Tujuh Cara Menangkal Rasa Iri saat Menggunakan Medsos

Gervin Nathaniel Purba - 10 Januari 2019 17:31 wib
Teori perbandingan sosial seperti ini sebenarnya sudah ada
Teori perbandingan sosial seperti ini sebenarnya sudah ada sebelum media sosial lahir. (Foto Ilustrasi: William Iven/Unsplash.com)

Jakarta: Media sosial pada umumnya sebagai alat untuk mengungkapkan kebahagiaan. Tapi di satu sisi, media sosial juga menjadi faktor penyebab seseorang depresi dan kesepian. 

Ketidakbahagiaan yang dirasakan seseorang ketika menghabiskan waktu di media sosial berkaitan dengan perbandingan sosial. Hal ini membuat mereka merasa menjadi minder dan iri karena merasa memiliki kehidupan yang tidak baik dibandingkan teman-temannya.

"Ketika Anda melihat kehidupan orang lain, khususnya di Instagram, mudah untuk menyimpulkan bahwa kehidupan orang lain lebih keren atau lebih baik dari kehidupan Anda," ujar Psikolog Melissa G. Hunt, dilansir dari Livestrong.com.

Menurutnya, teori perbandingan sosial seperti ini sebenarnya sudah ada sebelum media sosial lahir. Dulu, kunci untuk bertahan hidup adalah dengan mengukur kekuatan lawan dan ancaman yang bisa ditimbulkan dari orang lain.

Pada zaman ini, orang tidak lagi membandingkan kekuatan untuk bersaing mendapatkan makanan dan sumber daya, namun membandingkan daya tarik, kesuksesan, kecerdasan, dan keinginan masing-masing untuk mengukur peringkat seseorang.

Tidak ada cara mudah untuk menghindari hal ini. Namun, Anda bisa belajar bagaimana tidak menjadi korban perbandingan ketika menggunakan media sosial dengan cara berikut:

1. Temukan Pemicu di Media Sosial 
Langkah pertama untuk menjaga kewarasan ketika menggunakan media sosial adalah mengetahui apa yang membuat Anda marah. Apakah tipe tulisan tertentu atau orang tertentu selalu membuat Anda merasa tidak mampu atau tertekan?

2. Latihan Mindfulness
Jika sudah mengidentifikasinya, sekarang berlatih untuk mengontrol emosi tersebut dengan latihan mindfulness. Mindfulness merupakan melatih kesadaran, menyadari apa yang sedang dilakukan. Sebab, dewasa ini orang cenderung tidak menyadari apa yang sedang dilakukannya sehingga kurang fokus ketika melakukan sesuatu.

Untuk melakukannya, Anda jangan melawan perasaan tidak nyaman tersebut. Perhatikan dan rasakan perasaan tersebut. Setelah mengakui perasaan iri tersebut, lepaskan perlahan dengan menghembuskan napas. 

3. Berkaca pada Realitas
Berbagai foto yang diunggah ke media sosial belum tentu menunjukkan orang tersebut bahagia dengan kehidupan nyatanya. Mereka juga tidak membagikan foto yang menunjukkan bahwa mereka pernah gagal. 

4. Ubah Ulang Perspektif
Contoh kasus pada masalah ini adalah ketika teman Anda memposting foto anak-anaknya yang terlihat sopan dan patuh, sedangkan anak-anak Anda tidak. Kemudian hal ini membuat Anda tidak percaya diri karena menyimpulkan telah gagal dalam mendidik anak. 

Untuk mengatasi masalah ini, mahasiswa pascadoktoral di University of Houston, Mai-Ly Nguyen Steers, menyarankan restrukturisasi kognitif. Yaitu mencoba memandang suatu situasi secara berbeda.

"Misalnya, jika Anda merasa tidak enak karena anak mengamuk tanpa henti ketika anak-anak orang lain tampak seperti malaikat di media sosial, Anda secara kognitif dapat membingkai ulang bagaimana perasaan Anda dengan mengakui bahwa kelakuan anak Anda sesuai perkembangan usia dan memerlukan kemerdekaan," ujar Steers.

5. Fokus pada Hal Baik
Mengucapkan rasa syukur atas hal positif yang Anda dapat dalam hidup adalah faktor penting untuk menangkal dampak negatif dari media sosial. Hal ini bisa mengurangi stres dan depresi sembari meningkatkan kepuasaan, kesejahteraan, dan motivasi untuk memperbaiki diri.

6. Ubah Kecemburuan Menjadi Motivasi
Perbandingan sosial paling bermanfaat ketika digunakan sebagai cara untuk memotivasi diri sendiri agar Anda bekerja lebih giat, hingga akhirnya bisa setara dengan teman-teman Anda.

7. Menumbuhkan Koneksi Otentik
Terkadang, membiarkan Anda berbagi ketidaksempurnaan dan meminta dukungan di media sosial bisa menjadi penangkal rasa cemburu atau rasa minder. Orang-orang lebih sering menghargai kejujuran.


(FIR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.