Konflik di Keluarga Sumber Munculnya Delinkuensi Remaja

    Sunnaholomi Halakrispen - 21 Mei 2020 14:58 WIB
    Konflik di Keluarga Sumber Munculnya Delinkuensi Remaja
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Salah satu remaja berinisial NF menjadi perhatian publik setelah membunuh tetangganya, balita (bayi lima tahun) berinisial AP, di kediamannya di Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Maret 2020. Salah satu penyebab terjadinya kekerasan tersebut bisa dari keluarga.

    "Kualitas rumah tangga atau kehidupan keluarga memegang peranan penting dalam membentuk kepribadian remaja," ujar Kriminolog Haniva Hasna, M. Krim kepada Medcom.id.

    Haniva memaparkan bahwa rumah tangga yang berantakan disebabkan oleh berbagai hal. Di antaranya, bisa karena kematian ayah atau ibu, terjadinya perceraian orang tua, hidup terpisah antar keluarga, poligami, ayah yang mempunyai kekasih simpanan atau sebaliknya, maupun keluarga yang diliputi konflik keras.

    "Semua hal tersebut merupakan sumber yang memunculkan delinkuensi remaja. Dalam hal ini NF adalah produk broken home, saat ini NF tinggal bersama ayah dan ibu tiri," paparnya.

    Delinkuensi sendiri merupakan tingkah laku yang menyalahi secara ringan norma dan hukum, yang berlaku dalam suatu masyarakat.

    Menurut Haniva, dari kondisi keluarga yang kurang harmonis itu merembet memberikan penyebab lainnya. Sehingga, NF pun tega melakukan kekerasan hingga pembunuhan pada seorang balita.

    "Anak kurang mendapat perhatian, kasih sayang dan tuntunan pendidikan orang tua, karena masing-masing orang tuanya sibuk mengurusi permasalahan dan konflik batin sendiri," tuturnya.

    Terlebih lagi, perempuan berusia 15 tahun itu sempat mengalami pemerkosaan sebanyak 19 kali. Ia merupakan korban kekasihnya sendiri juga oleh dua pamannya.

    Sementara itu, lantaran apa yang telah dilakukan NF, ia pun menyerahkan diri kepada polisi, Jumat, 6 Maret 2020. NF dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dari pemeriksaan, NF ternyata diperkosa dua paman dan kekasihnya hingga hamil 14 minggu.

    Tersangka pembunuhan, NF, menyukai film Child's Play 1 yang tayang perdana pada 1988, dan kerap ditonton melalui ponsel saat sendirian. Film itu berisikan aksi boneka pembunuh, Chucky. Ia ingin sekali memiliki boneka Chucky dan mengobrol dengan boneka itu.

    NF juga diketahui gemar menggambar, namun tidak sewajarnya anak remaja seusianya. Ia menggambar karakter tokoh yang identik dengan kekerasan atau konsep sadistis, seperti Slenderman maupun perempuan yang terikat tambang. Gambar itu punya makna khusus bagi NF.

    NF juga senang membaca novel My Psychopath Boyfriend yang menceritakan seorang pembunuh terobsesi menghabisi perempuan pemilik nama berawal huruf B, E, A, U, T, atau Y.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id