Buang Angin dari Vagina, Normalkah?

    A. Firdaus - 06 Januari 2020 20:00 WIB
    Buang Angin dari Vagina, Normalkah?
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Pernahkah saat bersama suami melakukan hubungan seks Anda mengeluarkan angin dari vagina? Jika ya, itu kondisi yang disebut queef atau jika diartikan adalah buang angin.

    Kondisi yang memang tidak lazim ini bisa memengaruhi aktivitas seks Anda dengan pasangan. Tapi jika ditelaah dari dunia medis, hal itu tak membahayakan karena merupakan sebuah efek dari pergesekan alat kelamin pria saat berada di vagina.

    Pernyataan itu dibenarkan oleh Spesialis Obgin Bamed Women's Clinic, dr Ni Komang Yeni, SpOG. Menurutnya, ada udara yang terperangkap di bagian paling atas vagina.

    "Jadi sebenarnya itu adalah angin yang terperangkap. Vagina itu kan bentuknya H, jadi saat berhubungan ada bagian yang masuk dan keluar. Nah pada saat itu, apabila penis tidak masuk dengan maksimal, itu ada udara yang teperangkap di bagian yang paling atas," ujar dr Yeni.

    "Jadi pas sudah selesai berhubungan keluarlah itu angin. Intinya itu adalah udara yang terperangkap akibat hubungan seksual tadi. Udara itu melewati rongga yang sempit sehingga mengeluarkan bunyi. Udara itu dimasukkan oleh penis," terangnya.

    Bagaimana cara meredamnya

    Menurut Planned Parenthood yang dilansir Cosmopolitan, tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk meredakan buang angin vagina tersebut. Tetapi ada cara yang dihindari, seperti tidak melakukan seks yang kasar, lebih keras, dan melakukan banyak perubahan posisi. Sebab aktivitas itu meningkatkan risiko terjadinya queef.

    "Tidak ada cara pasti untuk mencegah terjadi vagina yang buang angin," terang dr Vanessa Cullins, wakil presiden medical affairs di Planned Parenthood.

    Buang angin dari vagina terjadi 1-2 kali dalam seminggu. Tergantung juga dari aktivitas seks Anda bersama suami. Berdasarkan penelitian, kondisi buang angin dialami sekitar 20 persen wanita, baik yang sudah menikah atau belum. Namun, kondisi ini kebanyakan terjadi pada wanita yang sudah menikah dan melahirkan secara normal.

    Sementara itu, selain aktivitas seksual, buang angin dari vagina ini juga dialami perempuan saat olahraga, kelemahan otot panggul, fitsula vagina, dan bagi waita yang baru saja melakukan pemeriksaan panggul.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id