Membandingkan Gizi Susu Kambing dengan Susu Sapi untuk Anak

    Kumara Anggita - 13 Juli 2020 18:10 WIB
    Membandingkan Gizi Susu Kambing dengan Susu Sapi untuk Anak
    Ilustrasi-Unsplash
    Jakarta: Tak semua anak bisa minum susu sapi karena alergi atau memiki masalah kesehatan tertentu. Oleh karena itu, orang tua biasanya mengalihkan anaknya untuk minum susu jenis lain.

    Salah satu susu yang bisa dijadikan alternatif adalah susu kambing. Bila Anda ingin membandingkan kandungan nutrisi susu ini dengan susu sapi, simak penjelasan berikut.

    Dilansir dari Healthline, secara nutrisi, susu kambing murni cenderung memiliki sedikit lebih banyak protein dan lemak dibandingkan dengan susu sapi. Susu kambing juga dapat mengemas lebih banyak kalsium, potasium, vitamin A, dan tembaga secara signifikan, di antara vitamin dan mineral penting lainnya.

    Namun susu ini tetap memiliki kekurangan dalam hal lain. Menurut sebuah sumber, susu sapi mengandung vitamin B12 dan folat dalam jumlah yang lebih tinggi. Jadi bila dihitung-hitung susu sapi dan susu kambing berada di level yang sama. Dua susu ini sama-sama bernutrisi.

    Susu kambing

    Perbedaan nutrisi utama lainnya adalah laktosa (gula alami yang ditemukan pada semua susu hewan). Banyak orang mengalami kesulitan mencerna protein susu ini sehingga mereka jadi memiliki masalah perut.

    Susu kambing mengandung lebih sedikit laktosa, dan ini adalah alasan besar mengapa mereka yang sensitif terhadap susu sapi dapat mentoleransi susu kambing jauh lebih baik.

    Susu sapi

    Walaupun bernutrisi, Anda tidak bisa memberikan susu sapi ini sembarangan. Formula berbasis susu sapi aman diberikan sejak lahir hingga 12 bulan.

    Namun untuk susu kambing segar dan jenis susu murni lainnya harus dihindari sepenuhnya dalam 12 bulan pertama masa kecil bayi. Seperti yang direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP).

    Susu kambing murni berbahaya bagi anak di bawah satu tahun, karena ini tidak memberikan nutrisi yang cukup untuk bayi. Sistem pencernaan bayi waktu itu tidak cukup matang untuk mencerna sejumlah besar protein dalam susu yang berasal dari hewan.

    Ketika sudah berusia satu tahun, baru lah Anda bisa memberikan susu ini. Konsultasikan pada dokter untuk peralihan susu ini agar lebih aman.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id