• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Anak Terpapar Gadget dari Kebiasaan Lingkungan dan Orang Terdekat

Farhan Dwitama - 05 November 2018 10:00 wib
Orang tua dan lingkungan, juga harus mengatur konten dari gawai
Orang tua dan lingkungan, juga harus mengatur konten dari gawai yang dikuasai oleh anak-anak. (Foto: Le Buzz/Unsplash.com)

Tangerang: Bayi dan balita sebaiknya tak terpapar gadget, setelah berusia 12 tahun anak boleh dikenalkan gadget dengan waktu terbatas.

Psikolog dari Grow Psychological Service, Yukie Agustia Kusmala memaparkan dampak buruk penggunaan gawai pada anak dan balita, diawali dari kebiasaan orang dekat pada lingkungan anak. 

“Bisa orang tua sang anak, pengasuh, kakak atau kakek-neneknya. Itu dipicu kebiasaan yang ditiru anak dari lingkungannya,” kata Yukie, Sabtu 27 Oktober 2018 silam dalam parent talk dengan tema menyiasati era digital pada anak di Kingland Avenue, BSD Tangerang Selatan. 

Menurutnya, gadget tak hanya menimbulkan radiasi elektronik yang memapar anak. Tapi ada dampak sosial dan psikologis yang juga menghantui kebiasaan anak selanjutnya. 

“Usia yang dibolehkan itu 12 tahun. 0 sampai 2 tahun tak boleh terpapar gadget, kalaupun terpaksa, anak usia 3 sampai 6 tahun itu dibatasi satu jam per hari, 7 sampai 18 tahun itu dua jam per hari, memang bisa lebih untuk usia 18 tahun karena kebutuhan tugas sekolah, atau kebutuhan pekerjaan. Tapi harusnya rehat dulu agar matanya tetap terjaga,” kata dia. 


(Menurut psikolog dari Grow Psychological Service, Yukie Agustia Kusmala, gadget tak hanya menimbulkan radiasi elektronik yang memapar anak. Tapi ada dampak sosial dan psikologis yang juga menghantui kebiasaan anak selanjutnya. Foto: Benjamin Sow/Unsplash.com)

(Baca juga: Hadirnya Gadget di Kamar Pangkas Waktu Tidur Anak)

Orang tua dan lingkungan, juga harus mengatur konten dari gawai yang dikuasai oleh anak-anak. 

“Atur juga kontennya, berikan konten yang merangsang pengetahuan dan perhatikan durasi bermain gadgetnya. Kenapa dibatasi karena anak perlu berkegiatan di luar, karena anak menggunakan gadget itu hanya untuk game dan menonton saja, dia tidak kenal chatting, tidak tahu sosial media,” terang dia.

Maka keteladan dari orang tua dan lingkungan dalam penggunaan gadget menjadi kunci, agar anak mau diatur dalam memanfaatkan gadget yang dia gunakan.

“Saat dengan anak harus melepaskan gadget, kita harus ada manajemen waktu. Banyak orang tua sebenarnya bukan bermain gadget, tapi sedang bekerja, sedang jualan online."

"
Tapi yang mereka (anak-anak) lihat adalah kita terus terusan memegang gadget. Padahal kita kerja, atau untuk bisnis online. Tapi anak tahunya kita pegang gadget terus maka perlu manajemen waktu untuk itu,” katanya. 





(TIN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.