Membaca Kepribadian Seseorang dari Cara Ber-WhatsApp

    A. Firdaus - 27 Mei 2019 16:43 WIB
    Membaca Kepribadian Seseorang dari Cara Ber-WhatsApp
    WhatsApp (Foto: Justin Sulivan/AFP)
    Mengenal atau membaca kepribadian seseorang memang sangat menarik. Sebab bisa berdampak bagaimana kita berinteraksi dengannya. Terutama ketika kita menggunakan aplikasi WhatsApp atau lebih santer dikenal dengan WA.

    Jakarta: Ada beragam cara untuk mengenal karakter atau kepribadian seseorang. Baik itu dari tulisan tangannya, tanda tangannya, maupun dari cara ia berbicara.

    Pada era digital ini, agak sulit untuk menemukannya hanya dengan cara melihat tulisan tangannya. Meski begitu ada cara lain yang lebih modern, yaitu bagaimana kita bisa tahu kepribadian seseorang hanya melihat seseorang itu chatting di aplikasi WhatsApp atau WA.

    Sebagai contoh dalam sebuah grup alumni atau komunitas. Biasanya ada beberapa teman kita yang hanya menggunakan emoticon atau sticker. Ada juga yang memamerkan suara indahnya dengan menggunakan voice note, atau ada yang biasa-biasa saja yaitu dengan mengetik pesan. Psikolog Jovita Maria Farliana M. Psi Psikolog, dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta mencoba menjabarkannya kepada Medcom.id:

    -Ketikan biasa

    Orang-orang semacam ini memiliki tipikal formal. Mereka suka menyusun rapi dan panjang tulisannya. Dengan harapan tak ada sama sekali kata yang tertinggal.

    “Lebih ke orang-orang yang formal, masih suka tersusun dengan rapi kata-katanya. Orang semacam ini juga memiliki karakter yang suka dengan aturan. Aturan yang normatif,” ujar Jovita.

    -Emoticon atau sticker

    Orang-orang semacam ini biasanya tidak terbiasa mengemukakan secara verbal. Bukan komunikator efektif. Dia lebih suka apa yang ingin ia bicarakan diwakili dengan simbol. Bisa juga mewakili perasaan hatinya dalam menanggapi komentar seseorang.

    Membaca Kepribadian Seseorang dari Cara Ber-WhatsApp
    Beragam sticker lucu bisa mewakili pesan Anda tanpa harus mengetik pesan. (Foto: A. Firdaus)

    “Bisa jadi ia tidak mau secara gamblang memberikan pesan. Untuk itu dia menggunakan emoticon. Bagi mereka, hanya dengan mengirim emoticon akan lebih aman dan bisa mewakili beberapa hal,” jelas Jovita.

     “Semakin tua makin terbatas emoticon-nya. Pada intinya emoticon sah-sah saja dipakai kalau sesuai dengan konteks pesan sebelumnya,” tambahnya.

    -Voice note

    Tipikal seseorang yang enggak mau repot. Dalam arti lain, orang seperti ini memiliki tipe yang praktis dan lebih ke arah serba cepat serta instan.

    “Sebetulnya orang ini juga memikirkan efek yang dikatakannya. Mereka beranggapan, kalau dengan voice note akan lebih jelas apa yang diinginkan. Jadi jika tak menggunakan voice note, nanti akan ada salah tangkap dari si penerima pesannya,” ujar Jovita.

    Lebih lanjut, Jovita menganggap orang-orang seperti ini memang praktis dan merasa bahwa apa yang mereka lakukan adalah lebih maju daripada yang lainnya.

    Membaca Kepribadian Seseorang dari Cara Ber-WhatsApp
    Adu voice note juga menjadi sisi menarik yang ada dalam grup. (Foto: A. Firdaus)

    Di samping itu, Jovita tak menampik kalau tipikal orang seperti ini adalah yang percaya diri akan suaranya. Sehingga ini mengirim pesan suara juga menjadi hal yang ingin dipamerkan dari dirnya.

    “Terutama pesan-pesan pribadi misalnya sedang PDKT (pendekatan) dengan orang yang ia sukai. Jadi dengan menggunakan Voice Note, dia bisa memainkan nadanya. Bisa dimanja dan lebih menggoda. Dia ingin ada feedback juga dari penerima pesannya,” tutur Jovita.

    Pada dasarnya, jika melihat dari segi efektivitasnya, ada baiknya jika memakai semua fitur yang ada di aplikasi WhatsApp. Tentunya dilihat dari siapa lawan interaksi kita.

    “Kita harus melihat siapa pengirimnya dan isi yang kita sampaikan. Seperti emoticon baiknya digunakan ketika kita berinteraksi dengan teman sejawat kita,” tegas Jovita.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id