Kumpulan Puisi tentang Rindu - Medcom

    Kumpulan Puisi tentang Rindu

    Sunnaholomi Halakrispen - 07 Mei 2019 20:36 WIB
    Kumpulan Puisi tentang Rindu
    Teruntuk orang-orang yang kita cintai, tak ada salahnya untuk bisa memberikan puisi kepada mereka. (Foto Ilustrasi: Mahkeo/Unsplash)
    Rindu adalah bumbu dari sebuah hubungan. Untuk itu, mengungkapkan kata-kata indah dari sebuah puisi buatnya menjadi ungkapan rasa rindu bisa menjadi penyejuk saat kecemasan melanda lantaran jarang bertemu.

    Jakarta: Berat rasanya merindukan seseorang. Baik itu kekasih, orang tua, sahabat, dan orang lain yang kita cintai. Pengungkapan rasa rindu tergambarkan dari puisi.

    Teruntuk orang-orang yang kita cintai, tak ada salahnya untuk bisa memberikan puisi kepada mereka. Berikut daftar puisi tentang rindu yang bisa Anda gunakan. Tapi, jangan lupa sertakan siapa pengarangnya ya.

    1. Mata Hitam oleh WS Rendra

    Dua mata hitam adalah matahati yang biru
    Dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu.
    Rindu bukanlah milik perempuan melulu
    dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu.
    Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi
    kecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi.
    Dua mata hitam adalah rumah yang temaram
    secangkir kopi sore hari dan kenangan yang terpendam.

    2. Sajak Putih oleh Chairil Anwar

    Bersandar pada tari warna pelangi
    kau depanku bertudung sutra senja
    di hitam matamu kembang mawar dan melati
    harum rambutmu mengalun bergelut senda

    Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
    meriak muka air kolam jiwa
    dan dalam dadaku memerdu lagu
    menarik menari seluruh aku

    hidup dari hidupku, pintu terbuka
    selama matamu bagiku menengadah
    selama kau darah mengalir dari luka
    antara kita Mati datang tidak membelah...

    Buat Miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,
    dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!
    Kucuplah aku terus, kucuplah
    dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku

    3.  Kenangan oleh Sapardi Djoko Damono

    Ia meletakkan kenangannya
    dengan sangat hati-hati
    di laci meja dan menguncinya
    memasukkan anak kunci ke saku celana
    sebelum berangkat ke sebuah kota
    yang sudah sangat lama hapus
    dari peta yang pernah digambarnya
    pada suatu musim layang-layang

    4. Hari pun Tiba oleh Sapardi Djoko Damono

    Hari pun tiba. Kita berkemas senantiasa
    kita berkemas sementara jarum melewati angka-angka
    kau pun menyapa: ke mana kita
    tiba-tiba terasa musim mulai menanggalkan daun-daunnya

    tiba-tiba terasa kita tak sanggup menyelesaikan kata
    tiba-tiba terasa bahwa hanya tersisa gema
    sewaktu hari pun merapat
    jarum jam sibuk membilang saat-saat terlambat

    5. Pandang Setua Bumi oleh Sitor Situmorang

    Di garis-garis pinggangnya
    talut-talut rinduku menyelinap
    di sembul-sembul pinggulnya
    masa depan terbentang

    Di tubir-tubir pusarnya
    masa lalu diam
    bertambah dalam tak terduga
    di lubuk pandangnya
    setua bumi

    6. Menunggu oleh Khalil Gibran

    Hari terhitung minggu
    Minggu pun menjadi bulan
    Pagi ku mengingat mu
    Malam ku mengenangmu

    Tetap saja semua sama
    Sejak kau pergi
    Ku masih saja menanti mu
    Hingga kau kembali
    Dan takkan tinggalkan ku lagi
    Entah kapan

    Menunggu mu masih
    Setia tetap ku janji
    Hingga ku dapat kau kembali
    Bersama jalani hari

    7. Kan Kuabaikan Segala Hasratku oleh Kahlil Gibran

    Kan kuabaikan segala hasratku
    Agar kau tenang kan hatimu
    Kupertaruhkan semua ragaku
    Demi dirimu bintangku

    Biarkan ku menggapaimu
    Biarkan ku memanjakanmu
    Dengan segala rasa yang kumiliki
    Dan tak untuk menyakiti

    Begitu indah rasa hasratku
    Untuk memilikimu
    Karena semua hanya hayalku
    Apakah kan jadi miliku

    Hidup ini indah
    Walau takdir kadang tak ramah
    Kuharus terus berlari
    Sebelum nafasku berhenti
    Tuk wujudkan semua mimpi
    Menjelang masa depan yang kuingini

    Kuingin suatu hari nanti
    Bila semua mimpi hati telah kuraih
    Ku ingin menghampiri dirimu lagi
    Tuk memintamu menjadi pendamping diri Menjadi istriku
    Dihatimu akan ku labuhkan cinta terakhirku


    Jakarta dalam Jejak Chairil Anwar




    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id