Yang Terjadi Pada Otak Ketika Melihat Anjing Lucu

    Kumara Anggita - 07 Desember 2019 18:06 WIB
    Yang Terjadi Pada Otak Ketika Melihat Anjing Lucu
    Melihat anjing yang lucu membuat Anda tidak tahan untuk menahan senyum. (Ilustrasi/Pexels).
    Jakarta: Melihat anjing yang lucu membuat Anda tidak tahan untuk menahan senyum. Ternyata ada alasannya mengapa ini bisa terjadi pada Anda.

    Dilansir dari Bustle, Psikolog klinis Jephtha Tausig menjelaskan bahwa ada sebuah reaksi yang muncul di otak ketika Anda melihat hal-hal yang menggemaskan. Reaksi ini sesungguhnya diprogram untuk bayi manusia. 

    "Ada beberapa penelitian yang tampaknya menunjukkan bahwa anak anjing, seperti anak kucing, dan hal-hal lain yang biasanya kita anggap 'lucu' menyebabkan kita bereaksi dengan cara yang mirip dengan reaksi kita terhadap bayi manusia (yaitu sesuatu yang kecil, tak berdaya, dengan kepala yang proporsional besar, dan mata besar)," ungkap Tausig.

    Bila Anda perhatikan, bola mata anjing ukurannya besar. Karena itu, Anda jadi menganggap binatang ini jadi begitu menarik.

    "Bagi banyak orang, respons 'awwwww' adalah bagian dari evolusi kami dalam hal agak prima untuk membantu atau berinteraksi dengan bayi yang membutuhkan perlindungan dan perawatan kami," paparnya.

    Tausig juga menambahkan bahwa membelai anjing juga memberikan manfaat terapeutik yang bisa sekuat obat resep. “Ada penelitian tambahan yang menunjukkan bahwa menepuk binatang (bahkan boneka binatang), menyebabkan tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan menjadi tenang,” ungkapnya.

    Koneksi fisik itu memicu otak untuk melepaskan hormon ikatan yang disebut oxytocin, yang tidak hanya membuat kita merasa tenang, tetapi juga membuat kita merasa sangat terhubung dengan anjing. Koneksi itu sendiri adalah evolusi.

    Dan sementara respons manusia yang bersemangat terhadap anjing mungkin dikaitkan dengan campuran hormon oxytocin yang sebelumnya disebutkan. Sebuah studi berjudul "Kadar Oksitosin dan Kortisol pada Pemilik Anjing dan Anjing-anjingnya Terkait dengan Pola Perilaku" diterbitkan oleh Frontiers in Psychology pada 2017 menunjukkan bahwa beberapa menit melakukan petting dan antusiasme mengurangi kadar kortisol (hormon stres) pada manusia dan anjing, dan meningkatkan kadar oksitosin pada manusia dan anjing. 

    Kendati demikian, setelah beberapa menit perhatian berlangsung, kadar kortisol perlahan-lahan naik kembali di anjing. Ini  membuktikan bahwa mungkin terlalu banyak perhatian manusia bisa mengkhawatirkan seekor anjing.

    Itulah alasan mengapa Anda begitu gemas dengan anjing. Jangan lihat matanya kalau tidak mau semakin terbuai.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id