Perlukah Berkomitmen dalam Menjalin Hubungan Asmara?

    Sunnaholomi Halakrispen - 29 Juli 2020 13:19 WIB
    Perlukah Berkomitmen dalam Menjalin Hubungan Asmara?
    Ilustrasi-Freepik
    Jakarta: Menjalin hubungan asmara dengan pacar atau kekasih terikat dengan status berpacaran itu sendiri. Namun, perlukah berkomitmen untuk melanjutkan hubungan itu ke jenjang pernikahan?

    Menurut Psikolog Klinis dan Sexuality Educator Inez Kristanti, M.Psi., Psikolog, konteks pengertian komitmen harus dipahami kedua belah pihak yang menjalin hubungan berpacaran. Apabila komitmen yang dimaksud ialah untuk selalu bersama-sama setiap saat, itu tidak baik karena ada paksaan untuk melekat terus-menerus.

    "Mau itu di pacaran atau sudah menikah, kamu 24 jam sehari bareng sama pasangan kamu, memangnya kamu enggak punya hidup (urusan lain) lagi? Kan enggak," ujar Inez, sapaannya, dalam Ngobras Medcom.id.

    "Jadi ada hal yang bisa kita share ke pasangan, kalau sudah menikah jadi lebih banyak. Tetapi tetap ada privasi yang kita punya untuk diri kita sendiri," tambahnya.

    Namun, kata Inez, jika pertanyaannya perlu berkomitmen untuk menikah atau tidak, metode berpikirnya harus diperluas. Sebab, komitmen tidak hanya didefinisikan dari status pernikahan.

    Perlukah Berkomitmen dalam Menjalin Hubungan Asmara?
    Inez Kristanti (Foto: Instagram/inezkristanti)

    "Kalau misalkan sudah sepakat untuk menjalani komitmen berdua ya itu sudah bagian dari kesepakatan kalian. Jangan sampai ada kesalahpahaman antara dua orang ini," jelasnya.

    Kesalahpahaman merupakan komunikasi yang buruk dan berisiko menimbulkan perpecahan dalam hubungan. Apabila Anda beranggapan bahwa status belum menikah (masih berpacaran) berarti masih bisa menjalin hubungan asmara dengan orang lain, pastikan pemahaman Anda itu sama dengan pasangan Anda.

    "Kalau misalkan sama-sama berpikir masih baik-baik saja jalan sama orang lain, ya berarti kalian belum berkomitmen banget dong. Selama itu tidak menyakiti satu sama lain bisa mengerti, ya terserah kalian," jelasnya.

    "Tetapi kalau yang satu mikir boleh melirik orang lain dan satu lagi mikirnya harus setia (beda pandangan) jadi enggak sinkron," pungkasnya.

    Maka dari itu, pastikan pemahaman Anda dan pasangan Anda berada di satu jalur yang sama. Supaya, tidak ada kesalahpahaman tentang komitmen yang tengah dijalani bersama.

    (FIR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id