Studi: Obesitas Anak Harus Berdasarkan Kesehatan Bukan BMI

    Anda Nurlaila - 15 April 2019 12:09 WIB
    Studi: Obesitas Anak Harus Berdasarkan Kesehatan Bukan BMI
    Sebuah studi menyarankan agar dokter mengukur obesitas dari masalah kesehatan daripada menggunakan Indeks Massa Tubuh (BMI) yang hanya mengukur berat badan terhadap tinggi badan. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Dalam penelitian Canadian Pediatric Weight Management Registry (CANPWR) terbit di The Lancet Child & Adolescent Health menerangkan bahwa pemetaan klinis yang disebut Sistem Obesitas Edmonton untuk Pediatri, atau EOSS-P bagi anak dengan obesitas, lebih berguna untuk memahami masalah kesehatan anak-anak daripada sistem kelas BMI.


    Jakarta:
    Sebuah studi menyarankan agar dokter mengukur obesitas dari masalah kesehatan daripada menggunakan Indeks Massa Tubuh (BMI) yang hanya mengukur berat badan terhadap tinggi badan.

    Penelitian yang dilakukan McMaster University menemukan masalah medis, termasuk tekanan darah tinggi, prediabetes dan penyakit hati berlemak non-alkohol sedikit lebih sering terjadi pada anak obesitas paling parah dibandingkan dengan anak obesitas yang kurang parah.

    Rincian penelitian Canadian Pediatric Weight Management Registry (CANPWR) terbit di The Lancet Child & Adolescent Health. Studi ini menemukan dua pertiga dari anak-anak yang memasuki program manajemen berat badan di Kanada memiliki obesitas berat berdasarkan BMI mereka.

    "Kami menemukan, masalah kesehatan sosial dan mekanik lebih umum pada mereka yang memiliki indeks massa tubuh tertinggi. Namun, masalah kesehatan mental, misalnya, konsisten di seluruh kelompok BMI," kata peneliti utama studi CANPWR, dan profesor dari Departemen Pediatri di McMaster Katherine Morrison seperti ditulis Science Daily.

    "Jika hanya menggunakan BMI untuk mengidentifikasi anak yang paling membutuhkan perawatan, Anda akan menganggap anak-anak dengan kelas BMI terendah menjadi yang paling mungkin memiliki masalah kesehatan mental atau masalah metabolisme."

    "Temuan kami menunjukkan ini tidak benar. Studi ini menunjukkan bahwa menggunakan sistem pementasan klinis, sistem yang mengevaluasi kesehatan anak dan bukan hanya BMI, kemungkinan merupakan pendekatan terbaik."

    Morrison mengatakan tujuan akhirnya adalah meningkatkan perawatan anak-anak obesitas. "Kita harus fokus pada cara terbaik untuk mengobati anak-anak dengan obesitas.

    Ini terutama ketika ada beban penyakit yang berhubungan dengan obesitas pada anak-anak yang memasuki program manajemen berat badan."

    Studi: Obesitas Anak Harus Berdasarkan Kesehatan Bukan BMI
    (Sebuah studi menyarankan agar dokter mengukur obesitas anak dari masalah kesehatan daripada menggunakan Indeks Massa Tubuh (BMI). Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

    (Baca juga: Ayah Aktif Bantu Cegah Obesitas pada Anak)

    Studi CANPWR bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh yang dicapai oleh peserta yang berhasil dalam program manajemen berat badan dan membantu meningkatkan program ini. Studi ini mengikuti peserta selama tiga tahun.

    10 klinik yang ikut serta dalam penelitian ini adalah di Vancouver, Edmonton, Calgary, Toronto, Hamilton, Ottawa dan Montreal.

    Studi mengambil informasi dari 847 anak-anak dengan obesitas dan masalah kesehatan ditentukan pada kunjungan awal mereka ke salah satu klinik manajemen berat badan multidisiplin di Kanada. Peserta berusia 5-17 tahun saat pendaftaran.

    Dalam studi ini, para peneliti menunjukkan bahwa menggunakan sistem pemetaan klinis yang disebut Sistem Obesitas Edmonton untuk Pediatri, atau EOSS-P, lebih berguna untuk memahami masalah kesehatan anak-anak daripada sistem kelas BMI.

    Mereka menyarankan bahwa menggunakan sistem pemetaan klinis akan lebih baik membantu desain intervensi perawatan kesehatan untuk anak-anak dengan obesitas.

    Masalah kesehatan terkait obesitas yang paling umum adalah gangguan mental sebanyak 90 persen, diikuti oleh masalah metabolisme sebanyak 85 persen, sosial 65 persen dan mekanis 62 persen.

    Dalam lingkup ini, masalah kesehatan mental yang paling umum masuk diidentifikasi adalah kecemasan. Komplikasi kesehatan metabolik yang paling umum diidentifikasi adalah dislipidemia (Dislipidemia adalah kondisi yang terjadi saat kadar lemak dalam aliran darah terlalu tinggi atau terlalu rendah), diikuti oleh penyakit hati berlemak non-alkohol.

    Perundungan adalah faktor kesehatan sosial yang paling umum diidentifikasi, diikuti dengan sangat erat oleh rendahnya pendapatan rumah tangga.

    Lebih dari sepertiga anak-anak dalam kelompok obesitas tertinggi berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, yang secara signifikan lebih tinggi daripada mereka yang memiliki tingkat obesitas lebih rendah.

    Mereka yang memiliki obesitas paling parah menggunakan BMI lebih cenderung mengalami perundungan, dan lebih cenderung melaporkan kesulitan dengan hubungan teman sebaya, dibandingkan dengan kelompok obesitas yang kurang parah.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id