Cara Laki-laki dan Perempuan Menghadapi Patah Hati, Mana yang Lebih Baik?

    Kumara Anggita - 30 Mei 2019 10:12 WIB
    Cara Laki-laki dan Perempuan Menghadapi Patah Hati, Mana yang Lebih Baik?
    Perempuan lebih terbuka pada perasaannya yang artinya mereka mampu menghadapi emosi negatif. (Foto Ilustrasi: Pexels)
    Secara umum, pria mendapatkan harga diri mereka dari status sosial penggabungan antara pasangan perempuannya dengan dirinya. Sementara perempuan mendapatkan harga dirinya dari rasa koneksi.

    Jakarta: Cinta yang membara membawa begitu banyak kebahagiaan. Namun saat itu hilang, kesedihan yang datang pun tak kalah menghancurkan.

    Putusnya hubungan tidak pernah menjadi hal yang menyenangkan. Mengingat banyaknya pertumpahan air mata, amarah, kekecewaan, harapan yang kandas, dan lain-lain.

    Saat mimpi buruk ini terjadi, baik perempuan maupun laki-laki akan merasakan rasa sakit emosional, tapi mereka bisa menghadapinya dengan cara yang beragam. Ada orang yang menjauh, ada pula yang ingin tetap berteman.

    Melansir Huffingtonpost, alasan ini berkaitan dengan permainan peran sosial dan bagaimana mereka memberi persepsi diri tentang harga diri, serta cara mendasar pria dan perempuan menghadapi emosi yang sama secara berbeda.

    "Penelitian telah menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita mendapatkan harga diri dari berada dalam suatu hubungan. Sehingga kedua gender menderita rasa kehilangan dan konflik identitas ketika hubungan romantis berakhir," kata psikolog, Melanie Schilling.

    Menariknya secara umum, pria mendapatkan harga diri mereka dari status sosial penggabungan antara pasangan perempuannya dengan dirinya. Sementara perempuan mendapatkan harga dirinya dari rasa koneksi.

    Perbedaan-perbedaan ini cenderung berdampak pada cara pria dan perempuan berperilaku setelah putus.

    Dalam mengatasi rasa kehilangan itu, perempuan dan laki-laki umumnya menghadapi dengan cara berbeda pula. Perempuan cenderung mengandalkan jaringan dukungan sosial mereka dalam bentuk teman dan keluarga. Sementara laki-laki akan mengelola patah hati dengan pergi keluar dan menjadi aktif.

    "Biasanya, ketika perpisahan terjadi, perempuan mencari keluarga dan teman yang mendukung untuk curhat dan laki-laki menyibukkan diri,” kata Schilling.

    Singkatnya, perempuan perlu menghubungkan perasaan dan pria perlu melakukan sesuatu tindakan. Ini makanya, Anda bisa melihat bahwa perempuan biasanya pergi jalan-jalan dengan teman dan keluarganya. Sedangkan laki-laki berolahraga baru, berlibur, atau bahkan mencari pengganti baru.

    Yang mana yang lebih efektif?


    Cara Laki-laki dan Perempuan Menghadapi Patah Hati, Mana yang Lebih Baik?
    Penting untuk dicatat bahwa keduanya mengalami perasaan duka dan kehilangan yang sama. Namun orang yang lebih terbuka pada perasaannya akan lebih cepat melewati fase patah hati ini.

    Dalam konteks ini, umumnya perempuan lebih terbuka pada perasaannya yang artinya mereka mampu menghadapi emosi negatif, seperti kesedihan dan penyesalan lebih cepat daripada laki-laki.

    “Perempuan memiliki izin untuk bersikap terbuka dan membicarakannya. Kita diizinkan untuk memiliki momen-momen itu - 'Apa yang salah dengan saya?', 'Dia tidak baik untuk saya', kita bisa turun dan keluar," ujar Dr.Nikki Goldstein.

    Sementara laki-laki jika melakukan hal yang sama akan dianggap lemah dan menyedihkan. Alhasil, para pria menghisap perasaan negatif itu dan mencari alternatif lain dengan minuman keras atau pergi keluar dan melakukan seks bebas atau perilaku destruktif lainnya.

    Schilling mengatakan kepada HuffPost Australia bahwa, sikap semacam ini yang berarti pria menekan emosi dan karenanya, membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan suatu hubungan.

    "Banyak pria masuk ke 'gua manusia' metaforisnya setelah putus untuk melindungi diri dari dampak emosional dari kehilangan. Banyak pria merasakan tekanan sosial untuk dan terus maju, alih-alih memikirkan emosi. Ini hanya berfungsi untuk memperpanjang pengalaman kehilangan dan memperpanjang periode kesedihan mereka, "kata Schilling.

    Tapi bukan berarti tidak ada perempuan yang mengatasi rasa sakit hati dengan cara yang destruktif juga. Schilling mengatakan bahwa, baik Anda laki-laki ataupun perempuan, Anda harus membicarakan permasalahan itu dan merenungkannya.

    Lalu lakukan apa pun yang diperlukan untuk memproses perpisahan dan mencapai tingkat penerimaan tentang mengapa itu berakhir. Habiskan waktu dengan orang-orang yang akan mendukung Anda dan mendorong Anda menjadi lebih baik.

    Berbaik hatilah pada dirimu sendiri dan gunakan kesempatan untuk berinvestasi pada diri Anda sendiri. Dengan cara ini, akan patah hati akan semakin cepat Anda hadapi.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id