Pro-Kontra Berkomunikasi lewat Pesan Singkat

    Dhaifurrakhman Abas - 12 Agustus 2019 15:13 WIB
    Pro-Kontra Berkomunikasi lewat Pesan Singkat
    Perempuan sering mengandalkan pesan teks untuk memilah masalah atau membuat keputusan. (Foto: Tamis Souza/Pexels)
    Pesan singkat atau pada saat ini whatsapp menjadi salah satu media komunikasi yang paling digandrungi. Akan tetapi, untuk menilai apakah efektif atau tidak ketimbang berbicara dengan bertemu langsung, masih dalam perbincangan yang diperdebatkan.

    Jakarta: Pesan singkat atau SMS, atau pesan di media sosial lainnya diciptakan agar manusia tetap terhubung meski terpisah oleh jarak. Namun apa yang ditulis dalam pesan tampaknya juga memengaruhi kualitas hubungan yang sedang dijalin.

    Hal ini diungkapkan sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Couple and Relationship Therapy. Peneliti mencoba menganalisis kebiasaan pesan singkat pasangan yang terdiri dari 276 orang dewasa muda.

    Setiap pasangan lantas diminta mengisi kuesioner yang berisi pertanyaan seputar peran teknologi dalam hubungan romantis mereka. Sesuai statistik, 38 persen responden mengaku memiliki hubungan serius, 46 persen bertunangan dan 16 persen sudah menikah.

    Sebagian besar peserta (82 persen) mengaku selalu bertukar pesan teks dengan kekasih mereka beberapa kali sehari. Yang menarik, pembicaraan itu tidak hanya seputar berbagi pesan manis atau mengajukan pertanyaan umum. Pesan singkat ini juga digunakan untuk menyelesaikan masalah dan membicarakan hubungan mereka.

    Studi ini menyimpulkan bahwa pesan singkat dapat memiliki dampak berbeda pada gender yang berbeda. Dalam kasus pria, terlalu banyak berkirim pesan dikaitkan dengan tingkat kepuasan hubungan yang lebih rendah.

    Sementara perempuan yang sering mengandalkan pesan teks untuk memilah masalah, membuat keputusan, atau meminta maaf, lebih cenderung memiliki kualitas hubungan yang lebih rendah.

    Penelitian juga mengatakan, mengirim pesan singkat kepada pasangan juga memiliki manfaat. Saling bertukar pesan teks dengan kekasih membantu memperkuat hubungan, mengirim pesan cinta juga dikaitkan dengan kepuasan hubungan daripada menerima pesan cinta.

    Hanya saja, para peneliti mengungkapkan, menggunakan pesan teks sebagai alat komunikasi terkadang dapat menyebabkan kesalahpahaman di antara pengguna. Pesan teks juga membuat seseorang sulit mencerna apa yang orang lain rasakan dan coba sampaikan.

    “Reaksi terhadap kekecewaan dan pengujian realitas terjadi lebih cepat secara langsung. Ada kesempitan dalam berkirim pesan dan Anda tidak bisa melihat luasnya seseorang yang perlu Anda lihat,” kata Jonathan Sandberg, salah satu peneliti.

    Sandberg mengatakan, berbincang melalui teks memiliki pro dan kontra sendiri. Di satu sisi pesan teks adalah opsi yang cukup nyaman untuk berbicara dan hanya butuh beberapa detik untuk mengirim pesan. Namun, di sisi lainnya, ada kemungkinan kesalahan interpretasi terhadap pesan-pesan yang diterima.

    "Karena itu, selalu bijaksana untuk membahas masalah-masalah penting dengan tatap muka penting Anda yang lain daripada mengandalkan komunikasi tertulis," tandas dia.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id