Sulis Sugianto, Zumba Education Spesialist (ZES) Pria Pertama di Indonesia

    Raka Lestari - 02 Mei 2019 13:26 WIB
    Sulis Sugianto, Zumba Education Spesialist (ZES) Pria Pertama di Indonesia
    Kisah Sulis Sugianto, Zumba Education Specialist (ZES) laki-laki pertama di Indonesia yang membuktikan bahwa tidak masalah bagi pria mendalami olahraga zumba. (Foto: Dok. Pribadi Sulis Sugianto)

    Zumba dikenal sebagai olahraga yang menggabungkan musik dan tarian latin dengan gerakan olahraga. Masih banyak yang menanggap olahraga zumba sebagai olahraga yang hanya khusus bagi wanita, tapi ternyata tidak. Sulis Sugianto, seorang Zumba Education Specialist (ZES) laki-laki pertama di Indonesia yang bisa membuktikan bahwa tidak masalah bagi pria mendalami olahraga zumba.



    Jakarta: Olahraga zumba juga menjadi pilihan yang cukup populer untuk mendapatkan olahraga efektif yang menguras banyak energi, membakar lemak, dan juga menyenangkan.

    Dengan tagline "Ditch the Workout, Join the Party", zumba menekankan pada gerakan mengikuti irama musik dan bersenang-senang, sedangkan secara fungsional bertujuan untuk membentuk dan mengencangkan seluruh tubuh.

    Zumba identik dengan musik dan tarian, dan zumba juga identik dengan olahraga yang banyak dilakukan oleh para wanita.

    Padahal sebenarnya, zumba bisa dilakukan oleh siapa saja dan pada usia berapa saja. Salah satunya adalah Sulis Sugianto, seorang Zumba Education Specialist (ZES) laki-laki pertama di Indonesia yang bisa membuktikan bahwa tidak masalah bagi pria mendalami olahraga zumba.

    Sulis Sugianto, Zumba Education Spesialist (ZES) Pria Pertama di Indonesia
    (Pada awalnya keluarga Sulis pun bertanya-tanya mengenai keputusannya untuk menekuni olahraga zumba yang memang identik dengan wanita. Namun, ia bisa membuktikannya, bahwa olahraga ini hanya untuk profesi semata. Foto: Dok. Pribadi Sulis Sugianto)

    Awalnya terpaksa memelajari zumba

    "Saya memelajari zumba sudah sekitar delapan tahun, pada awalnya saya juga berpikir bahwa zumba itu olahraga yang untuk perempuan saja. Tapi ternyata pekerjaan saya mengharuskan saya untuk mengajar zumba sehingga akhirnya mau tidak mau memelajarinya," tutur Sulis.

    Meskipun pada awalnya ia merasa terpaksa, namun setelah mengetahui lebih dalam mengenai manfaat dan penjelasan yang lengkap mengenai zumba maka dirinya pun mulai mengerti.

    Ia menambahkan "Gerakan yang ada di dalam zumba itu bisa diubah, tidak harus sesuai dengan instruktur dan yang penting adalah bagaimana senyamannya kita. Jadi sesuaikan saja dengan karakter kita, tidak harus sesuai dengan apa yang dicontohkan."

    "Zumba itu bukan untuk perempuan tapi untuk semua orang. Awalnya mungkin orang Indonesia menganggap zumba itu kaya joget-joget doang ya, itu kan biasanya yang ikut perempuan jadi identik dengan perempuan."

    Untuk kemudian menjadi ZES, Sulis mengaku membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar delapan bulan. Ada beberapa tahapan untuk akhirnya ia bisa menjadi ZES.

    Pertama adalah Basic 1 (B1) yang merupakan dasar dari zumba itu sendiri. "Kalau mau jadi instruktur harus memiliki sertifikat B1. Di situ ada dasar-dasar, seperti apa itu zumba, filosofi zumba, sejarah zumba."

    Kemudian dilanjutkan dengan Proskill kemudian B2. "Proskill itu semacam lanjutan untuk lebih meningkatkan cara mengajar agar tidak monoton. Sedangkan B2 itu lebih untuk mengasah kemampuan dan juga menambah gerakan-gerakan yang diketahui," terang Sulis.

    Menurutnya, pada tahun 2016 lalu saat dirinya ingin mendapat lisensi ZES tersebut cukup sulit karena masih belum ada ZES lokal yang bisa mengajarkan tetapi saat ini ia dan ketiga teman-temannya sudah memiliki sertifikat ZES sehingga tidak terlalu sulit.

    "Saya waktu itu sempet ke Singapura, Malaysia, dan China untuk mencari informasi tentang zumba dan apa aja yang harus dilakukan untuk menjadi ZES. Jadinya bolak-balik, tapi kalau sekarang sudah enak karena sudah ada ZES lokal bahkan ZES yang berasal dari internasional kita yang undang ke sini."

    Sulis Sugianto, Zumba Education Spesialist (ZES) Pria Pertama di Indonesia
    (Zumba identik dengan musik dan tarian, dan zumba juga identik dengan olahraga yang banyak dilakukan oleh para wanita. Padahal sebenarnya, zumba bisa dilakukan oleh siapa saja dan pada usia berapa saja. Foto: Dok. Pribadi Sulis Sugianto)

    Dukungan keluarga

    Pada awalnya keluarga Sulis pun bertanya-tanya mengenai keputusannya untuk menekuni olahraga zumba yang memang identik dengan wanita.
    "Keluarga sih awalnya bertanya-tanya, ngapain sih zumba? Jangan-jangan udah enggak normal nih. Tapi kan kembali lagi, sebenarnya zumba tidak seperti itu. Kan ada gerakan yang melambai-lambai tuh, nah kalau di zumba ya sesuaikan saja dengan gerakan yang bisa dilakukan."

    Hal itu karena menurut Sulis, untuk olahraga zumba sendiri siapapun bisa diberikan kebebasan untuk melakukan setiap gerakan-gerakan zumba yang terpenting adalah bisa merasakan kesenangan selama melakukan zumba.

    "Zumba itu tujuannya bukan untuk berlomba-lomba paling bagus dalam gerakan, tetapi bagaimana dapetin fun-nya, olahraganya, enjoy-nya. Yang penting adalah bagaimanya senyamannya saja."

    Seiring dengan bertambahknya kesibukan sebagai ZES, Sulis mengaku awalnya cukup kesulitan untuk membagi waktu antara mengajar zumba dengan keluarga. Namun ia berusaha untuk membagi waktu dengan membuat jadwal, yaitu pada weekend yang memang dikhususkan untuk keluarga.

    Pergi ke berbagai daerah untuk memperkenalkan zumba

    Selama menjadi ZES, Sulis mengaku bahwa dirinya cukup aktif ke berbagai daerah-daerah yang ada di Indonesia untuk memperkenalkan zumba ke seluruh masyarakat di Indonesia.

    "Hampir seluruh Indonesia sudah pernah saya datangi bahkan sampai ke Papua pun sudah pernah. Namun memang antusias dari masyarakat untuk memelajari zumba paling banyak tetap di daerah Jakarta."

    Selama berkeliling Indonesia itu juga Sulis menceritakan ada beberapa kejadian yang membuatnya merasa terharu. "Ada banyak sekali pengalaman selama ke berbagai daerah di Indonesia. Seperti ini, ada orang yang untuk bisa mendapatkan sertifikat ZIN (Zumba Instructor Network) saja harus melalui perjuangan yang luar biasa bahkan harus sampai menggadaikan perhiasan untuk bisa dapetin gelar ZIN itu."

    "Selain itu ada juga banyak yang usianya meskipun sudah tidak muda tetapi ternyata dia mau belajar untuk zumba. Ternyata mereka usahanya tidak semudah itu untuk bisa mendapatkan sertifikat resmi dan itu yang membuat saya merasa terharu."

    Sulis Sugianto, Zumba Education Spesialist (ZES) Pria Pertama di Indonesia
    (Sulis juga memberikan pesan kepada para pria yang ragu-ragu untuk mengikuti zumba karena takut dianggap seperti perempuan, "Coba ikut kelas zumba tapi dengan gerakan senyaman mungkin dan sesuaikan saja dengan style sendiri," katanya. Foto: Dok. Pribadi Sulis Sugianto)

    Cedera karena zumba

    Selain itu, berbagai pengalaman seperti cedera dan dehidrasi juga cukup sering Sulis temui selama mengajar zumba. "Pengalaman cedera dan dehidrasi cukup sering saya temui. Biasanya kalau cedera itu karena rata-rata lantainya licin dan karena kecapean. Itulah kenapa untuk menjadi instruktur zumba harus mendapatkan pelajaran first aid itu agar kita bisa mengetahui apa yang harus dilakukan ketika member kita mengalami hal-hal yang tidak diinginkan."

    "Kalau untuk dehidrasi sih biasanya karena di beberapa daerah tempatnya tidak ada sirkulasi udara, tidak ada kipas atau AC. Kebanyakan orang salah persepsi menganggap bahwa berkeringat banyak merupakan pertanda semakin baik padahal belum tentu. Tetap harus ada sirkulasi udara karena itu sangat penting."

    Manfaat zumba untuk pria

    "Kebanyakan orang bilangnya itu zumba dance, rata-rata asumsinya ini gerakan dance saja. Padahal tidak, sebenarnya kalau dilakukan dengan benar itu bisa untuk olahraga juga, sehingga secara langsung dapat berdampak untuk pembentukan tangan, kaki, paha, perut, dan seluruh badan. Dan zumba juga dapat menghilangkan stres, itu yang menjadi poin penting," tutur Sulis. Meskipun memang sebenarnya manfaat tersebut berlaku tidak hanya pria namun wanita juga.

    Untuk pembentukan otot juga merupakan salah satu manfaat zumba yang bisa didapatkan oleh para pria. "Zumba kalau untuk pria biasanya lebih ke pembentukan otot, agar otot menjadi lebih fleksibel."

    Dan memang menurut Sulis, saat ini pria sudah cukup banyak yang mulai mengikuti kelas-kelas zumba, mulai dari kelas zumba yang ada di car free day, sampai kelas zumba yang biasanya terdapat di kantor-kantor.

    "Sekarang sih sudah mulai ada peningkatan, kalau zaman dulu kebanyakan perempuan sekarang sudah mulai banyak pria yang mengikuti kelas zumba."

    Untuk para pria sendiri, Sulis menyarankan untuk memadukan kelas zumba dengan berbagai olahraga lainnya seperti berlari atau fitness untuk bisa mendapatkan manfaat yang lebih maksimal. "Kalau untuk kardio mungkin bisa diimbangi dengan lari sama fitness ya untuk pria. Itu semua biar balance, kalau fitness saja kan kurang fleksibel ya."

    Sulis Sugianto, Zumba Education Spesialist (ZES) Pria Pertama di Indonesia
    ("Zumba itu bukan untuk perempuan tapi untuk semua orang," papar Sulis. Foto: Dok. Pribadi Sulis Sugianto)

    Pesan untuk para pria yang ragu ikut zumba

    Pada awalnya, Sulis mengaku bahwa ia merasa sedikit beban dalam mengajarkan zumba kepada murid-muridnya tersebut namun untungnya semua keraguan tersebut bisa ia lalui dengan baik.

    "Kalau merasa deg-degan pastinya pernah, cukup beban apakah yang disampaikan itu benar atau tidak? Kemudian juga apakah murid-murid saya itu bisa mengerti apa yang saja ajarkan atau tidak. Namun saya mengatasinya dengan tetap memantau mereka, perkembangannya bagaimana, cara mengajar mereka juga apakah sudah sesuai atau belum. Lebih ke seperti itu."

    Sulis juga memberikan pesan kepada para pria yang ragu-ragu untuk mengikuti zumba karena takut dianggap seperti perempuan, "Coba ikut kelas zumba tapi dengan gerakan senyaman mungkin dan sesuaikan saja dengan style sendiri sehingga tidak harus sesuai dengan apa yang dilakukan instruktur."

    "Intinya gimana caranya kalian dapetin gerakan yang nyaman dan enjoy untuk diri sendiri, dijamin bisa menghilangkan stres," ujar Sulis.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id