Perasaan Insecure Bisa Buat Perempuan Berselingkuh

    Kumara Anggita - 05 Maret 2020 08:05 WIB
    Perasaan <i>Insecure</i> Bisa Buat Perempuan Berselingkuh
    Ilustrasi-Independent
    Jakarta: Dalam sebuah hubungan pasti ada masanya, ketika seseorang yang ada di dalamnya bisa merasa insecure. Perasaan negatif ini alhasil bisa mendorong seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak tepat. 

    Salah satu tindakan yang sering dilakukan orang Insecure dalam hubungan adalah berselingkuh. Dilansir dari Good House Keeping, Alicia Walker, Ph.D., asisten profesor sosiologi di Missouri State University meneliti alasan mengapa perempuan berselingkuh. 

    Dia menghabiskan satu tahun mewawancarai perempuan yang pernah memiliki hubungan luar nikah untuk bukunya yang berjudul The Secret Life of the Cheating Wife. Ditemukan bahwa banyak nuansa perempuan berselingkuh untuk variasi seksual. Tak hanya itu, mempertahankan dan keluar dari hubungan pun juga menjadi motivasi mereka. 

    “Mereka percaya bahwa jika mereka terus melanjutkan hubungan tanpa terpenuhi kebutuhan seksualnya maka ini artinya mereka harus menghancurkan keluarga mereka dan menghancurkan hati pasangan mereka," ujar Walker.

    "Tidak ada perempuan yang membuat keputusan untuk menipu dengan ringan. Setelah bertahun-tahun dan kadang-kadang puluhan tahun berusaha untuk meningkatkan hal-hal dalam pernikahan mereka, mereka memutuskan untuk mencari di tempat lain,” sambungnya. 

    Sementara itu menurut, Psikolog Klinis, Charlynn Ruan, Ph.D., salah satu alasan utama perempuan berselingkuh adalah untuk meledakkan hubungan. Tepatnya hubungan yang membuat mereka merasa terjebak dalam beberapa cara.

    Ditemukan juga bahwa banyak perempuan berselingkuh karena belum siap untuk mengakhiri hubungan. Ini biasa ditemukan para mereka yang memiliki keterikatan berlandaskan perasaan insecure. 

    “Bagi orang-orang ini, berselingkuh bisa terasa seperti cara untuk 'menjaga pilihan mereka terbuka' dan memastikan bahwa mereka tidak terluka atau ditinggalkan," kata Pelatih Hubungan, Mark Williams, LMHC.

    Dia melanjutkan, untuk membuat perasaan menjadi aman misalnya saat berkelahi, merasa tidak dicintai, atau tak merasa diperhatikan, orang dengan keterikatan berdasarkan perasaan insecure akhirnya memberikan kompensasi pada diri sendiri dengan mencari validasi dan perhatian di tempat lain. 

    Untungnya, perasaan insecure ini dapat diperbaiki dengan mengatur emosi yang kuat. Anda dan pasangan bisa meminta bantuan psikolog untuk mendapatkan terapi hubungan. 



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id