Menebak Penampilan dan Fisik Bayi dari Orang Tua

    Anda Nurlaila - 19 November 2019 13:07 WIB
    Menebak Penampilan dan Fisik Bayi dari Orang Tua
    Akan seperti apa profil wajah, kulit dan rambut anak Anda? Simak informasinya. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Buah tidak jauh pohonnya. Penampilan anak mungkin mewarisi bentuk fisik kedua orang tua, namun ada juga yang terlihat berbeda.

    Meski tidak ada cara mengetahui secara pasti, namun ahli genetika memberi beberapa bocoran bagaimana meraba-raba penampilan calon anak, seperti dimuat dalam Parents.

    Warna mata

    Saya dan suami memiliki warna mata coklat. Apakah anak kami akan bermata gelap? Tidak selalu. Dua orang tua bermata coklat bisa saja memiliki bayi bermata biru. Bahkan meski tidak umum, kebalikannya juga mungkin terjadi: dua orang tua bermata biru bisa mendapatkan bayi bermata coklat.

    "Dominasi mata coklat memang umum, tapi warna mata sebenarnya ditentukan oleh banyak gen," kata Direktur pendidikan di departemen genetika manusia di Emory University School of Medicine Kate Garber.

    Campuran beberapa pigmen memengaruhi warna mata. Lebih banyak pigmen biru daripada pigmen coklat dapat mencipta variasi warna mata seperti hazel.

    Warna mata bukan karena gen dominan dan resesif tetapi gen memiliki efek yang lebih kuat dan lebih kecil, kata Robin Bennett, seorang penasihat genetik di Klinik Genetika Medis Universitas Washington di Seattle.

    Warna rambut

    Bagaimana dengan warna rambut anak? Apakah akan ikut ibu atau bapak? Tidak ada jaminan, tetapi anak Anda mungkin berambut merah, jika suami memiliki warna rambut merah. Jika tidak, warna rambut Anda akan mencolok sendiri di keluarga seperti warna pirang stroberi.

    "Seorang berambut merah sejati harus memiliki dua salinan gen yang diekspresikan secara resesif," kata Direktur pendidikan di Greenwood Genetic Center, di South Carolina Leta Tribble. Faktanya, hanya 1-2 persen orang dengan rambut merah menyala dan kulit putih, berbintik dan mata pucat.

    Gen ini dapat dibawa tanpa terlihat dari generasi ke generasi. Saat muncul dapat mengejutkan dua orang tua yang berambut pirang atau berambut gelap. Sementara itu saudara dapat memiliki rambut yang berbeda, akibat ada perombakan gen pada setiap anak.

    Fitur fisik

    Saya tumbuh dan iri pada anak-anak dengan lesung pipit. Mungkinkah bayi saya memilikinya? Ya, jika pasangan Anda memiliki lesung pipi, atau ada di salah satu keluarga.

    "Lesung dianggap dominan, dan untuk melihat sifat dominan, hanya perlu satu orang tua dengan fitur ini untuk meneruskan gen," kata Tribble.

    Demikian juga dengan bintik-bintik di pipi, dagu belah, lidah bergulir, bahkan daun telinga berbulu. "Ini adalah sifat-sifat yang lebih dapat diprediksi yang pasti diteruskan dalam keluarga," kata Bennett.

    Menebak Penampilan dan Fisik Bayi dari Orang Tua
    (Profesor psikologi di San Francisco State University Thomas Spencer mengatakan studi menemukan genetik memengaruhi kecerdasan yang diwariskan orang tua kepada anak. Foto: Pexels.com)

    Tinggi badan

    Jika satu orang tua tinggi dan yang lain pendek akan memiliki anak dengan tinggi badan di antaranya? Secara umum, ya. Aturan praktisnya adalah tinggi rata-rata orang tua ditambah dua inci untuk anak laki-laki dan kurangi dua inci untuk anak perempuan.

    Tidak mengherankan, dua orang tua yang tinggi dan pendek cenderung masing-masing memiliki anak yang tinggi dan pendek. Tetapi tinggi badan bersifat poligenik, yang dipengaruhi banyak gen ditambah faktor lingkungan seperti nutrisi.  

    Wakil presiden eksekutif Society of Human Genetics Joann Boughman mengatakan dua orang tua dengan tinggi rata-rata dapat memiliki anak dengan tinggi badan pemain basket atau berperawakan kecil.

    Berat tubuh

    Saya dan suami berjuang dengan berat badan sepanjang hidup kami. Akankah anak-anak kami juga gemuk dan memiliki masalah kesehatan yang menyertainya?

    Beberapa keluarga cenderung memiliki masalah berat badan. "Kami telah lama mengamati bahwa orang tua dengan berat badan berlebih cenderung memiliki anak dengan berat badan berlebih juga. Kami tahu bahwa setidaknya satu gen tertentu menyebabkan peningkatan berat badan," kata Garber.

    Garber menambahkan anak yang mewarisi varian gen dari masing-masing orang tua dengan berat berlebih rata-rata memiliki 6,6 hingga 8,8 pon lebih berat daripada orang tua mereka dibanding yang tidak memiliki dua salinan genetik.

    Namun obesitas dianggap sifat multifaktorial. Artinya, faktor genetik dan lingkungan berkontribusi terhadap ekspresi tersebut.

    Tribble mengatakan selain faktor genetik, obesitas juga bergantung pada pilihan gaya hidup. Taruhan terbaiknya adalah menjalani gaya hidup sehat, nutrisi yang baik dan berolahraga teratur.

    Kemampuan khusus

    Tampaknya, orang-orang pintar akan memiliki anak-anak pintar dan pasangan atlet cenderung menghasilkan keturunan dengan bakat olahraga. Apakah anak-anak ini mewarisi keunggulan alami?

    Profesor psikologi di San Francisco State University Thomas Spencer mengatakan studi menemukan genetik memengaruhi kecerdasan yang diwariskan orang tua kepada anak.

    "Tidak hanya IQ tinggi, genetik juga mendorong kecintaan belajar seperti membaca dan berbicara termasuk percakapan saat makan bersama membantu anak-anak mengembangkan sikap positif terhadap buku dan belajar," kata Spencer.

    Demikian juga dengan bakat musik yang tampaknya ada dalam gen. Tetapi para peneliti mengatakan bakat ini perlu dipupuk sejak dini dengan pelatihan, idealnya sebelum usia tujuh tahun.

    Membuat koneksi yang diperlukan di otak lebih cepat memungkinkan kemampuan alami untuk berkembang daripada yang tidak dikembangkan.

    Hal yang sama juga ada pada kemampuan atletik dan sifat bawaan lain. Bakat yang ada perlu dikembangkan atau tidak akan menonjol.

    "Seorang anak yang profil atletiknya tidak menjanjikan tetapi bekerja keras mungkin lebih baik," kata Wakil direktur National Human Genome Research Institute Alan Guttmacher.

    Tidak ada gen khusus olahraga. Lebih tepatnya, faktor-faktor individual misalnya untuk lari maraton versus lari 100 meter.

    "Ada aspek turunan dari seberapa cepat otot berkedut, sudut tulang kaki, dan bagaimana Anda mendorong diri sendiri," kata Garber.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id