Tidak Perlu Paksa Balita untuk Berbagi, Ini Alasannya!

    Anda Nurlaila - 22 Juli 2019 13:23 WIB
    Tidak Perlu Paksa Balita untuk Berbagi, Ini Alasannya!
    Ilustrasi--Pexels
    Menumbuhkan rasa peduli pada balita tidak perlu harus membuat anak mau membagi miliknya. Orang tua perlu menunggu sampai anak siap secara mental dan emosional.


    Jakarta: Orang tua selalu mengajarkan anak bahwa saling berbagi dengan orang lain adalah kebaikan. Namun kerap kali balita sulit berbagi barang yang disukainya dengan orang lain.
     
    Menumbuhkan rasa peduli pada balita tidak perlu harus membuat anak mau membagi miliknya. Untuk menumbuhkan sikap ini, orang tua perlu menunggu sampai anak siap secara mental dan emosional.

    Parents menulis, balita belum dapat diajari empati dan berbagi seperti pada anak yang lebih besar. Konsep seperti berbagi belum dapat dipahami anak usia balita. Ada beberapa alasan.

    Balita belum tahu pasti bahwa mereka adalah individu

    Mereka sedang mengujinya dan membangun rasa diri. Sebagian besar balita mengalami fase "aku memiliki, oleh karena itu aku.

    "Ketika mereka meraih sesuatu dan mempertahankannya, ini bukan sebuah keegoisan. Saat ini, balita sedang belajar bahwa mereka adalah seorang individu. Dunia di sekitar mereka adalah laboratorium mereka. Kalimat "semua milikku!" adalah salah satu eksperimen yang mereka lakukan. Balita juga belum mengerti bahwa ada hal-hal yang juga dapat menjadi miliki orang lain, bukan hanya untuk mereka.

    Balita belum memahami konsep waktu

    Bagi mereka melepaskan apa pun berarti menyerah. Bahkan memberi tahu urutan terstruktur seperti bergantian main ayunan dapat mengganggu bagi mereka yang tidak memiliki kepekaan terhadap waktu. Bagi anak usia ini, berbagi sebenarnya tidak mungkin.

    Kontrol impuls

    Misal, jika balita berkata “Jika saya menginginkannya, itu milik saya! Jika saya menggunakannya kemarin, itu milik saya! Jika saya dapat mengambilnya darinya, itu milik saya!".  Balita menginginkan apa yang mereka mau saat itu juga. Adanya balita lain, mainan yang diperebutkan dan orang tua yang meminta mereka dapat memicu balita marah dan tantrum.

    Namun, ada sebagian balita yang lebih mudah berbagi dengan teman lain saat bermain. Hal ini juga bagian dari percobaan individu. Memberi pujian dan penghargaan pada anak membantu mendorong anak mempraktekkan keterampilan sosial emosional lebih sering di masa datang. Umumnya, dengan ketekunan latihan selama satu tahun, dapat meningkatkan empati.

    Pada saat otak anak mencapai perkembangan otak, sosialisasi, dan keinginan untuk berteman, ini mendorong anak untuk berbagi.

    Tetapi hingga balita berusia tiga tahun atau lebih, meminta balita berbagi bisa menjadi bumerang. "Berbagi" bagi anak adalah kata yang buruk, tindakan "berbagi" sesuatu yang harus dihindari. Agar anak tidak tumbuh egois, hindari mendesak anak untuk berbagi mainan.

    Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua sebelum balita mengerti berbagi.

    Beri label dan validasikan emosinya saat itu

    Jika mainan anak diambil seseorang, katakan pada anak bahwa dia tentu tidak suka jika mainannya diambil. Tenangkan anak dan katakan untuk memegang mainan mereka erat-erat. Kepada pengambil, sarankan untuk menanyakan dan meminta izin lebih dulu.

    Menjadi model untuk balita

    Balita melihat dunia dewasa untuk menjelaskan dunia mereka. Tunjukkan bahwa Anda menikmati berbagi, dan mereka juga ingin melakukannya. Namun orang tua perlu sabar hingga anak paham bahwa berbagi adalah kepedulian. Biarkan mereka memegang erat apa yang mereka anggap miliknya saat ini. Mereka akan siap melepaskan dan berbagi barang mereka ketika telah siap.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id