Tips agar Anak tak Bosan Belajar di Rumah

    A. Firdaus - 24 Maret 2020 14:29 WIB
    Tips agar Anak tak Bosan Belajar di Rumah
    Ilustrasi-Pexels
    Jakarta: Seminggu lebih sudah anak-anak menjalani kegiatan belajar di rumah. Menyusul kebijakan pemerintah yang melarang adanya aktivitas belajar di sekolah demi menghindari penyebaran virus korona atau covid-19.

    Bosan berada di rumah, tentu bakal dirasakan oleh anak-anak. Terutama bagi mereka yang masih di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau taman kanak-kanak. Di mana arena belajar dan bermain mereka saat di sekolah begitu menarik perhatian.

    Lalu bagaimana kita sebagai orang tua untuk menyiasati agar anak-anak bisa terus dan tak bosan belajar serta bermain di rumah. Berikut ini ada beberapa tips dari Kriminolog Haniva Hasna M. Krim kepada Medcom.id:

    -Suasana belajar

    Diharapkan bagi para orang tua untuk menciptakan suasana belajar senyaman mungkin. Tanpa tekanan, bentakan, atau ketegangan kepada mereka.

    "Dibuat asyik saja. Minta anak yang menentukan kapan waktunya, sehingga mereka tidak terbebani," ujar Haniva, yang juga Direktur Pratista Indonesia (Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan dari Tindak Kekerasan).

    -Mengajak tanpa harus menyuruh

    Cari momen untuk bisa mengajak anak agar belajar, tapi tanpa harus menyuruh mereka melakukan sesuatu.

    Tips agar Anak tak Bosan Belajar di Rumah
    "Ada ibu yang bukan tipe menyuruh untuk anak belajar. Seperti saya. Jadi tiap, misalnya sehabis magrib, saya akan duduk di meja makan dengan buku dan beberapa berkas. Sehingga nantinya anak mengikutinya," terangnya.

    -Jangan memberi target

    Berikan keleluasaan anak untuk menentukan target sendiri. Bukan kita sebagai orang tua yang menentukannya. Biarkan dia juga yang mengetahui cara apa dan bagaimana meraihnya.

    -Mengubah posisi kita

    Sebetulnya memahami anak itu mudah, asal orang tua mau sesekali berusaha mengubah posisi menjadi anak tersebut. Sehingga orang tua dapat belajar apa yang dirasakan anak.

    -Cara menegur

    Cara menegur anak juga harus diperhatikan. Seperti memberi masukan, menyayangi, dan lain-lain. Upayakan untuk tidak menyinggung mereka.

    "Sayangnya seringkali kita tidak pernah mengubah posisi diri, masih dengan ego bahwa orang tua selalu benar," imbuhnya.

    Pada dasarnya 'belajar' hanya sebuah kebiasaan. Kebiasaan itu bisa dilakukan dengan baik apabila dilakukan secara sadar, bertanggung jawab, dan menyenangkan. Tinggal bagaimana orang tua memenuhi kebutuhan itu semua.

    "Anak SD atau dibawahnya, otak yang berkembang masih di pusat perasaan. Yang ada di kepalanya hanya senang, sedih, takut dan perasaan lain," terang Haniva.

    Sehingga segala sesuatu yg dilakukan hanya yang membuat dia senang. Misal, anak TK atau SD rajin ke masjid, kenapa? Karena di masjid menyenangkan, bisa main sama banyak teman.

    "Maka, senangkan perasaannya saat mau belajar, bukan dengan tekanan atau ancaman," pungkas Haniva.





    (FIR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id