Jika Salah Satu Anggota Keluarga Anda Ingin Ikut Berdemo

    Kumara Anggita - 22 Mei 2019 15:19 WIB
    Jika Salah Satu Anggota Keluarga Anda Ingin Ikut Berdemo
    Jika ada anggota keluarga yang turun demo, Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog, dari Sahabat Kariib menyarankan bicara padanya tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja muncul. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
    Jika ada anggota keluarga yang turun demo, Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog, dari Sahabat Kariib menyarankan bicara padanya tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan muncul. Jika dia tetap ingin melakukan aksi, maka ingatkan risiko yang mungkin saja dapat terjadi.


    Jakarta: Enak rasanya ketika seluruh anggota keluarga berada dalam satu tim. Sama dalam pemikiran, tindakan, perasaan, dan kepercayaan. Konflik jadi minim dan suasana pun menjadi damai. Situasi yang ideal bukan?

    Namun, tidak semua bisa begitu. Bisa jadi ada anggota keluarga Anda yang tak sejalan. Dalam situasi semacam ini, suasana bisa jadi canggung atau bahkan mendorong perkelahian. 

    Tapi jangan sampai perbedaan tersebut memecah keluarga yang penuh cinta kasih. Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog, dari Sahabat Kariib, seseorang tidak boleh memaksa orang lain yang tak ingin aksi untuk bergabung.

    "Sebisa mungkin tetap himbau mereka untuk tetap aman dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mengancam keamanan pihak lain,” ujarnya.

    Hal yang perlu diingat jika pasangan, ibu, ayah, saudara, atau anak Anda memiliki perbedaan pemikiran adalah bersikap tenang dulu. Pastikan semua pihak dalam keadaan tenang dan dapat menerima sudut pandang lain.

    Misalnya, saat ini sedang terjadi kerusuhan di Jakarta. Ada beberapa orang yang dalam anggota keluarganya yang ikut aksi. Jika Anda merasa bahwa situasi ini membahayakan, maka Anda harus mengomunikasikan perspektif Anda padanya. 

    Jika Salah Satu Anggota Keluarga Anda Ingin Ikut Berdemo
    (Jika ada anggota keluarga yang turun demo, Psikolog Klinis Dewasa, Yulius Steven, M.Psi., Psikolog, dari Sahabat Kariib menyarankan bicara padanya tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa muncul. Foto: Pexels.com)

    Langkah yang dapat dilakukan antara lain:

    1. Pastikan Anda dalam keadaan tenang tak terbawa emosi.
    2. Jangan langsung menghentikan aksinya, pastikan dia dalam keadaan yang tidak dibalut emosi.
    3. Berikan pemahaman Anda mengenai situasi ini melalui sumber yang terpercaya (media massa yang kredibel, berita di televisi nasional, atau kepolisian).
    4. Bicara padanya tentang kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan muncul.
    5. Jika dia tetap ingin melakukan aksi, maka ingatkan risiko yang mungkin dapat terjadi dan tetap melakukannya dengan aman sesuai undang-undang yang berlaku dan tanpa melibatkan kekerasan.
    6. Jangan putus komunikasi dengannya dan terus ingatkan dia untuk berada di lokasi yang aman.

    “Jika ada anggota keluarga yang turun demo pastikan memang mereka menyuarakan aspirasinya. Akan tetapi, sebisa mungkin tetap himbau mereka untuk tetap aman dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan anarkis serta mengancam keamanan pihak lain,” ujar Yulius.

    Jika, anggota keluarga sudah selesai melakukan aksi. Anda bisa mengomunikasikannya kembali dalam keadaan yang tenang. Gunakan rasio Anda.

    “Masalah perbedaan pendapat dan perbedaan pemikiran sebisa mungkin didiskusikan setelah mereka sampai di rumah. Jangan saat menyampaikan aspirasi-karena ada kemungkinan bisa memancing emosi mereka-di tengah kondisi yang sedang panas ini,” paparnya.

    Berikut langkah untuk berdialog dengannya dikutip dari penulis buku "Life Code: The New Rules for Winning in The Real World," Dr Phillip C. McGraw dalam artikel Oprah.com:

    1. Tahan emosi cari waktu yang tenang.
    2. Nyatakan aspirasi Anda mengenai apa yang terjadi di aksi tersebut.
    3. Ajak dia untuk mengevaluasi apa yang telah dia lakukan dan situasi yang dia hadapi.
    4. Ungkapkan apa yang membuatnya tergerak.
    5. Ungkapkan apa yang dia yakini.
    6. Berikan pandangan Anda yang lebih tenang, aman dan damai yang jauh dari sikap anarkis dan melawan hukum.
    7. Saat bernegosiasi yakinkan dia bahwa ini bertujuan untuk keselamatan dirinya, keluarga, dan lingkungan sekitar.
    Semoga dengan cara ini kemauan Anda dan anggota keluarga bisa bertemu.






    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id