Pola Hidup Organik yang Sederhana Mampu Bangun Kedekatan

    Kumara Anggita - 03 Desember 2019 10:57 WIB
    Pola Hidup Organik yang Sederhana Mampu Bangun Kedekatan
    Psikiater Prof. DR. dr. Tjhin Wiguna Sp.KJ(K), menjelaskan bahwa definisinya dari pengasuhan organik. (Foto: Pexels.com)
    Jakarta: Pola hidup organik buat anak bukan berarti Anda harus mengeluarkan banyak uang. Maknanya lebih luas dari itu. Cara yang bisa diterapkan juga beragam dan bahkan sangat sederhana.

    Psikiater Prof. DR. dr. Tjhin Wiguna Sp.KJ(K), menjelaskan bahwa definisinya dari pengasuhan organik antara lain:

    - Gaya pengasuhan yang bersifat alami dan kembali pada kodratnya

    -Mengembalikan relasi emosi dan kelekatan ibu dan anak yang optimal

    -Stimulasi psikososial alami dan bersifat multisensorik

    -Pola hidup alami yang dikenalkan pada anak sedini mungkin

    "Karena menurut persepsi saya kita kembali lagi ke hal-hal alami yang membuat manusia kembali ke kodratnya sebagai manusia. Perlunya ada keterhubungan emosi. Kalau bekerja tidak mungkin bermain sepanjang hari jadi waktu bekualitas saat weekend atau pulang kerja," ujarnya dalam acara rangkaian perayaan persahabatan antara Indonesia dan Denmark sekaligus perayaan Hari Ibu di bulan Desember. 

    Puteri Mahkota Denmark (H.R.H. the Crown Princess of Denmark) berkunjung ke Indonesia, berbagi pengalaman seputar nutrisi, gaya hidup dan pola asuh organik melalui acara bincang bertajuk Healthy and Organic Parenting.

    Menerapkan pola asuh ini tidaklah susah dan mahal. Anda bisa memanfaatkan fasilitas di sekitar Anda. Yang terpenting adalah Anda memiliki waktu berkualitas dengan sang buah hati.

    Pola Hidup Organik yang Sederhana Mampu Bangun Kedekatan
    (Pola asuh organik bisa dilakukan dengan cara sederhana yaitu memanfaatkan fasilitas di sekitar Anda. Misalnya menjelaskan tentang alam, pantai, tumbuhan, dan lainnya. Yang terpenting adalah Anda memiliki waktu berkualitas dengan sang buah hati. Foto: Pexels.com)

    "Saya pikir kita tidak ke pusat perbelanjaan. Pemerintah Jakarta sudah cukup memberikan perhatian untuk memberikan area bermain. Banyak ruang untuk bersama, taman sudah banyak. Orang tua bisa ajak anak eksplorasi di taman," paparnya.

    "Saya ingat waktu punya anak, saya belum belajar banyak. Saya kerja, setiap weekend saya ajak jalan-jalan di kompleks perumahaan jadi ada hal yang menarik diekspolorasi. Ada capung, kodok. Kita bisa berlari. Dari hal sederhana anak saya itu saya lihat tumbuhnya cukup baik walaupun tidak bener-benar perfect."

    "Saya lihat dia cukup eksploratif dan keingintahuannya cukup luas. Tapi lebih penting dia punya empati terhadap saya dan istri. Kita kasih tahu dia cukup respect. Saya lihat anak sekarang ini (saya dapat keluhan) anaknya menentang, melawan, saya pikir dengan saya mengajarkan hal-hal alami dia bisa menghargai," jelasnya.

    Dokter Tjihn melanjutkan, pola asuh organik bisa menjadi pilihan cara mendidik anak sebagai fondasi dalam tumbuh kembang anak karena fokus pada membangun relasi atau kedekatan, baik fisik maupun emosi antara orang tua dan anak. Kedekatan dengan anak merupakan cara ideal untuk meningkatkan rasa aman, mandiri, dan rasa empati anak. Jadi belum terlambat untuk mencoba pola pengasuhan organik dari sekarang.





    (TIN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id