Trik agar Mertua dan Menantu Akur dalam Satu Rumah

    Kumara Anggita - 04 Oktober 2019 10:04 WIB
    Trik agar Mertua dan Menantu Akur dalam Satu Rumah
    Kecocokan antara mertua dan menantu bisa menjadi satu cara bahwa mereka layak berada dalam satu rumah (Foto: Unsplash)
    Jakarta: Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog, dari Sahabat Kariib menjelaskan bahwa hubungan antara mertua dan menantu sering tidak harmonis karena banyak alasan. Bahkan, potensi konflik akan semakin besar muncul ketika mereka tinggal dalam satu rumah.

    "Penelitian-penelitian menunjukkan yang tidak akur itu yang memiliki jenis kelamin yang sama, misal ibu mertua dengan menantu perempuan atau ayah mertua dengan menantu laki-laki. Kebanyakan yang terjadi karena berada dalam satu rumah. Karena idealnya satu rumah dihuni oleh satu keluarga. Satu kepala keluarga, satu kepala rumah tangga dan anak. Suami itu kepala keluarga, istri itu kepala rumah tangga dan anak," ujarnya saat dihubungi Medcom.id.

    Kendati demikian, ini bukan berarti mertua dan menantu benar-benar tidak bisa tinggal bersama. Bila semua anggota keluarga sepakat berusaha untuk bekerjasama, maka besar kemungkinan suasana yang harmonis bisa terjadi.

    Berikut tiga hal yang bisa dilakukan ketika mertua dan menantu berada dalam satu rumah:

    Membangun hubungan dan komunikasi yang baik

    Hubungan yang baik dapat dilakukan dengan membangun kepercayaan satu sama lain. Selain itu, pastikan dalam hubungan itu, mertua dan menantu mampu menyampaikan pikirannya dengan cara yang positif.

    "Ini bukan berarti iya iya aja atau nolak nolak terus namun lebih assertive. Lebih bisa mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan," jelasnya.

    Pasangan atau anak harus berkontribusi

    Dalam menyatukan dua pemikiran dibutuhkan penengah yang bijaksana. Bila penengah tersebut gagal mempertemukan kebutuhan dua belah pihak maka kecemburuan bisa timbul dan menimbulkan konflik baru.

    "Menantu bisa komunikasikan ke pasangan tentang potensi konflik yang mungkin sudah terjadi secara jelas. Pasangan harus ambil alih dalam resolusi konfliknya. Atau mencegah konflik karena kecenderungan orang akan membela salah satu pihak," paparnya.

    "Mengingat ini orang ini sudah berkeluarga, keputusan harus berdasarkan dua belah pihak yaitu suami dan istri. Bukan mertua dan anaknya," jelasnya.

    Menantu dan mertua saling buat batasan

    Sebelum memutuskan untuk tinggal bersama, pastikan prinsip apa yang dipegang oleh mertua dan menantu secara jelas. Cari tahu apakah mereka sudah cocok atau bisa bertoleransi dalam hal-hal tertentu.

    "Misalnya masak urusan siapa namun masalah anak lebih ke urusan saya. Itu yang harus dipatuhi dari awal mereka putuskan untuk tinggal bersama dan harus dituruti," ungkapnya.

    Dengan seperti itu, konflik yang muncul ketika mertua dan menantu berada dalam satu rumah bisa diminimalisir.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id