6 Fakta Menarik dari Bunga Lilac

    Timi Trieska Dara - 12 Januari 2020 11:57 WIB
    6 Fakta Menarik dari Bunga Lilac
    Bunga-bunga Lilac umumnya berwarna pink, ungu, biru, dan putih. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Tak sekadar bunga yang cantik, Lilac telah membawa makna simbolis dalam banyak budaya selama berabad-abad. Dikenal sebagai "Ratu Semak," Lilac adalah tumbuhan semak berbunga dan harum di kebun kita. 

    Anda mungkin mengenalinya sebagai bunga dari kebun nenek, dan faktor nostalgia itu mungkin salah satu alasan mengapa mereka mendapatkan popularitas selama lima tahun terakhir. 

    Bunga-bunga Lilac umumnya berwarna pink, ungu, biru, dan putih. Sebagian besar varietas Lilac tumbuh setinggi 10 kaki (3 meter lebih) sehingga menambah kelembutan dan keindahan pada taman apa pun.

    Aroma Lilac menjadikan tanaman ini menonjol di kebun di mana aromanya lebih kuat di bawah sinar matahari penuh dan umumnya digunakan dalam parfum dan sabun. 

    Jika Anda memiliki Lilac di halaman, Anda tahu betapa berharganya melihat mereka mekar. Sebagian besar bunga hanya bertahan beberapa minggu setiap tahun. 

    Lilac Bloomerang adalah salah satu dari beberapa jenis Lilac reblooming. Lihatlah enam fakta menarik yang mungkin mengejutkan Anda dari tanaman semak yang menakjubkan ini yang dilansir Better Homes and Gardens:

    6 Fakta Menarik dari Bunga Lilac
    (Aroma bunga lilac menonjol di kebun, di mana aromanya lebih kuat di bawah sinar matahari penuh dan umumnya digunakan dalam parfum dan sabun. Foto: Pexels.com)

    1. Lilac dalam keluarga yang sama dengan pohon zaitun

    Semak-semak ini masuk dalam keluarga Oleaceae, yang mencakup lebih dari 20 spesies tanaman yang berbeda, termasuk zaitun, ash, dan melati. Dalam spesies mereka, ada lebih dari 1.000 varietas Lilac, termasuk beberapa pohon. Pohon Lilac Peking dan Lilac Japanese dapat mencapai ketinggian lebih dari 30 kaki.

    2. Sejarah Lilac berakar dari Mitologi Yunani

    Bagi orang Yunani kuno, Lilac adalah bagian integral dari kisah Pan, Dewa Hutan dan Ladang. Dikatakan bahwa Pan jatuh cinta pada bidadari bernama Syringa. Ketika dia mengejarnya melalui hutan suatu hari, Syringa mengubah dirinya menjadi semak ungu untuk menyamar karena dia takut padanya. 

    Pan menemukan semak dan menggunakan bagiannya untuk membuat panpipe pertama. Nama Syringa berasal dari kata Yunani untuk pipa, "syrinks" -dan dari situlah nama ilmiah Lilac, Syringa, berasal.

    3. Lilac memiliki arti berbeda dalam berbagai budaya

    Lilac melambangkan musim semi dan pembaruan karena mereka adalah bloomer awal. Semak-semak ini juga memiliki makna berbeda dalam budaya yang berbeda sepanjang abad. Celtics melihat Lilac sebagai magis karena aroma manisnya. 

    Selama zaman Victoria, Lilac adalah simbol dari cinta lama - para janda sering mengenakan Lilac selama masa ini. Di Rusia, memegang setangkai Lilac di atas bayi yang baru lahir dianggap membawa kebijaksanaan.

    4. Setiap warna Lilac memiliki arti yang berbeda

    Meskipun spesies ini mewakili pembaruan dan kepercayaan diri secara keseluruhan, setiap warna Lilac memiliki arti khusus tersendiri. Lilac putih melambangkan kemurnian dan kepolosan, sedangkan Lilac ungu melambangkan spiritualitas. 

    Jika mekar lebih banyak di sisi biru roda, mereka melambangkan kebahagiaan dan ketenangan. Lilac Magenta melambangkan cinta dan gairah. 

    Variasi kuning Lilac, 'Primrose', bukanlah pemandangan umum di taman Amerika, dan baru diperkenalkan pada tahun 1949, jadi tidak diketahui memiliki makna simbolis.

    5. Lilac adalah favorit presiden awal

    Lilac berasal dari Eropa Timur dan Asia dan dibawa ke Amerika oleh penjajah pada abad ke-17. Meskipun Lilac bukan asli Amerika Serikat, mereka dengan cepat menjadi populer di kalangan orang Amerika. Baik George Washington maupun Thomas Jefferson menanam semak-semak ini di kebun mereka, dan Lilac ditanam di kebun botani pertama di Amerika.

    6. Lilac adalah peninggalan dari rumah-rumah tua

    Lilac dikenal karena sifatnya yang keras dan umur panjang — banyak semak ungu hidup lebih dari 100 tahun. Karena masa hidup Lilac, mereka sering bertahan lebih lama dari rumah tukang kebun yang menanamnya. Jadi, jika Anda berada di jalan pedesaan dan melihat beberapa semak Lilac yang tampaknya acak, kemungkinan besar ada rumah atau pertanian di sana pada abad terakhir.

    Jika Anda belum memilikinya di kebun Anda, cobalah Lilac. Lilac tidak hanya akan kembali tahun demi tahun, tetapi juga akan memberi Anda pertunjukan untuk indra dengan mekar berwarna-warni dan aroma manis. Ada banyak hal yang disukai tentang Lilac, dan mengetahui sejarah mereka menunjukkan betapa spesialnya tanaman ini.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id