Sejumlah Aspek yang Perlu Diperhatikan pada Anak Ketika Stay At Home

    Raka Lestari - 03 April 2020 17:00 WIB
    Sejumlah Aspek yang Perlu Diperhatikan pada Anak Ketika Stay At Home
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Pemerintah menganjurkan untuk melakukan stay at home demi memutus rantai penyebaran covid-19. Bagi sebagian orang, mungkin hal ini menyebabkan rasa kebosanan. Terutama bagi anak-anak yang terbiasa untuk melakukan kegiatan di luar rumah dalam kehidupan sehari-harinya.

    “Fase anak-anak merupakan fase untuk mengembangkan mulai dari aspek kognitif, sosial-emosional, motorik kasar dan motorik halus,” ujar Efnie Indrianie, M.Psi, psikolog anak, remaja, dan keluarga.

    “Biasanya anak-anak memperoleh stimulasi pada aspek-aspek tersebut mulai dari di sekolah, kegiatan ekstrakulikuler, les tambahan, dan kegiatan di rumah,” sambungnya.

    Akan tetapi Efnie menambahan, selama pandemi covid-19 ini, seluruh aspek-aspek tersebut harus distimulasi di rumah karena adanya aturan stay at home. Oleh karena itu, kita harus bisa menyiasati supaya aspek-aspek tersebut tetap distimulasi, namun anak tidak merasa bosan,” ujar Efnie.

    “Dari segi aspek kognitif, orang tua tidak wajib memberikan stimulasi tambahan. Mengapa? Karena tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah untuk dikerjakan di rumah sudah cukup untuk menstimulasi hal ini,” ujar Efnie.

    Kemudian yang selanjutnya adalah aspek sosial-emosional agar anak tidak merasa bosan. Menurut Efnie, variasi agar anak tidak bosan bisa dilakukan dengan menstimulasi aspek sosial-emosinal. Hal ini karena aspek ibu bicara mengenai empati dan kepekaan perasaan, serta mampu berelasi dengan baik.

    “Maka kegiatan yang dapat disarankan yaitu saling membantu menyelesaikan pekerjaan di rumah bersama, story telling, saling mendengarkan curhat, memeluk anak, dan termasuk mengubah tatanan rumah secara bersama agar suasana menjadi seru dan berbeda,” ujar Efnie.

    Dan untuk melatih aspek motorik halus merupakan kegiatan yang berkaitan dengan keterampilan tangan dan jari jemari. Membuat prakarya bersama seperti origami, finger painting, menulis, membuat kue, khususnya kue yang menggunakan cetakan-cetakan kecil.

    Sedangkan untuk aspek motorik kasar, menurut Efnie bisa dilakukan dengan melatih tubuh melalui olahraga ringan di pagi hari sambil berjemur.

    “Dengan melakukan ini, tubuh akan terasa bugar lalu kehangatan dan kebersamaan pun akan di dapatkan,” tutupnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id