Menangani Masalah secara Berbeda dengan Pasangan

    Sunnaholomi Halakrispen - 23 Oktober 2019 07:00 WIB
    Menangani Masalah secara Berbeda dengan Pasangan
    Pasangan yang resisten sering mengakui masalah. (Foto: Tan Danh/Pexels)
    Jakarta: Perbedaan cara menangani masalah dari sisi Anda dan pasangan bisa membuat frustrasi. Apalagi, jika si dia mengabaikan masalah yang justru memperburuk keadaan. Atau mungkin secara konsisten memunculkan masalah yang Anda yakin akan lebih baik diabaikan.

    Apa pun pendekatan yang dilakukannya merupakan kebalikan dari pola pikir yang Anda yakini. Hal tersebut selanjutnya malah membuat kalian berselisih dan menciptakan masalah yang semakin membesar.

    Sementara itu, menurut peneliti hubungan John Gottman, dalam hubungan heteroseksual, perempuanlah yang memunculkan masalah 80 persen. Ketika pasangannya tidak terlibat secara positif untuk memperbaiki masalah, kaum perempuan seringkali dapat menjadi keras dalam tuntutan mereka.

    Si pria akan dituntut untuk bisa memberikan perhatian terhadap masalah dan sang perempuan semakin menyampaikan keluhan hingga kritik mereka kepada pasangannya. Sebaliknya, ketika konflik meningkat dalam hubungan kekasih, laki-laki seringkali mencoba untuk mengabaikan masalah.

    Bahkan, juga menarik diri dan menutup diri dari pasangan mereka. Seakan terlihat seperti menjauh dari masalah yang tengah dihadapinya. Gottman menyebutnya sebagai tembok batu.

    Sementara beberapa wanita menggunakan taktik ini, ia melaporkan bahwa 85 persen dari penghalang dalam hubungan adalah pria. Data ini berfokus secara khusus pada pasangan tipe dinamis.

    "Dalam melakukan terapi pasangan, saya telah melihat bahwa di awal suatu hubungan, setiap orang biasanya berfokus pada keinginan agar hubungan itu bahagia. Tetapi saya juga telah berulang kali melihat dinamika dari salah satu pasangan mengatasi dan yang satu lagi memilih diam, alih-alih menjaga hubungan agar tidak bertengkar," paparnya.

    Namun, begitu dalam terapi, pasangan yang resisten sering mengakui masalah. Selain itu, juga bersedia berupaya lebih baik lagi untuk meningkatkan hubungan mereka. Tentu saja, kedua gaya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

    Dengan mengemukakan dan mengatasi masalah, pasangan jauh lebih mungkin untuk mencapai resolusi atau menemukan cara positif untuk hidup dengan perbedaan yang tak terselesaikan. Hanya berbicara tentang suatu masalah, ketika dilakukan dengan cara yang konstruktif.

    Cara tersebut efektif membuat pasangan bersatu sebagai sebuah tim untuk mengatasi masalah yang ada. Mereka memperkuat koneksi mereka, yang terasa enak dan biasanya membuat mereka lebih optimis.

    Kuncinya, memahami langkah yang tepat dalam memilih waktu berbicara dengan pasangan Anda, terlebih ketika suasana hatinya tidak terlalu buruk atau ketika mendapatkan kabar baik dalam aktivitasnya.



    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id