• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 17 OKT 2018 - RP 41.348.051.099

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kecerdasan Anak Berawal dari Pencernaan yang Sehat

Rosa Anggreati - 29 Juni 2016 15:01 wib
Pencernaan yang sehat berpengaruh terhadap kecerdasan anak
Pencernaan yang sehat berpengaruh terhadap kecerdasan anak (Foto:Baby Center)

medcom.id, Jakarta: Tentu, semua orang tua ingin punya anak cerdas. Namun, tak semua orang tua tahu bagaimana cara mengoptimalkan kecerdasan si kecil. Tahukah Anda? Kecerdasan anak dimulai dari sistem pencernaan yang sehat.


Mengapa demikian? Sebab, dengan pencernaan yang sehat, nutrisi yang dikonsumsi akan diserap tubuh secara maksimal untuk digunakan dalam proses tumbuh kembang.


Gangguan pencernaan pada umumnya terjadi karena sistem pencernaan si kecil yang belum matang dan masih peka sehingga nutrisi yang diasupnya tidak terserap sempurna.


Hampir semua orang tua mengakui anaknya pernah mengalami gangguan pencernaan. Berdasarkan pernyataan Mead Johnson & Company tentang survei yang dilakukan Acorn untuk “Understand the habits and practice of mothers towards growing up milk,” sebanyak 92 persen ibu mengakui bahwa anaknya yang berusia kurang dari 1 tahun pernah mengalami masalah pencernaan. Survei dilakukan pada area Jabodetabek dengan jumlah responden 701 ibu yang memiliki anak usia 1-6 tahun (periode Oktober-Desember 2015).


Coba perhatikan, apakah balita Anda kerap mengalami gangguan pencernaan? Gangguan pencernaan tersebut bisa berupa konstipasi, diare, dan kolik. Kondisi ini tak boleh dibiarkan karena akan menyebabkan proses penyerapan gizi menjadi tidak sempurna. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan zat gizi dalam tubuh yang akan mengganggu tumbuh kembang anak dan menghambat kecerdasan.


Lantas bagaimana cara mengatasi gangguan pencernaan pada anak agar tak menghambat kecerdasannya?


1. Konstipasi


Konstipasi atau sembelit, tak cuma dialami oleh orang dewasa. Anak-anak pun tak jarang yang sembelit. Ciri-ciri konstipasi pada anak terjadi jika anak tidak buang air besar selama tiga hari atau lebih, kotorannya keras, dan anak terlihat kesulitan buang air besar. Untuk mengatasi konstipasi, gerakkan kaki si kecil dengan gerakan mengayuh. Kemudian, beri si kecil cukup minum, baik melalui susu atau air putih.


2. Diare


Jika terjadi diare pada anak, beri anak banyak minum untuk mencegah dehidrasi. Kemudian beri oralit jika perlu. Bila mengalami dehidrasi serius akibat diare, segera bawa anak ke rumah sakit untuk mendapatkan cairan melalui selang infus.


3. Kolik



(Foto:Getty Images)


Kolik ditandai dengan balita yang menangis selama berjam-jam pada waktu yang sama, setiap hari. Untuk menenangkan balita yang mengalami kolik, lakukan pijatan lembut pada perut balita dan menggendong selama dia menangis.


Selain itu, gangguan pencernaan balita dapat diketahui dari kondisi kotorannya (poop). Anda dapat mengecek kondisi kesehatan saluran pencernaan si kecil dan gejala yang dialaminya melalui Wikipoop.


Bila si kecil memiliki perut peka yang menimbulkan gangguan seperti di atas Anda bisa mencoba Enfagrow A+ Gentle Care yang mengandung protein halus yang mudah dicerna. Enfagrow A+ Gentle Care diperkaya dengan nutrisi penting seperti Omega 3 dan 6, Kalsium, Zat Besi, Asam Folat, Vitamin B1, B6 dan B12 untuk tetap mengoptimalkan cerdasnya si kecil.


Dengan memberikan Enfagrow A+ Gentle Care, Anda tidak hanya menjaga pencernaan, tapi juga mendukung kecerdasan si kecil.


Untuk informasi lebih lanjut mengenai gangguan pencernaan balita, tips mengatasinya, dan konsultasi langsung dengan para ahli, silakan klik di sini.


(ROS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.