Upaya Perlindungan Anak di Masa Pandemi Covid-19

    Sunnaholomi Halakrispen - 24 Juni 2020 12:35 WIB
    Upaya Perlindungan Anak di Masa Pandemi Covid-19
    Ilustrasi (Foto: Pixels)
    Jakarta: Sebagai upaya perlindungan anak Indonesia yang efektif selama masa pandemik coronavirus disease (covid-19), ada upaya perlindungan. Hal itu disampaikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berkolaborasi dengan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia).

    Kedua pihak menggelar dengar pendapat anak dan kaum muda pada Rabu, 24 Juni 2020 secara daring. Sekitar lima puluh anak dan kaum muda dari berbagai daerah berdialog langsung dengan Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati, Komisioner Bidang Hak Sipil dan Partisipasi Jasra Putra, dan Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti.

    "Kami mendorong agar suara anak-anak dari berbagai latar belakang didengar oleh komisi negara, dan dijadikan pertimbangan dalam membuat kebijakan terkait pemenuhan hak dan perlindungan dalam situasi pandemik covid-19," ujar Dini dalam keterangan resminya.

    Dini juga berharap anak-anak tetap aktif dan berdaya menyuarakan gagasan terkait beragam masalah yang mereka hadapi. Terutama, yang berdampak dalam kehidupan sehari-hari di tengah wabah covid-19.

    Anak-anak pun menyampaikan beberapa isu dan rekomendasi, di antaranya dalam hal pemenuhan hak kesehatan, perlindungan dari kekerasan, dan kekerasan berbasis gender. Termasuk yang terjadi di hunian sementara, mekanisme pelaporan kasus kekerasan, pemenuhan hak tumbuh kembang anak, perkawinan anak, dan pekerja anak. 

    "Saya bangga melihat anak-anak Indonesia dapat menyampaikan rekomendasi langsung kepada KPAI dan akan dijadikan sebagai salah satu landasan KPAI dalam memberikan masukan kebijakan kepada pemerintah. Semangat kalian mendorong kami untuk mewujudkan perlindungan dan pemberdayaan anak yang setara di seluruh Indonesia," tutur Rita Pranawati.

    Anak-anak yang terlibat dalam forum ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah terpencil, kepulauan, dan tertinggal, serta anak dengan disabilitas. Mereka berasal dari Maluku, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Riau, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Papua. 

    Anak-anak peserta juga merupakan perwakilan dari Forum Anak chapter Nasional dan daerah, Youth Coalition for Girls (YCG) chapter Nasional, Kupang dan Riau. Selain itu, Youth Advisory Panel (YAP) Plan Indonesia di Kabupaten/Kota Jakarta, Timor Tengah Selatan, Lembata, Nagekeo. Kemudian, alumni International Day of the Girls (IDG) serta komunitas anak dan kaum muda mitra Plan Indonesia. 

    Sementara itu, pandemi memberikan dampak yang berbeda bagi orang dewasa dan anak-anak. Anak-anak terdampak secara langsung dan tidak langsung, akibat perubahan lingkungan dan disrupsi di beragam sektor, yakni dalam sistem pendidikan, sistem layanan perlindungan anak, kehidupan ekonomi keluarga, intensitas pengasuhan, serta perubahan interaksi sosial masyarakat.

    Plan Indonesia telah melakukan tanggap darurat dengan memastikan perlindungan hak anak di masa pandemi, khususnya anak perempuan, anak penyandang disabilitas, anak dalam keluarga ekonomi lemah, dan anak di wilayah terpencil yang sulit akses logistik dan infrastruktur.

    Didorongnya upaya pencegahan terjadinya kekerasan pada anak dengan memperkuat mekanisme perlindungan anak berbasis komunitas termasuk mekanisme pelaporan yang ramah anak, penyebarluasan informasi nomor telepon pengaduan jika terjadi dugaan kekerasan. 

    Wilayah tanggap Covid-19 dari Plan Indonesia yaitu Nusa Tenggara Timur di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nagekeo, Lembata, Belu, Malaka, Manggarai, Nusa Tenggara Barat di Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram, Sumbawa, DKI Jakarta di 18 kelurahan dan Jawa Tengah.   

    Hingga saat ini, tercatat lebih dari 400.000 anak dan orang dewasa sebagai penerima manfaat langsung tanggap darurat Plan Indonesia. Dalam bentuk penyediaan air bersih dan alat kebersihan, kegiatan promosi kebersihan, perlindungan anak, dan memastikan akses pendidikan untuk anak-anak di daerah terpencil.

    Plan Indonesia berupaya menyediakan ruang aman bagi anak dan kaum muda terutama perempuan untuk menyuarakan tantangan yang dihadapi selama masa pandemi serta gagasan dan aspirasi mereka.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id