Alasan Mengapa Seseorang Mencari Pasangan Berwajah Mirip

    Kumara Anggita - 11 Mei 2019 14:21 WIB
    Alasan Mengapa Seseorang Mencari Pasangan Berwajah Mirip
    Alasan Mengapa Seseorang Mencari Pasangan Berwajah Mirip (Foto: gettyimages)
    Jakarta: Satu sisi Anda suka dengan wajah mirip Kendall Jenner, satu sisi Anda suka wajah yang mirip dengan Anda. Jadi yang mana ya kira-kira selera asli Anda?

    Melansir dari Psychology Today, jika Anda mencari cinta, maka Anda cenderung mencari sosok dengan wajah yang mirip dengan Anda atau orang tua Anda.

    Berikut penjelasannya

    Menurut penelitian yang dalam buletin Kepribadian dan Sosial Psikologi Juli 2010, orang tertarik pada orang-orang yang menyerupai orang tua atau diri sendiri.

    Dalam sebuah studi ada gambar orang asing dan gambar diri mereka sendiri. Ketika subjek diminta untuk menilai orang-orang yang digambarkan menarik, mereka biasanya memilih orang-orang yang merupakan gabungan dari orang asing dan diri mereka sendiri.

    Di studi lainnya, subjek ditunjukkan gambar orang asing yang didahului oleh gambaran orang tua lawan jenis mereka sendiri. Subjek yang dipaparkan sekilas gambar orang tua lebih mungkin untuk memberikan peringkat yang lebih tinggi pada orang yang mirip orang tuanya.

    Ini mungkin menunjukkan bahwa tabu inses adalah konstruksi sosial yang dilembagakan untuk mencegah orang mengikuti insting mereka untuk menyukai orang tua. Namun, ada penjelasan lain mengapa seseorang tertarik pada orang yang mirip dengan diri sendiri.

    Para peneliti di perusahaan Genetika deCODE di Reykjavik dalam edisi 2008 Science, menemukan bahwa pernikahan antara sepupu ketiga atau keempat (sepupu jauh) di Islandia cenderung menghasilkan lebih banyak anak dan cucu daripada di antara individu yang sama sekali tidak terkait. Para peneliti menyarankan bahwa menikahi sepupu ketiga dan keempat mungkin optimal untuk reproduksi karena tingkat kesamaan genetik ini dapat menghasilkan kumpulan gen terbaik.

    Namun ini tidak diterapkan pada pasangan saudara kandung dan saudara sepupu pertama. Jika mereka kawin mereka dapat memiliki masalah perkawinan sedarah.

    Pada pandangan pertama, temuan seperti itu tampaknya bertentangan dengan apa yang disebut "efek Westermarck”. Artinya bahwa orang yang tumbuh bersama cenderung tidak saling jatuh cinta setelah mereka mencapai kematangan seksual.

    Padahal menurut  penelitian ditemukan sebaliknya. Hidup dengan jarak yang dekat tidak diragukan lagi merupakan faktor penentu desensitisasi dalam hal ketertarikan seksual.



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id