Rata-rata Umur Orang Mulai Merasa Percaya Diri

    Kumara Anggita - 19 Mei 2020 08:07 WIB
    Rata-rata Umur Orang Mulai Merasa Percaya Diri
    Kepercayaan diri ini tak datang dari awal, perlu dibangun melalui pengalaman, pembelajaran, interaksi dan masih banyak lagi. (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Memiliki kepercayaan diri yang kuat adalah hal yang baik. Hal ini bisa mengantarkan Anda ke banyak hal.

    Namun kepercayaan diri ini tak datang dari awal, perlu dibangun melalui pengalaman, pembelajaran, interaksi dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu untuk mendapatkannya.

    Kira-kira di umur berapa orang mulai merasa percaya diri? Berikut penjelasannya yang dilansir dari thehealthy.

    Para peneliti dari Universitas Bern di Swiss menetapkan harga diri tertinggi rata-rata muncul di usia yang tidak muda.

    Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Bulletin, menganalisis 191 artikel penelitian harga diri yang mencakup lebih dari 165.000 orang. Para peneliti menemukan bahwa harga diri meningkat sepanjang hidup seseorang, dan ada masanya harga diri ini peningkatannya lambat.

    Di antara usia 11 hingga 15 tahun, harga diri berhenti meningkat. Akan tetapi,itu tidak pernah turun.  Level harga diri ini kemudian mulai naik lagi dan tidak mencapai puncak hingga memasuki usia paruh baya. Titik tertinggi  harga diri terjadi pada usia 60 sampai akhirnya peningkatan itu stuck dan menurun di usia 70-an dan 80-an.

    Harga diri meningkat karena kesenangan dan tanggungjawab

    Berita ini menunjukkan bahwa harga diri kita akan terus meningkat atau tetap stabil selama sebagian besar hidup kita menyenangkan. Namun ini bukan selalu  berarti hidup yang tak menyenangkan akan menurunkan harga diri. 

    Misalnya kita sering mendengar peningkatan stres dalam beberapa dekade dimana seseorang sedang membesarkan remaja dan merawat orang tua yang sudah lanjut usia. Hal ini ternyata  juga kelebihannya. 

    “Kehidupan paruh baya, bagi banyak orang dewasa, adalah masa kehidupan yang sangat stabil di wilayah seperti hubungan dan pekerjaan. Selain itu, selama dewasa pertengahan, sebagian besar individu lebih lanjut berinvestasi dalam peran sosial yang mereka pegang, yang mungkin mempromosikan harga diri mereka, ”rekan penulis studi Ulrich Orth, seorang profesor psikologi di University of Bern di Swiss, mengatakan kepada majalah Time.

    Misalnya, orang mengambil peran manajerial di tempat kerja, mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan mereka, dan membantu anak-anak mereka untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan mandiri,” lanjutnya.

    Peran berubah bisa menurunkan harga diri

    Seiring bertambahnya usia dan peran seseorang cenderung berubah, wajar jika harga diri jadi agak menurun. "Usia tua seringkali melibatkan hilangnya peran sosial sebagai akibat dari pensiun, sarang kosong, dan, mungkin, janda, yang semuanya merupakan faktor yang dapat mengancam harga diri," kata Dr. Orth kepada Time.

    "Selain itu, penuaan seringkali mengarah pada perubahan negatif pada sumber harga diri lainnya yang mungkin, seperti status sosial ekonomi, kemampuan kognitif, dan kesehatan,” lanjutnya.

    Ketika pemikiran tentang penurunan harga diri di usia tua terdengar menyedihkan, penting untuk diingat bahwa penurunan ini hanya sedikit. Dr. Orth percaya bahwa kebanyakan orang mempertahankan tingkat harga diri yang tinggi bahkan hingga usia 90-an dan setelahnya.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id