Mengapa Bayi tidak Boleh Mengonsumsi Madu

    Kumara Anggita - 18 Oktober 2019 15:42 WIB
    Mengapa Bayi tidak Boleh Mengonsumsi Madu
    Madu dilarang dikonsumsi bayi karena cairan ini mengandung hal-hal yang tak ramah bagi pencernaan. (Foto: Pexels)
    Jakarta: Walaupun madu terasa enak dan memberikan banyak manfaat yang menyehatkan bagi tubuh, bukan berarti ini bisa diberikan pada semua anak di bawah umur. Madu dilarang dikonsumsi bayi karena cairan ini mengandung hal-hal yang tak ramah bagi pencernaan.

    Melansir dari RD, terdapat bakteri yang tidak dapat diproses oleh sistem pencernaan bayi yang belum matang. Bakteri itu dinamakan clostridium yang berpotensi bersembunyi di pencernaan.

    Ini dapat menyebabkan botulisme pada bayi secara serius. Gejala khas dari jenis keracunan makanan ini antara lain mengisap yang buruk, lesu, tangisan yang lemah, sembelit, dan penurunan tonus otot.

    -Yang terjadi pada sistem pencernaan bayi

    Alasan utama bayi tidak bisa memproses bakteri clostridium adalah karena kematangan sistem pencernaan. Selama tahun pertama kehidupan, sistem pencernaan bayi masih berkembang.

    Tubuh orang dewasa mampu memproses bakteri sebelum bakteri merusaknya duluan. Bayi pada saat itu tubuhnya belum berdaya.

    Jadi, untuk melindungi bayi Anda, penting bagi Anda untuk tidak memberi makan anak Anda madu. Khususnya untuk bayi yang usianya belum satu tahun. Jangan lupa untuk memeriksa label makanan juga. Bayi juga tidak bisa mencicipi makanan tertentu, seperti garam.

    -Makanan yang lebih baik diberikan pada bayi

    Bila Anda ingin tetap memberikan makanan yang manis serupa dengan madu, Anda bisa memberikan alternatif lain yaitu pisang atau ubi jalar yang sudah dimasak. Makanan semacam ini opsi yang baik untuk memperluas langit-langit bayi.

    Pisang juga Tinggi kalium, vitamin B6 dan C, magnesium dan serat, pisang juga mengandung enzim yang disebut amilase. Enzim ini membantu tubuh mencerna karbohidrat yang menjadikannya makanan pertama yang baik untuk si kecil.

    Ubi jalar juga akan sangat nyaman dimakan oleh bayi mengingat teksturnya lembut dan rasanya manis.

    Dari sekarang, Anda perlu mengingat bahwa apa yang baik buat Anda belum tentu bisa baik buat sang buah hati yang dalam proses pertumbuhan. Berilah makanan atau minuman yang memang sudah aman dikonsumsi.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id