Studi: Kasih Sayang Ayah Pengaruhi Perkembangan Anak

    Anda Nurlaila - 05 Desember 2019 18:12 WIB
    Studi: Kasih Sayang Ayah Pengaruhi Perkembangan Anak
    Sebuah penelitian mengungkap cinta seorang ayah bahkan bisa lebih besar daripada ibu dalam membentuk pribadi seorang anak. (Ilustrasi/Pexels).
    Jakarta: Orang tua berperan sangat penting dalam pembentukan kepribadian anak buah hati bahkan hingga dewasa. Sebuah penelitian mengungkap cinta seorang ayah bahkan bisa lebih besar daripada ibu dalam membentuk pribadi seorang anak.

    "Dalam setengah abad penelitian internasional kami, kami menemukan tidak ada pengalaman yang berefek kuat dan konsisten pada kepribadian seperti halnya pengalaman penolakan, terutama oleh orang tua di masa kanak-kanak," kata Ronald Rohner dari University of Connecticut, rekan penulis studi baru dalam Personality and Social Psychology Review.

    "Anak-anak dan orang dewasa di mana pun, terlepas dari perbedaan ras, budaya, dan jenis kelamin cenderung merespons dengan cara yang persis sama ketika mereka menganggap diri mereka ditolak oleh pengasuh dan figur dekat lainnya," katanya seperti dilansir dari Science Daily.

    Selama penelitian Rohner dan rekan penelitinya Abdul Khaleque melihat 36 penelitian dari seluruh dunia yang melibatkan lebih dari 10.000 peserta. Mereka menemukan, dalam menanggapi penolakan oleh orang tua mereka anak-anak cenderung merasa lebih cemas dan tidak aman serta mengembangkan sikap bermusuhan dan agresif terhadap anak lain. Penolakan ini cenderung bertahan hingga dewasa yang sulit merasa aman dan percaya pada pasangan.

    Studi ini didasarkan pada survei anak-anak dan orang dewasa tentang tingkat penerimaan atau penolakan orang tua mereka selama masa kanak-kanak. Studi juga menambahkan pertanyaan tentang kecenderungan kepribadian mereka.

    Selain itu, kata Rohner, bukti yang muncul dari dekade terakhir penelitian dalam psikologi dan ilmu saraf mengungkapkan bahwa bagian-bagian otak yang sama diaktifkan ketika orang merasa ditolak sama seperti saat mengalami rasa sakit fisik. "Tidak seperti rasa sakit fisik, orang dapat secara psikologis menjalani kembali rasa sakit penolakan selama bertahun-tahun," kata Rohner.

    Saat menganalisis dampak cinta ayah versus ibu, hasil dari lebih dari 500 studi menunjukkan anak-anak dan orang dewasa sering mengalami tingkat penerimaan atau penolakan yang sama atau kurang dari setiap orang tua. Namun pengaruh penolakan dari salah satu orang tua yang seringkali dilakukan ayah bisa lebih besar.

    Tim psikolog dari 13 negara yang bekerja pada Proyek Penolakan Penerimaan Ayah Internasional memberikan penjelasan untuk ini. Anak-anak dan remaja cenderung lebih memperhatikan orang tua yang memiliki kekuatan dan prestise lebih tinggi. Jadi jika seorang anak menganggap ayahnya memiliki prestise yang lebih tinggi, ayah mungkin lebih banyak berpengaruh dalam hidupnya daripada ibu.

    Pesan penting dari studi ini adalah cinta ayah sangat penting bagi perkembangan anak. Pentingnya kasih seorang ayah seharusnya memotivasi pria untuk lebih terlibat dalam pengasuhan anak. Selain itu pengasuhan ayah pada perkembangan anak akan menjauhkan dari menyalahkan ibu bila anak melakukan hal buruk.

    "Pengasuhan yang diserahkan hanya pada ibu menyebabkan kecenderungan yang tidak tepat untuk masalah perilaku anak. Pada kenyataannya ayah sering lebih terlibat daripada ibu dalam pengembangan masalah seperti ini," kata Rohner.





    (YDH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id