Begini Siklus Penurunan Gairah Seks pada Perempuan

    Timi Trieska Dara - 14 Desember 2019 17:00 WIB
    Begini Siklus Penurunan Gairah Seks pada Perempuan
    Siklus penurunan gairah seks pada perempuan dari usia 20 tahun hingga 40 tahun. (Foto: Ilustrasi/Unsplash)
    Jakarta: Berbeda dengan pria, perempuan biasanya mengalami siklus penurunan seks. Terutama pada rentang usia 30 tahun hingga 40 tahun.

    Beberapa faktor bisa menjadi kambing hitam yang dimaklumi. Mulai dari periode menstruasi, sampai menghadapi menopause.

    Lalu seperti apa gambaran siklus seks perempuan dalam rentang usia 20-an, 30-an, hingga 40-an? Berikut Penjelasannya:

    -Dorongan seks di usia 20-an

    Seperti begitu banyak dorongan dan fungsi tubuh lainnya, gairah seks Anda saat berusia 21 atau 28 tahun biasanya cukup kuat. Jennifer Landa, MD, seorang Ob-Gyn dan kepala petugas medis di BodyLogicMD di Orlando, Florida, bilang, dorongan seks pada usia 20-an juga rentan goyang.

    Hal itu terjadi karena berbagai alasan. Sebagai permulaan, hubungan Anda mungkin segar dan baru.

    "Keinginan seringkali paling kuat dalam hubungan yang masih baru. Ditambah lagi, Anda memiliki biologi di pihak Anda. Dorongan biologis untuk bereproduksi dalam kekuatan penuh," kata Dr. Landa.

    -Dorongan seks di usia 30-an

    Jika keinginan berhubungan intim menurun selama usia 30-an, jangan kaget. Sebab pada saat itu testosteron sedang menurun selama tahap kehidupan.

    "Penurunan ini dapat menyebabkan penurunan gairah seks secara alami. Ini juga biasanya merupakan dekade yang sibuk bagi wanita, penuh dengan pengembangan karier, dewasa, dan tanggung jawab seperti mengasuh anak-anak. Ini bisa menjadi waktu yang melelahkan, dan banyak wanita lebih suka mengejar tidur daripada ditiduri untuk malam seks yang liar," kata Landa.

    Begini Siklus Penurunan Gairah Seks pada Perempuan

    Berbicara tentang pengasuhan, usia 30-an adalah dekade utama untuk melahirkan dan mengasuh anak. Pergeseran hormon yang terjadi melalui setiap trimester dan kemudian selama menyusui juga dapat memicu kurangnya hasrat.

    Tambahan kepenatan gila yang dihadapi banyak ibu baru. Masuk akal sih, lantaran hasrat yang Anda rasakan ketika belum punya bayi sangat berbeda dengan libido ibu baru.

    -Dorongan seks di usia 40-an

    Perubahan hormon bisa sangat berpengaruh dalam dekade ini. Sebab pada periode ini, wanita memasuki perimenopause, peregangan 5-10 tahun sebelum menopause dan ovarium Anda secara bertahap berhenti memproduksi estrogen.

    Selama perimenopause, penurunan hormon sering terjadi. Dan hormon-hormon yang berfluktuasi itu dapat memengaruhi gairah seks dan suasana hati. Bahkan sensasi seks Anda serta bagaimana rasanya secara fisik juga terpengaruh.

    "Itu karena ketika produksi estrogen melambat, pelumasan alami vagina Anda mungkin juga melambat. Penurunan estrogen dapat membuat jaringan vagina lebih kering, dan seks bisa terasa menyakitkan," kata Dr. Thoppil.

    Penurunan kadar progesteron, yang oleh Dr. Landa disebut sebagai hormon "menenangkan", dapat menyebabkan periode yang lebih berat, lebih banyak PMS, kenaikan berat badan, kemurungan, insomnia, dan cepat marah.

    Tapi ini bukan berita buruk. Bagi banyak wanita, usia 40-an adalah masa kepercayaan dan eksplorasi yang membebaskan secara seksual.

    Untuk itu manfaatkanlah agar seks Anda lebih bersemangat. Anda cenderung berbicara tentang belaian dan sentuhan yang diinginkan, demi membuat Anda mencapai orgasme. Pada saat menopause terjadi (usia rata-rata adalah 51), ada alasan lain mengapa banyak wanita merasa hebat secara seksual. Mereka tidak ada lagi kekhawatiran akan KB.

    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id