Anak Sangat Manja saat Pandemi Covid-19? Begini Cara Mengatasinya

    Kumara Anggita - 02 Juni 2020 10:59 WIB
    Anak Sangat Manja saat Pandemi Covid-19? Begini Cara Mengatasinya
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Dalam masa pandemi covid-19, anak entah mengapa jadi semakin manja. Hal ini selain membuat orang tua bingung, juga membuat mereka agak risih.

    Dilansir dari Huffpost, anak menjadi semakin manja biasanya karena mereka sedang merasa tidak aman. Kondisi ini biasa disebut Clinginess.

    “Clinginess adalah respons naluriah terhadap ancaman dan kecemasan yang dirasakan. Dalam istilah evolusi, keturunan semua spesies lebih mungkin bertahan, jika mereka tetap dekat dengan orang tua mereka untuk berlindung ketika bahaya sudah dekat," kata Steven Meyers, seorang profesor psikologi di Roosevelt University di Illinois.

    Jadi, masa pandemi covid-19 kemungkinan telah memberikan ketidaknyamanan pada anak Anda. Tentunya, ada hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi perilaku itu, di antaranya:

    -Menjaga rutinitas

    Mungkin saran terakhir yang ingin didengar oleh orang tua mana pun saat ini adalah menetapkan rutinitas. Menurut para ahli membuat rutinitas harian tidak tentang hal akademis saja. Hal ini tentang memberi mereka rasa aman yang mendasar yang sangat penting saat ini.

    "Rutinitas memberi anak-anak struktur dan harapan tentang apa yang terjadi pada siang hari," kata Jenny Yip, seorang psikolog klinis yang berbasis di Los Angeles.

    “Ini bisa menjadi jadwal yang fleksibel dan santai. Ini hanya sesuatu yang memberi mereka semacam pangkalan emosional untuk kembali,” tambahnya.

    Yip menyarankan agar Anda bisa mulai dengan buat jadwal permainan ludo, duduk, bangun atau baca buku dan masih banyak lagi.

    -Contohkan ketenangan dan kepercayaan diri

    Anak-anak sangat perseptif. Jadi, bahkan jika Anda sudah menjauhkan mereka dari terlalu banyak berita atau sesuatu yang bikin panik lainnya, mereka tetap saja bisa menangkap emosi lain yang Anda pancarkan (Anda cemas). Pada gilirannya, mereka mungkin akan semakin melekat pada Anda, mencari kepastian.

    Jadi, cukup cek diri Anda sendiri dan pasangan Anda tentang jenis pesan apa yang Anda sampaikan. Para ahli tidak mengatakan Anda tidak bisa atau tidak seharusnya mengakui betapa sulitnya semua ini, tetapi Anda harus benar-benar memperhatikan betapa ketakutan atau kecemasan yang mereka rasakan berasal dari Anda.

    "Bila Anda percaya diri maka anak juga akan mengikuti Anda. Dalam situasi yang ambigu, anak-anak muda meminta bantuan orang tua mereka tentang cara merespons," kata Reinecke.

    “Jika orang tua percaya diri anak akan memahami ini. Coba lihat apakah kecemasan anak secara tidak sengaja dimodelkan atau dipertahankan di rumah?,” tambahnya.

    Itulah cara mengatasi anak Anda yang merasa tidak nyaman. Semoga saat anak sudah merasa lebih baik, mereka bisa lebih mandiri sedikit. Sehingga Anda bisa melakukan aktivitas seperti biasa.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id