Jawaban Sains atas Kemampuan Super Memori Fotografi Manusia

    Anda Nurlaila - 16 Oktober 2019 10:09 WIB
    Jawaban Sains atas Kemampuan Super Memori Fotografi Manusia
    Ilustrasi- (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Meskipun populer di film dan budaya pop, kemampuan mengingat sesuatu secara mendetail adalah sesuatu yang rumit. Kemampuan yang sering disebut memori fotografi memungkinkan seseorang mengingat informasi secara detail kapan pun diinginkan. 

    Kemampuan fotografi antara lain mampu mengingat isi buku yang baru saja dibaca. Atau mampu menggambar atau mengingat sesuatu dengan sangat sempurna bahkan setelah puluhan tahun. Tapi apakah kemampuan memori fotografi benar-benar nyata?

    Dikutip dari Readers Digest, jawaban singkatnya adalah tidak. Manusia tidak dapat benar-benar memiliki memori foto. “Sementara hipotesis kemungkinan seseorang memiliki ingatan fotografis menarik, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa itu benar-benar ada. Itu belum didukung oleh apa pun selain bukti anekdotal,” kata seorang psikiater klinis dan kontributor untuk EndThrive Madison Eubanks.

    Tapi memori eidetik adalah hal yang paling dekat dengan memori fotografi. Setelah beberapa kali terpapar gambar, orang dengan memori eidetik dapat dengan jelas mengingat gambar dengan presisi luar biasa dalam waktu singkat.

    "Anda dapat menganggap memori eidetik sebagai 'memori flash' di mana Anda hanya melihat sesuatu dalam waktu singkat, misal 30 detik tetapi Anda dapat menggambarkan objek secara detail segera setelah Anda memalingkan muka," kata Eubanks.

    Selama sepuluh tahun, peneliti Ralph Norman Haber mempelajari kenangan anak-anak usia sekolah dasar. Studi ini mengilustrasikan bahwa memori eidetik muncul dalam persentase kecil anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun, dan hampir tidak ada pada orang dewasa.”Yang mengherankan, anak-anak dengan memori eidetik berbicara tentang gambar dalam waktu sekarang, seolah-olah masih tepat di depan wajah mereka," ujar Eubanks.

    Bagaimana mereka dapat melakukannya? Berbicara masa sekarang, studi menunjukkan bahwa anak-anak eidetik melihat gambar di otak mereka, bukan mengingatnya. Mengapa orang dewasa tampaknya tidak memiliki memori eidetik?

    "Anak-anak memiliki kapasitas yang jauh lebih besar untuk memori eidetik daripada orang dewasa, menunjukkan bahwa perubahan perkembangan seperti memperoleh keterampilan bahasa dapat mengganggu potensi citra eidetik," tulis Andy Hudmon dalam bukunya, Learning and Memory.

    Perbedaan antara memori eidetik dan fotografi 

    Hal yang membedakan memori foto hipotetis dari memori eidetik adalah ketepatan waktu dan keseluruhan. Jika ingatan fotografis ada, mereka yang memiliki ingatan fotografis dapat mengingat hal-hal dengan sempurna kapan pun mereka mau. Tetapi ingatan eidetik berlangsung singkat dan terkadang dengan kesalahan.

    "Memori fotografi tidak akan pudar. Ini adalah kemampuan untuk mengingat gambar selamanya, seolah-olah mereka telah disimpan secara permanen di dalam otak. Di sisi lain, ingatan eidetik hanya bertahan untuk jangka waktu terbatas, menit, jam, hari hingga akhirnya hilang,” kata Eubanks.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id