Masalah Ibu Hamil Kaum Milenial

    Sunnaholomi Halakrispen - 29 November 2019 12:03 WIB
    Masalah Ibu Hamil Kaum Milenial
    Sandra Dewi adalah salah satu ibu yang pernah mengalami kesulitan produksi ASI--Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen.
    Jakarta: Kebanyakan ibu hamil pengguna internet maupun aplikasi handphone merupakan kaum milenial. Banyak pertanyaan yang muncul, beberapa di antaranya mengenai sulitnya produksi ASI (air susu ibu). 

    Sandra Dewi adalah salah satu ibu yang pernah mengalami kesulitan produksi ASI. Padahal, biasanya produksi ASI-nya selalu berlimpah. Kejadian tersebut dialaminya ketika masih berada di rumah sakit usai melahirkan anak keduanya.

    "Hari kedua melahirkan, satu tetes pun ASI enggak keluar. Di-massage atau makan apapun juga enggak keluar," ujar Sandra dalam talk show Kiat Sukses MengASIhi pada ulang tahun kedua Teman Bumil di Artotel Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2019.

    Saking terbiasa memproduksi banyak ASI, Sandra menyatakan bahwa dirinya tidak pernah minum ASI booster atau suplemen pemicu ASI. Bahkan, ketika anak pertamanya menyusui, stok ASI selalu berlebih dan Sandra sering kali menjadi pendonor ASI.

    Ketika pertama kali ASInya tidak keluar sama sekali, rasa khawatir muncul dalam dirinya. Dokter pun sempat terkejut karena bahkan sehari sebelumnya, ASI Sandra masih keluar banyak.

    Kemudian tersadar bahwa emosinya sedang tidak stabil saat itu. Sandra mengalami stres karena beberapa hari tidak bisa bertemu anak pertamanya.

    Lantaran anak pertama Sandra tinggal dengan sang nenek, setiap hari ia dikirimkan video anaknya menyatakan rindu ibunda. Sandra tak bisa menahan harunya, ia menangis setiap mendengar suara si kecil.

    "Iya saya stres, kangen banget sama anak pertama. Akhirnya Papanya (Harvey Moeis) bilang, bawa anak pertama saya ke rumah sakit, ketemu dia, baru ASI-nya keluar lagi. Jd memang stres bikin ASI enggak keluar," paparnya.

    Dari kejadian itu, Sandra meyakini, ibu hamil tidak boleh dibiarkan stres. Kondisi emosionalnya harus terjaga, karena sangat memengaruhi produktifitas kualitas ASI yang selanjutnya diberikan kepada si buah hati.

    "Saya galau, tapi saya enggak boleh galau karena harus tetap happy supaya bisa menyusui dengan baik. Menyusui harus konsen, kalau pikiran ke mana-mana, anak saya yang kedua bisa ngerasain enggak tenang," pungkas dia.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id