menyangkut masa depan, seperti menentukan jurusan kuliah.

    Sebuah meta-analisis baru dari penelitian psikologi menemukan bahwa jurusan kuliah yang Anda pilih tak hanya menentukan skor IQ, tapi juga dapat mengungkapkan banyak hal tentang kepribadian Anda. Psikolog Anna Vedeldari Aarhus University di Denmark, melakukan penelitian menggunakan Teori Sifat Kepribadian “Model Lima Besar” atau “Big Five Personality Traits Model” yang dikemukakan oleh psikolog terkenal Lewis Goldberg, menunjukkan bahwa terdapat korelasi kuat antara kepribadian dan jurusan akademis.

    5 Teori Kepribadian (Big Five Personality Traits Model) tersebut, yakni:

    1. Openess to Experience (terbuka terhadap hal-hal baru)

    Tipe kepribadian Opennes to Experience mengelompokkan individu berdasarkan ketertarikan terhadap hal-hal baru dan keinginan untuk mengetahui, serta mempelajari sesuatu yang baru. Karakteristik positif pada individu yang memiliki dimensi ini cenderung lebih kreatif, imajinatif, intelektual, penasaran dan berpikiran luas. Sifat yang berlawanan dengan “Openness to Experience” adalah individu yang cenderung konvensional dan nyaman terhadap hal-hal yang telah ada, serta menjadi gelisah jika diberikan tugas-tugas baru.

    2. Conscientiousness (berhati-hati)

    Individu yang memiliki kepribadian Conscientiousness cenderung berhati-hati dalam melakukan suatu tindakan, dan penuh pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan. Mereka juga memiliki disiplin diri yang tinggi dan dapat dipercaya. Karakteristik positif pada kepribadian ini adalah dapat diandalkan, bertanggung jawab, tekun, dan berorientasi pada pencapaian.

    3. Extraversion (terbuka)

    Seseorang dengan kepribadian extraversion memiliki kenyamanan dalam berinteraksi dengan orang lain. Karakteristik positif individu extraversion adalah senang bergaul, mudah bersosialisasi, hidup berkelompok dan tegas. Berkebalikan dengan kepribadian extraversion adalah Introversion. Mereka pemalu, suka menyendiri, penakut, dan pendiam.

    4. Agreeableness (bekerja sama)

    Individu dengan kepribadian Agreableness cenderung lebih patuh dan memiliki kepribadian yang ingin menghindari konflik. Karakteristik positifnya adalah kooperatif (dapat bekerjasama), penuh kepercayaan, bersifat baik, hangat dan berhati lembut serta suka membantu.

    Karakteristik kebalikan dari sifat “Agreeableness” adalah mereka yang tidak mudah bersepakat dengan individu lain karena suka menentang, bersifat dingin dan tidak ramah.

    5. Neuroticism (stabil)

    Seseorang dengan kepribadian neuroticism cenderung kuat dalam menghadapi tekanan dan stres. Karakteristik positif dari neuroticism disebut dengan emotional stability (stabilitas emosional), yaitu individu dengan emosi yang stabil, cenderung tenang saat menghadapi masalah, percaya diri, dan memiliki pendirian teguh.

    Dalam penelitiannya, Vedel mengidentifikasi sekitar 13.389 kecenderungan perilaku mahasiswa dalam dua belas disiplin ilmu yang berbeda. Hasilnya, terdapat lima kepribadian yang umum muncul dari lima disiplin ilmu, yakni seni dan ilmu sosial, ekonomi, hukum, teknik, dan sains.  

    Berikut ini, sifat-sifat yang umum dimiliki mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

    1. Mahasiswa seni dan ilmu sosial

    Mahasiswa dari jurusan ini memiliki kepribadian neuroticism yang tinggi atau kepribadian yang terbuka pada orang lain, percaya diri,  memiliki pendirian yang teguh. Namun rendah untuk conscientiousness, yakni cendurung kurang bertanggung jawab, terburu-buru, tidak teratur. Dengan dimensi kepribadian extraversion yang rata-rata, ini berkaitan dengan tingkat kenyamanan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain, yakni cenderung tidak suka mencampuri masalah orang lain.

    2. Mahasiswa ekonomi

    Mahasiswa jurusan ini memiliki kepribadian extraversion yang tinggi, artinya memiliki tingkat kenyamanan seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain, senang bergaul, mudah bersosialisasi, hidup berkelompok dan tegas. Tetapi rendah dalam keterbukaan dan tidak suka mencampuri masalah orang lain. Dan memiliki kepribadian neurotisisme yang rata-rata, yakni dalam hal menekan emosi atau stres.

    3. Mahasiswa hukum

    Mahasiswa dalam jurusan ini cencerung memiliki dimensi kepribadian extraversion yang tinggi, sama seperti pada jurusan ekonomi. Mereka juga cenderung memiliki kecermatan dan emosi yang cukup baik walau tidak bisa disebut sangat menonjol. Kecenderungan sifat yang muncul adalah keterbukaan diri serta keramahan yang cukup rendah.

    4. Mahasiswa teknik

    Mahasiswa jurusan ini memiliki kepribadian neourotisisme yang tidak menonjol, atau kecermatan yang dimiliki rata-rata. Dan juga memiliki nilai yang rendah dalam hal keterbukaan sifat.

    5. Mahasiswa sains

    Sementara, untuk mahasiswa sains memiliki keterbukaan yang lebih tinggi dibanding bidang lainnya. Dan menunjukkan tingkat menengah dari neurotisisme, atau tidak menonjol dari segi emosional.



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id