Tantangan dan Risiko Masalah Kesehatan Jiwa Anak di Kenormalan Baru

    Sunnaholomi Halakrispen - 06 Agustus 2020 17:09 WIB
    Tantangan dan Risiko Masalah Kesehatan Jiwa Anak di Kenormalan Baru
    Masalah kesehatan jiwa di tengah kenormalan baru (new normal) terkait pandemi covid-19 perlu diperhatikan. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Masalah kesehatan jiwa di tengah kenormalan baru (new normal) terkait pandemi covid-19 perlu diperhatikan. Sejumlah tantangan bisa memengaruhi risiko masalah tersebut di tengah keluarga. Khususnya, karena anak bersekolah di rumah.

    Pemerintah sendiri masih mengkaji tentang keputusan membuka sekolah kembali. Akan tetapi, orang tua perlu memahami apa yang harus dilakukan mengenai kesiapan untuk kembali dibukanya sekolah ataupun anak yang tetap belajar di rumah.

    "Tantangan risiko ini berada di seluruh tataran usia anak, baik anak usia dini maupun usia sekolah," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ, MPH dalam webinar Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan RI.

    "Dari kesemuanya tadi tentu kita akan melihat bahwa upaya pemerintah tentu harus hadir di dalam hal ini," tambahnya.

    Ia mengatakan bahwa pemerintah memang tidak hanya fokus kepada penularan covid-19 sisi afektif dan fisik. Namun, yang juga harus menjadi perhatian pemerintah ialah bagaimana dampak kesehatan jiwa para pelajar.

    "Kebijakan pemerintah tentu kita berharap masyarakat di tengah pandemi covid-19 ini juga seharusnya peduli (masalah kesehatan jiwa). Tentu dalam konteks ini pemerintah wajib melakukan pelayanan-pelayanan yang komprehensif. Mulai dari tingkat primer, sekunder, sampai tersier," paparnya.

    Kesehatan jiwa berfokus pada bagaimana anak tidak merasa tertekan selama menjalani kewajibannya sebagai pelajar. Baik itu bersekolah di rumah maupun di sekolah, saat memasuki era kenormalan baru. 

    Peran orang tua pun sangat penting dalam menjamin anak bisa menikmati proses belajar. Selain itu, memahami bahaimana masalah yang dihadapi anak ketika bingung, sedih, atau khawatir.

    "Dia (orang tua) juga harus memberikan pengasihan, pengasuhan, dan pengasahan. Sehingga, suasana bermain itu betul-betul tetap masih dirasakan," pungkasnya.



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id