Orang Tua jadi Jembatan Guru dengan Anak selama Belajar di Rumah

    Sunnaholomi Halakrispen - 21 Mei 2020 17:04 WIB
    Orang Tua jadi Jembatan Guru dengan Anak selama Belajar di Rumah
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Pandemi covid-19 mengharuskan anak-anak untuk belajar di rumah, demi menekan angka penyebaran penyakit itu. Proses pembelajaran yang dilakukan di rumah pun berbeda dari biasanya, yakni melalui format daring (virtual schooling) sejak dua bulan terakhir.

    Fenomena ini memunculkan kesadaran baru bagi para orang tua tentang beragam tantangan dalam proses belajar mengajar, untuk mengupayakan anak mampu memahami pelajaran dengan baik.

    Berkaitan denagan tema Belajar dari Covid-19 yang diangkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada Hardiknas tahun ini, pun menjadi momen pembelajaran bersama, bahwa keberhasilan seorang anak dalam belajar bukan hanya menjadi tugas guru di sekolah, melainkan, juga membutuhkan kolaborasi yang baik dari orang tua dan anak.

    Ada keterbatasan pengetahuan anak soal teknologi dan penyerapan pemahaman anak terhadap materi yang disampaikan guru. Sebab fisik mereka tidak bertemu secara langsung.

    "Jadi cara pengajaran seperti sentuhan dan tatap muka secara langsung itu tidak dapat dilakukan oleh guru. Sehingga di sini orang tua lah yang berperan dan mengambil alih posisi tersebut," ujar Psikolog Jovita Maria Ferliana, M.Psi, Psikolog, dalam virtual press conference bersama Sampoerna Academy.

    Maka demikian, kata Jovita, ketika anak belajar di rumah dengan format belajar virtual schooling, sinergi antara guru dan orang tua dinilai sangat penting dalam proses belajar sang buah hati. Ia menekankan bahwa orang tua menjadi jembatan antara guru dan murid selama proses pembelajaran.

    "Dengan demikian orang tua perlu memahami gaya belajar anak dalam membantu anak memahami materi yang dipelajarinya secara optimal. Di sini lah kolaborasi antara guru, orang tua, dan anak sangatlah penting," paparnya.

    Sementara itu, hingga saat ini peneliti masih melakukan pengkajian terhadap peran penting orang tua dalam proses belajar mengajar anak. Hasilnya, kata Dr. Mustafa Guvercin selaku School Director of Sampoerna Academy, ada kecenderungan positif apabila orang tua terlibat penuh pada proses pendidikan anak untuk bisa mendapatkan performa belajar yang optimal di sekolahnya.

    "Itu lah mengapa penting untuk menjalin relasi antara orang tua, guru, maupun siswa. Maka dengan begitu siswa dalam mencapai kompetensi belajar, kesadaran sosial, maupun emosi yang relatif baik," jelas Dr. Mustafa.

    "Analoginya, guru, orang tua, dan siswa diibaratkan dengan tiga kaki kursi. Apabila ada salah satu kaki kursi yang tidak tegak, maka kursi ini tidak mungkin berfungsi secara optimal sebagai tempat untuk duduk. Maka kolaborasi itu sangat penting," tambahnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id