Ini 4 Fase Ideal saat Bercinta

    Dhaifurrakhman Abas - 09 Agustus 2019 20:06 WIB
    Ini 4 Fase Ideal saat Bercinta
    Hubungan seks normalnya dilakukan pasangan suami-istri dalam tempo dua hingga tiga kali seminggu. (Foto: Pixabay/Pexels)
    Menurut dr. Boyke, pasangan harus menerapkan empat fase saat melakukan hubungan suami-istri. Di antaranya, foreplay, penetrasi, orgasme, dan peredaan. Keempat fase ini sama-sama penting untuk dilakukan


    Jakarta: Frekuensi berhubungan seks dengan pasangan harus dipertahankan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keharmonisan dalam keluarga.

    Seksolog Indonesia, dr. Boyke Dian Nugraha, mengatakan, hubungan seks normalnya dilakukan pasangan suami-istri dalam tempo dua hingga tiga kali seminggu. Namun ini mengikuti kebutuhan dan riwayat produktivitas pasangan.

    "Tergantung daripada usia, kalau mau normalnya seminggu dua kali, tiga kali," kata Boyke, di Golden Boutique Hotel, Melawai.

    Selain itu, dr. Boyke menganjurkan pasangan melakukan empat fase setiap kali melakukan sesi bercinta. Tujuannya agar pasangan suami-istri sama-sama mendapatkan hubungan seks yang sehat dan kepuasan.

    "Berhubungan seks bukan tentang penetrasi. Tapi ada empat fase pertama, foreplay (rangsangan), penetrasi, orgasme dan peredaan setelah berhubungan seks," ujar dr. Boyke.

    Menurut dr. Boyke, pada fase rangsangan atau yang dikenal dengan foreplay ini, sebaiknya dilakukan dengan durasi minimal 5 hingga 10 menit. Hal ini ditandai dengan terjadinya reaksi fisik berupa ereksi pada penis dan perlendiran vagina.

    Ketika pasangan sudah menerima rangsangan seksual dan mengalami reaksi fisik, kata dr. Boyke, barulah fase penetrasi bisa dilakukan. Dia bilang, durasi penetrasi normal dilakukan selama 5 sampai 12 menit.

    "Kalau kurang dari 3 menit, atau kurang dari 20 tusukan, itu kita katakan (pria) ejakulasi dini. Tapi kalau 3-5 menit, itu normal, karena 60 persen wanita sudah orgasme dalam 5 menit," beber dia.

    Fase penetrasi, menurut dr. Boyke, paling ideal terjadi ketika pasangan sama-sama mengalami orgasme yang merupakan fase ketiga. Pada titik ini, dia menekankan, para pria dapat memperlama ritme penetrasi.

    "Pokoknya buat pria itu (penis) harus keras dan tahan lama. Kalau dia bisa sampai menaikkannya durasi penetrasi sampe 9 menit, maka 70 persen wanita sudah orgasme. Naik lagi sampai 12 menit, 90 persen sudah orgasme. jadi durasi itu menentukan," jelasnya.

    Meski demikian, dr Boyke bilang, orgasme bukan merupakan akhir dari sesi bercinta. Agar mendapatkan kualitas hubungan seksual yang baik, kedua pasangan harus melakukan fase akhir, yaitu sesi peredaan.

    "Peredaan setelah orgasme itu penting sekali. Semua pembuluh darah melebar, mengalami relaksasi, sehingga kulit jadi lebih sensitif hingga 20 persen. Untuk itu, setelah orgasme, lakukan ciuman dan pelukan terhadap pasangan. Setelahnya membersihkan diri," tandasnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id