Obesitas Bisa Jadi Pertanda Anak Tidak Bahagia

    Kumara Anggita - 20 Maret 2020 15:06 WIB
    Obesitas Bisa Jadi Pertanda Anak Tidak Bahagia
    (Ilustrasi/Pexels)
    Jakarta: Kebahagiaan adalah salah satu faktor yang mendukung perekembangan anak secara optimal. Bila anak tidak merasakannya, maka menurut Psikolog anak Ayoe P. Sutomo, M.Psi, Psikolog, CGA dari Tiga Generasi, anak bisa motvasi dan bermainnya jadi turun, perilaku dan emosinya bermasalah, sulit menghadapi tantangan, obesitas, dan mengalami gangguan mental.

    Lalu, bila anak Anda tubuhnya gemuk, apakah ini sudah pasti pertanda bahwa anak tidak merasa bahagia? Berikut penjelasannya.

    Menurut Dokter Spesialis Anak Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), anak yang merasa bahagia cenderung akan makan dengan tepat. Oleh karena itu, Anda sebaiknya mengukur berat badan anak Anda secara rutin, apakah masih dalam taraf ideal.

    “Selama dia tumbuh sesuai dengan grafik berat badan maka itu bisa diterima. Kadang memang ada tipe badannya langsing, ada yang gembil. Tapi memang anak yang bahagia makannya cenderung lebih baik karena mood juga memengaruhi apetite.

    "Sehingga kalau anak kecil saat sakit dibawa ke dokter pasti bilangnya 'enggak mau makan, ‘dok sudah dua hari,’. Saat sembuh apetite-nya naik melebihi biasanya baru kembali ke apetite standarnya,” ujarnya dalam acara LACTOGROW Dukung Orang Tua untuk Prioritaskan Kebahagiaan Anak di Hari Kebahagiaan Internasional di Jakarta, Kamis, 19 Maret 2020.

    Menjadi orang tua yang bahagia

    Menurut survei yang dilakukan oleh Tiga Generasi yang dilakukan kepada lebih dari 1.400 responden orang tua yang tersebar di beberapa kota Indonesia, 66 persen orangtua menjawab bahwa sumber kebahagiaan anak berasal dari orang tua. Oleh karena itu, Anda bisa membayangkan sendiri peran yang dipegang begitu besar di sini.

    Pastikan Anda tidak dalam keadaan tertekan karena bagaimana bisa Anda berbagi kebahagiaan ketika diri sendiri masih menjadi urusan.

    Bila Anda ingin memberikan kebahagiaan pada anak Anda, beberapa hal bisa Anda terapkan dari sekarang seperti

    Membangun relasi dengan anak

    Mulailah  dengan dengan mengobrol. Saat melakukannya, hadir dan berikan waktu Anda sepenuhnya. Jangan lakukan dengan  aktivitas.  Selain itu, Anda juga bisa  bermain, dan tentunya memeluknya secara rutin.

    Melatih pengendalian emosi

    Saat anak mengekspresikan emosinya, orangtua harus lebih ekstra sabar agar tidak terbawa. 

    Membuat rutinitas dan aturan bersama

    Sepakati bersama. Tak usah sungkan untuk menerapkan aturan pada anak sehingga anak bisa membedakan mana yang baik dan benar. 

    Berilah peraturan  (maksimal 5 aturan).  Jangan biarkan anak untuk berlaku curang dan tentunya beritahu konsekuensi yang akan mereka terima ketika melanggarnya.

    Ajarkan anak untuk bersyukur dan bebrbuat baik

    Mulailah tanya pada anak tentang apa yang membuatnya senang hari ini, tanyakan perasaannya saat melakukan sesuatu, ajarkan kebaikan sederhana seperti berbagi dengan sesama, dan garisbawahi hal positif apa yang telah anak Anda perbuat.

    Hal-hal ini bisa mendorong anak jadi lebih bahagia. Lakukanlah dari sekarang dan rasakan perubahannya.



    (YDH)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id