Haruskah Pasangan Menjadi Sahabat?

    Kumara Anggita - 26 Mei 2020 10:15 WIB
    Haruskah Pasangan Menjadi Sahabat?
    Hubungan yang berdasarkan persahabatan, perasaan kasih sayang, kenyamanan, dan minat bersama akan bertahan lebih lama dan lebih memuaskan. (Foto: Pexels)
    Jakarta: Memiliki pasangan yang sekaligus sahabat merupakan sebuah keberuntungan. Banyak orang bilang bahwa hubungan semacam ini akan lebih menyenangkan.

    Namun apakah benar seperti itu? Dilansir dari Psychology Today, Gary W. Lewandowski Jr. Ph.D bersama Lembaga Polling Universitas Monmouth untuk menyelidiki dan bertanya kepada 801 orang dewasa di seluruh Amerika Serikat terkait persoalan tersebut.

    Dalam kuisoner, Gary bertanya apakah seseorang menganggap pasangannya sebagai teman terbaik? Atau apakah mereka memanggil orang lain sebagai teman terbaik Anda?

    Lalu mereka juga ditanya 'Seberapa puas Anda dengan hubungan Anda saat ini' dengan pilihan sangat puas, agak puas, tidak terlalu, atau sama sekali tidak puas. Dan ditemukan bahwa mereka yang menganggap pasangan mereka sebagai sahabat merasa lebih puas dengan pasangan mereka.

    Temuan ini konsisten dengan penelitian yang menunjukkan bahwa hubungan berdasarkan persahabatan, perasaan kasih sayang, kenyamanan, dan minat bersama akan bertahan lebih lama dan lebih memuaskan.

    "Faktanya memang sebanding. Cinta semacam ini lebih bertahan lebih lama dan memuaskan dibandingkan dengan cinta yang penuh gairah. Suatu jenis cinta romantis yang didasarkan pada perasaan ketertarikan yang intens," ujar Gary.

    Penelitian lain juga menunjukkan bahwa mereka yang berada dalam hubungan cinta berbasis persahabatan merasa lebih memiliki pasangan yang sangat mereka suka. Mereka menganggap persahabatan bersama adalah bagian penting dari cinta.

    Sebuah penelitian melibatkan 622 individu yang menikah mengungkapkan bahwa, mereka yang memiliki skor lebih tinggi pada skala cinta berbasis persahabatan juga melaporkan kepuasan hubungan yang lebih besar, persepsi yang lebih penting tentang hubungan tersebut, rasa hormat yang lebih besar terhadap pasangan mereka, dan merasa lebih dekat dengan pasangan mereka.

    Tak hanya itu, dua studi dengan hampir 400 peserta dalam hubungan juga menemukan hasil yang senada. Mereka yang memiliki hubungan berbasis sahabat melaporkan lebih banyak komitmen, lebih banyak cinta, dan kepuasan seksual yang lebih besar. Selain itu, menghargai persahabatan juga mengurangi peluang pasangan untuk putus.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id