Mari Membekali Anak dengan Kemampuan Berliterasi

    K. Yudha Wirakusuma - 18 September 2020 15:23 WIB
    Mari Membekali Anak dengan Kemampuan Berliterasi
    Perpustakaan harus bisa berdaptasi dengan apa yang dibutuhkan dan dimintai kaum milienial. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Perpustakaan bisa menjadi tempat inventaris aset berharga negeri ini sekaligus dibisa dibanggakan di kancah dunia. Aset itu adalah kekayaan keanekaragaman seni, budaya dan ekonomi.

    Tantangannya sekarang adalah bagaimana pemerintah daerah, komunitas literasi melakukan kerjasama dengan berbagai pihak di daerah untuk mengembangkan program perpustakaan daerah lewat budaya dan kearifan lokal.

    Perpustakaan daerah harus sinergi dengan stakeholder untuk mulai mengumpulkan dan mencatat (invetaris) berbagai kerarifan lokal yang dimiliki oleh daerah tersebut. Setelah itu langsung nampilkan kearifan lokal tersebut lewat berbagai media mulai dari buku hingga video yang kini sedang diminati kaum milenial. 

    Selain itu, demi menarik minat kaum milenial untuk tertarik berkunjung dan membaca berbagai referensi yang disediakan perpustakaan daerah, maupun perpustakaan di sekolah. Seharusnya perpustakaan juga bisa berdaptasi dengan apa yang dibutuhkan dan dimintai kaum milienial.

    Salah satu program yang bisa dibuat misalnya membuat program menyatu dengan pelajaran yang dipelajari di sekolah, gelar berbagai kegiatan seperti perlombaan story telling, hingga  menyediakan sudut sudut sastra yang menyediakan buku bahasa inggris. 

    Demikian hasil diskusi dalam webinar yang digelar Perpusnas dan Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI) pada hari Jumat, 18 September 2020. 

    Menurut Hannad Catherina George Presiden Apisi Perpusatakaan Sekolah dan daerah harus membuat kegiatan yang menyenangkan masyarakat, agar ketagihan ingin berkunjung kembali ke perpustakaan.

    Itulah langkah yang harus dilakukan supaya kekayaan negeri ini tidak hilang karena diserbu oleh budaya negeri lain. “Kita tidak bisa membatasi budaya luar ke Indonesia, karena budaya kita juga dipengaruhi oleh negara lain. Tapi tugas kita sekarang ini untuk kembali mencatat atau inventaris seluruh kerairfan lokal supaya terus diketahui dan dimanfaatkan oleh generasi berikutnya,” kata  Restu Gunawan Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud.

    Melihat kondisi tersebut, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berkomitmen untuk mengubah paradigma perpustakaan yang dianggap sebagai gudang buku. Dan bertransformasi menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi. 

    “Yang paling penting adalah bagaimana orang diyakinkan bahwa akan ada peningkatan kesejahteraan, keluar dari kesulitan dengan memiliki ilmu-ilmu tertentu yang sesuai dengan potensi yang ada,” kata Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Deni Kurniadi dalam opening speech webinar tersebut. 

    Deni sepakat, perpustakaan harus bisa bertransformasi sehingga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat. Sehingga dapat mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik menuju kesejahteraan.

    “Untuk itu, peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat. Selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat,” ungkap deni.

    Deni memberikan apresiasi kepada seluruh komponen literasi sudah begitu luar biasa sebagai penyokong penumbuhan budaya karakter di sekolah, dengan berbagai kegiatan positif dalam berliterasi, tidak hanya sekedar membaca atau membiasakan baca tulis saja.

    “Mari membekali anak dengan kemampuan berliterasi dan marilah bapak dan ibu kita melangkah bersama seiring sejalan, satu arah, dan satu tujuan, demi terwujudnya cita-cita bangsa kita. Yaitu sebagai bangsa yang cerdas, maju, sejahtera dengan karakter berbudaya gemar membaca untuk menumbuhkan kreativitas, inovasi dan kemandirian ekonomi bagi Indonesia Maju,” lanjut deni.



    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id