Kapan Usia Terbaik untuk Menikah?

    Kumara Anggita - 11 Mei 2019 11:16 WIB
    Kapan Usia Terbaik untuk Menikah?
    Usia Terbaik untuk Menikah (Foto: istock)
    Jakarta: Orang yang berkencan pada akhirnya akan berpikir ke mana arah hubungan tersebut. Walaupun sangat suka, Anda tak yakin apakah pernikahan itu akan bertahan selamanya atau tidak.

    Karena itu, walaupun tak selalu sama secara umum ada usia tertentu seseorang sudah bisa menjalankan pernikahan atau tidak. Melansir dari Psychology Today, usia Anda menikah ternyata mengungkapkan kerentanan terhadap perceraian.

    Berikut penjelasannya.

    Menikah pada usia remaja dalam penelitian merupakan pernikahan yang paling berisiko. Anda masih muda, ]mungkin kekurangan uang dan tidak yakin tentang masa depan pekerjaan. Anda juga mungkin memiliki tekanan yang berkaitan dengan usia dari keluarga, teman, pekerjaan, dan sekolah.

    Otak Anda belum sepenuhnya berkembang. Di atas semua ini, banyak remaja yang tidak berpengalaman dalam menavigasi tantangan hubungan. Sulit untuk menikah ketika Anda masih sangat muda.

    Tren statistik menunjukkan bahwa yang terbaik adalah menunggu beberapa tahun. Perceraian akan lebih kecil risikonya sekitar 50 persen ketika seseorang menikah di usia 25 tahunan dibandingkan seseorang yang menikah pada usia 20 tahun.

    Sementara itu, ada orang mengatakan bahwa menikah di umur yang lebih tua akan lebih mengurangi risiko perceraian juga masuk akal. Ini karena kemungkinan pasangan lebih stabil secara finansial, memiliki rasa diri dan tujuan yang lebih jelas, dan telah menghabiskan cukup banyak waktu berpacaran untuk mengetahui apa yang sebenarnya mereka inginkan.

    Menariknya, menikah di usia 30 tahunan ke atas juga sama berisikonya dengan orang yang menikah di usia dini. Peneliti sosiologis Nicholas Wolfinger telah menemukan kenyataan baru yang mengejutkan. Analisis data terakhirnya dari 2006 hingga 2010 dalam Survei Nasional Pertumbuhan Keluarga (NSFG) mengungkapkan bahwa menikah setelah usia 30-an sebenarnya lebih berisiko daripada menikah di usia akhir 20-an.

    Jadi usia terbaik untuk menikah tampaknya antara 28 dan 32.

    Wolfinger berspekulasi bahwa "pemilihan sendiri" adalah bagian dari penjelasan untuk kecenderungan ini. Orang-orang yang menunggu sampai pertengahan 30-an umumnya tidak menikah untuk stabilitas keuangan.

    Namun kembali lagi, semua keberhasilan pondasinya adalah kesiapan dalam segala aspek. Selama Anda yakin bahwa Anda siap, maka menikahlah.



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id