Kerjakan Pekerjaan Rumah Tangga, Anak Dipercaya akan Lebih Sukses

    Dhaifurrakhman Abas - 28 Juli 2019 09:08 WIB
    Kerjakan Pekerjaan Rumah Tangga, Anak Dipercaya akan Lebih Sukses
    Ilustrasi-Pinterest/Heymcki.com)
    Tugas rumah tangga yang dikerjakan membuat anak menyadari pekerjaan tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan. Kelak saat dewasa anak tersebut diyakini akan lebih sukses.


    Jakarta: Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan manfaat ketika anak mengerjakan tugas rumah tangga. Kegiatan tersebut dikaitkan dengan kesuksesan anak ketika dewasa kelak.

    Hal tersebut diungkapkan Julie Lythcott-Haims lewat penelitian longitudinal yang dia dilakukan. Dalam penelitian itu, penulis ‘How To Raise An Adult’ itu mengatakan, tugas rumah tangga yang dikerjakan membuat anak menyadari pekerjaan tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan.

    “Sebaliknya, ketika orang tua melakukan bagian dari pekerjaan mereka, anak-anak cenderung menginternalisasi bahwa, tidak apa-apa bagi orang lain untuk melakukan pekerjaan itu,” kata Julie, seperti dikutip Times of India.

    Ketika tugas rumah tangga dikerjakan, kata Julie, anak mengetahui betapa pentingnya pekerjaan tersebut untuk diri mereka. Alhasil pekerjaan rumah tangga membuat anak menyadari pentingnya berkontribusi dalam sebuah keluarga dan kehidupannya kelak. 

    “Sehingga anak-anak yang melakukan pekerjaan rumah tangga,  tumbuh menjadi karyawan yang lebih baik yang dapat lebih berkolaborasi dengan tim. Mereka pada akhirnya akan bersikap empatik terhadap orang lain. Dan mereka tidak takut mengambil tugas secara mandiri,” ujarnya.

    Untuk itu, Julie mengimbau orang tua tidak membuat kesalahan dengan mengasuh anak secara berlebihan. Apalagi belakangan gaya asuh orang tua dianggap terlalu memanjakan anak. Sehingga anak tidak memiliki sifat mandiri.

    Ambil misal menurut sebuah survey yang dilakukan Sarah Clark dari University of Michigan, Inggris. Dalam studinya, Clark dan para peneliti melakukan studi terkait pola asuh terhadap 877 orang tua dari Inggris. Mereka merupakan orang tua yang setidaknya memiliki satu anak berusia 14-18 tahun.

    Para peneliti menyatakan bahwa 60 persen orang tua mengaku anak-anak mereka tidak mandiri. Sebesar 24 persen resoonden mengaku anaknya tidak cukup dewasa, sebesar 22 persen tidak bisa mengatur  waktu serta 14 persen tidak cukup bertanggung jawab.

    "Sebaliknya, seperempat dari orang tua mengakui bahwa peran mereka dalam menghambat kemandirian remaja mereka," ungkap Clark.

    Sarah mengatakan, sebanyak 19 persen responden mengaku lebih cepat melakukan sesuatu sendiri tanpa bantuan anak mereka. Sementata 7 persen orang tua lainnya tidak berpikir tentang bagaimana memberi tanggung jawab lebih pada remaja.

    "Padahal mengasuh anak adalah tentang belajar merawat dan mengendalikan dengan cara yang tepat. Otonomi bagi kaum muda penting untuk pengembangan identitas mereka," ujar Sarah.

    Hal serupa diungkapkan Bhagat Rajput, konsultan dan psikiatri dari Rumah Sakit Manipal di Delhi. Menurutnya, masih banyak orang tua yang bertindak sebagai pemandu bagi remaja. Hal ini menyebabkan anak tidak memiliki identitas menjadi sesorang yang mandiri.

    "Orang tua menempatkan penghalang pada setiap langkah anak.  Orang tua berpikir mereka menasihati atau membantu, tetapi terlalu banyak campur tangan tidaklah elok," ujar dia.

    Untuk itu, Rajput merekomendasikan orang tua memosisikan diri sebagai sumber daya cadangan. Maksudnya, orang tua hanya berperan sebagai konsultan, jika remaja tidak dapat menangani masalah secara mandiri.

    "Orang tua juga harus membangun tonggak spesifik dan menciptakan peluang untuk membimbing anak dalam mendapatkan pengalaman dan kepercayaan diri saat mencapai tujuan itu," ujar dia.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id