LDR Bukan Alasan Hubungan Kandas

    Dhaifurrakhman Abas - 16 Juli 2019 17:05 WIB
    LDR Bukan Alasan Hubungan Kandas
    (Ilustrasi--Pexels.com)
    Banyak orang mengkhawatirkan hubungan asmara jarak jauh, lantaran takut hubungan asmaranya retak. Namun, sebuah studi yang dilakukan sex toy KIIROO mengatakan hubungan jarak jauh justru memiliki tingkat keberhasilan sebesar 58 yang besar. Jarak yang membentang justru semakin menumbuhkan rasa cinta.


    Jakarta: Kekhawatiran bakal muncul saat menjalani hubungan Long Distance Relationship (LDR)
    atau hubungan asmara jarak jauh. Beberapa orang mungkin percaya hubungan jarak jauh tidak akan bertahan lama. Sebab, jarak yang membentang rentan membuat kisah asmara kandas di tengah jalan.

    Dilansir dari Times of India, kepercayaan tersebut rupanya dibantahkan sebuah studi yang dilakukan sex toy KIIROO. Studi mengatakan hubungan jarak jauh justru memiliki tingkat keberhasilan sebesar 58 yang besar. Jarak yang membentang justru semakin menumbuhkan rasa cinta.

    Dalam studi ini, para peneliti mensurvei 1.000 responden dewasa yang menjalani hubungan jarak jauh. Sebesar 27 persen dari responden atau peserta penelitian ini bahkan mengaku belum pernah hidup bersama dengan pasangan mereka.

    Lantas responden tersebut ditanyakan bagaiamana tantangan yang dirasakan ketika menjalani hubungan jarak jauh. Mereka juga diminta menjawab manfaat yang didapatkan sewaktu menjalani hubungan tersebut.

    Menariknya, 81 persen responden mengaku bahwa pertemuan mereka jauh lebih intim dan istimewa ketika dipertemukan kembali. Selain itu, 55 persen peserta mengaku jarak membuat mereka merasa lebih dekat dengan pasangan. 

    Tak hanya itu. tujuh dari sepuluh responden, atau sebesar 69 persen, merasa hubungan jarak jauh membikin mereka berinteraksi lebih intens dengan kekasih. Jarak tak mengganggu komunikasi.

    Lantas apa yang membuat hubungan ini justru berhasil? Sebanyak 88 persen dari peserta penelitian mengaku perkembangan teknologi membuat jarak yang terpisah terasa dekat. 

    Buktinya, berdasarkan hasil studi, para responden ini rata-rata berbincang delapan jam seminggu melalui panggilan suara atau obrolan video. Mereka juga saling berbalas pesan teks sebanyak 343 kali setiap minggu.

    Akan tetapi, peserta mengaku empat bulan awal hubungan jarak jauhh merupakan yang terberat bagi pasangan. Namun, hubungan itu cenderung menjadi lebih lancar setelah pasangan tetap bersama selama delapan bulan.

    Adapun yang membuat hubungan tersebut terasa berat lantaran kurangnya keintiman fisik akibat terpisah oleh jarak. Hal ini diakui oleh 66 persen peserta penelitian. Meskipun sebagian lagi mengaku hal itu bukan masalah besar.

    Selain keintiman fisik, hubungan jarak jauh sering membuat pasangan merasa tidak aman, kesepian, dan sering bertengkar karena perbedaan waktu. Hal ini menyebabkan kurangnya komunikasi, yang mengakibatkan pasangan khawatir hubungan mereka bakal kandas di tengah jalan.






    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id