Memendam Emosi dalam Hubungan Berdampak pada Kesehatan

    Raka Lestari - 23 Oktober 2019 06:08 WIB
    Memendam Emosi dalam Hubungan Berdampak pada Kesehatan
    Banyak studi psikologis menunjukkan bahwa, menyembunyikan atau menekan emosi menyebabkan lebih banyak tekanan pada tubuh. (Foto: Pexels)
    Jakarta: Menentukan apa yang harus dikatakan dan apa yang tidak harus dikatakan kepada pasangan merupakan hal yang bijak dilakukan. Namun tidak baik juga jika Anda selalu menekan emosi atau hal-hal yang ingin Anda ungkapkan kepada pasangan.

    Jika ada sesuatu yang mengganggu Anda, dan Anda tidak memberi tahu pasangan Anda, itu jelas dapat mulai memengaruhi koneksi Anda dengan pasangan. Tapi apakah Anda tahu itu bisa berdampak pada kesehatan Anda juga?

     “Anda mungkin takut bahwa jika Anda mengekspresikan apa yang Anda rasakan maka itu dapat menyebabkan Anda dihakimi, diejek, dipandang tidak realistis, atau bahkan dapat membuat hubungan berakhir,” ujar Dr Jamie Long, seorang psikolog klinis berlisensi di The Psychology Group Fort Lauderdale.

    Daripada harus mengungkapkan perasaan Anda yang sesungguhnya dan justru dapat menyebabkan hal yang tidak diinginkan, beberapa orang memilih untuk memendamnya.

    Mungkin juga konflik membuat Anda cemas. Dan ketika Anda berpikir untuk mengungkapkan perasaan yang mungkin mengarah pada pertengkaran, Anda sebisa mungkin melakukan hal-hal untuk menghindarinya.

    "Kebanyakan orang takut konflik yang mereka yakini akan muncul jika mereka mengungkapkan perasaan mereka yang sebenarnya pada perilaku, sikap, atau situasi pasangan mereka. Sehingga mereka tidak mengungkapkan perasaan mereka agar hubungan terlihat baik-baik saja," kata Carrie Mead, MS, LCPC, konselor profesional berlisensi.

    “Namun secara internal, Anda mungkin tidak merasa baik-baik saja dan itu karena memendam emosi benar-benar buruk bagi kesehatan,” ujar Long.

    Banyak studi psikologis menunjukkan bahwa, menyembunyikan atau menekan emosi menyebabkan lebih banyak tekanan pada tubuh yang mungkin mengakibatkan rasa sakit, nyeri, ketegangan otot, gangguan pencernaan, dan banyak lagi. Dan, itu bukanlah hal yang sebaiknya diabaikan.

    “Ketika Anda menekan emosi yang dirasakan, itu berarti gairah fisiologis internal dari emosi itu tidak tersalurkan. Emosi yang tidak tersalurkan tersebut menyebabkan gairah berlebihan dalam tubuh dan stres ini memicu rangsangan respon seperti tekanan darah tinggi dan pelepasan hormon stres (adrenalin dan kortisol),” kata Long.

    Jika Anda melakukannya sesekali, itu bukan masalah besar. Tetapi jika ini adalah masalah yang sedang berlangsung dan tubuh berulang kali terpapar pada hormon stres tingkat tinggi, itu mengganggu fungsi normal. Selain itu juga dapat menyebabkan gejala seperti nyeri dan masalah lambung.

    Untuk melakukan perubahan, perlu diingat bahwa jika Anda berpikir dengan menekan emosi dapat membuat hubungan Anda lebih baik, maka yang terjadi justru sebaliknya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id